Edukasi Olahan Pangan Bergizi untuk Anak Stunting
DOI:
https://doi.org/10.36312/sasambo.v7i1.2543Keywords:
Edukasi, Intervensi, Olahan Pangan, StuntingAbstract
Periode 0 bulan sampai 2 tahun disebut sebagai periode emas yaitu periode yang menentukan kualitas kehidupan. Periode ini sensitive karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi tidak dapat dikoreksi dan bersifat permanen. Permasalahan yang kompleks seperti kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, kesibukan mencari penghasilan, kurang peduli terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak menyebabkan anak menjadi kurang gizi yang bila tidak segera ditangani akan menyebabkan terjadinya stunting yang permanen. Selain adanya program dari pemerintah melalui dinas kesehatan maupun orang tua asuh untuk anak stunting maka diperlukan edukasi pada orang tua dengan pemberian makanan bergizi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi edukasi kepada orang tua agar mampu mengolah makanan sendiri dari bahan yang mudah di peroleh dengan harga terjangkau dan bernilai gizi untuk menangani anak stunting. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal dengan 6 baduta stunting beserta orang tuanya. Hasil analisis perbedaan pretest dan posttest menunjukkan p-value 0.175 dan nilai t hitung (-1.581) lebih kecil daripada t tabel (2.015), sehingga H0 diterima atau tidak ada perbedaan signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Dengan adanya edukasi olahan pangan diharapkan orangtua mampu mengolah makanan sendiri untuk anak stunting dari bahan yang mudah di peroleh dengan harga terjangkau.
Education on Nutritious Processed Foods for Stunting Children
The period from 0 months to 2 years is called the golden period, which determines the quality of life. This period is sensitive because the effects on the baby cannot be corrected and are permanent. Complex problems such as poverty, low levels of education, busy earning an income, and lack of concern for children's health and growth and development cause children to become malnourished which, if not treated immediately, will cause permanent stunting. Apart from the existence of programs from the government through the health service and foster parents for stunted children, education is needed for parents by providing nutritious food. This activity aims to provide education to parents so they can prepare their food from ingredients that are easily obtained at affordable prices and have nutritional value to deal with stunting children. This activity was carried out in Debong Kulon Village, Tegal Selatan District, Tegal City with 6 stunting children and their parents. The results of this activity show that there has been an increase in the knowledge of participants or parents after receiving education. With food processing education, it is hoped that parents will be able to prepare their food for stunted children from ingredients that are easy to obtain at affordable prices
Downloads
References
Adam, A. (2022). Prosiding Tin Persagi 2022: 421-424 Edukasi Stunting Bagi Calon Pengantin. 421–424.
Alamsyah, D dan Widyastutik, O. (2021). Pendahuluan Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (Bayi dibawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. 8(2), 95–105. https://doi.org/10.29406/JUMANTIK.v8i2.3074
Alfian Fajri R, Nasruddin, H., Pramono, S. D., Jafar, M. A., & Darma, S. (2024). The Impact of Protein Intake on Stunting in Toddlers: A Lapai Health Center Study. Green Medical Journal, 6(2), 75–82. https://doi.org/10.33096/gmj.v6i2.161
Angelina, C., Swasti, Y. R., & Pranata, F. S. (2021). Peningkatan Nilai Gizi Produk Pangan Dengan Penambahan Bubuk Daun Kelor (Moringa oleifera): Jurnal Agroteknologi, 15(01), 79. https://doi.org/10.19184/j-agt.v15i01.22089
Astuti, P. (2022). Kabupaten Tegal dalam ANgka 2022. In BPS Kabupaten Tegal. UD. Kurniawan
Bahri, F., & Prihartini, S. (2024). Edukasi Gizi dalam Upaya Pencegahan Balita Stunting di Kelurahan Denggen Tahun 2024. 1(1), 15–19.
Biermann, F., Hickmann, T., & Sénit, C. A. (2022). The sustainable development goals as a transformative force?: key insights. In The Political Impact of the Sustainable Development Goals: Transforming Governance Through Global Goals? (pp. 204-226). Cambridge University Press.
Cahyani, S. L., Kurnia, T. A., Sekunda, M. S., Wawomeo, A., Tokan, P. K., Paschalia, Y. P. M., Doondori, A. K., Budiana, I., Bedho, M., Woge, Y., Woga, R., Bai, M. K. S., & Owa, K. (2022). The factors affecting stunting among toddlers in Ende, Indonesia. Malahayati International Journal of Nursing and Health Science, 5(2), 91–107. https://doi.org/10.33024/minh.v5i2.5524
Chabibah, N., Khanifah, M., & Kristiyanti, R. (2019). Great Chief Great Mother - Modifikasi Edukasi Pencegahan Stunting. Link, 15(2), 17–23. https://doi.org/10.31983/link.v15i2.4845
Mahdhiya, N. Z., Yani, D. I., Nurhakim, F., Rahayuwati, L., Padjajaran, U., Rancaekek, K., Sanitasi, M., Bersih, A., Rancaekek, K., & Makan, P. (2024). Mengenai Stunting Terhadap Kualitas Praktik The Relationship Level Of Education And Knowledge About Stunting With The Quality Of Feeding. 6(1).
Hartawan Sanusi, R., Ismawati, & Rosmiati. (2021). Perbandingan Pola Konsumsi Daun Kelor Terhadap Kadar Haemoglobin Ibu Hamil Di Kecamatan Rumbia Jeneponto Comparison Of Consumption Patterns Of Moringa Leaf With Haemoglobin Levels Of Pregnant Women In Rumbia District Jeneponto. Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat, 3, 85–94.
Irwan, Z. (2020). Kandungan Zat Gizi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Berdasarkan Metode Pengeringan. Jurnal Kesehatan Manarang, 6(1), 69–77.
Kartika, D. L. (2022). Sosialisasikan Gebyar Posyandu Untuk Penanganan Stunting di Kabupaten Tegal, Ini Pesan Wabup Ardie Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Sosialisasikan Gebyar Posyandu Untuk Penanganan Stunting di Kabupaten Tegal, Ini Pesan Wabup Ardie. Jateng.Tribunnews.Com.
Kemuning, K., Ngargoyoso, K., & Tengah, P. J. (2023). Jurnal Pengabdian Komunitas. 02(01), 89–96.
Kustiani, A Kusharto, CM, D. E. (2017). Pengembangan crackers sumber protein dan mineral dengan penambahan tepung daun kelor (moringa oleifera) dan tepung badan-kepala ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Nutri-Sains, 1(November 2017), 4–9
Letlora, J. A. S., Sineke, J., & Purba, B. (2020). Bubuk Daun Kelor Sebagai Formula Makanan Balita Stunting. Jurnal GIZIDO, 12(2), 105–112.
Madhe M, 2021, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stuntingpada Balita di Indonesia, Open Access Jakarta Journal Of Health Sciences, 1(2)
Putri, A. N., Dewi, Y. L. R., & Priyatama, A. N. (2023). Factors Associated with Stunting in Adolescentsin Pariaman, Padang, West Sumatera, Indonesia. Journal of Maternal and Child Health, 8(4), 421–428. https://doi.org/10.26911/thejmch.2023.08.04.04
Rahmi, Y., Wani, yudi arimba, Kusuma, titis sari, Yuliani, syopin cintya, Rifdah, G., & Azizah, tyska aulia. (2018). Indonesian Journal of Human Nutrition. Indonesian Journal of Human Nutrition, 5(2), 125–130.
Ramadhan, Muhammad Haris Salawati, L., & Yusuf, S. (2020). Asupan Sumber Zinc Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 3-5 Tahun Di Puskesmas Kopelma. Jurnal Averrous, 6(1), 55–65.
Riu, S. D. M., & Bunsal, C. M. (2022). Evaluasi Data Balita Stunting Dan Pencanangan Pot Ashanti (Program Orang Tua Asuh Anak Stunting). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 3(1), 418–422.
Saleh, A. S., Hasan, T., & Saleh, U. K. S. (2023). Edukasi Penerapan Gizi Seimbang Masa Kehamilan Berbasis Pangan Lokal Sebagai Pencegahan Stunting. 2(2), 49–53.
Samsudin Et Al., 2022, Stunting, Purbalingga, Eureka Media Aksara
Saputri, L. R., & Suprihatiningrum, J. (2023). Kajian Literatur Model Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl) Materi Asam Basa Untuk Meningkatkan Critical Thinking Dan Green Chemistry Skill. UNESA Journal of Chemical Education, 12(3), 225–236. https://doi.org/10.26740/ujced.v12n3.p225-236
Secanggang, K., Langkat, K., & Suhailah, N. (2022). Analisis tingkat pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting pada anak di. 1(7), 475–479
Septina, R., Puspitasari, Y., Wardani, R., Rohmah, L. M., Ilmu, I., & Starada, K. (2024). JURPIKAT ( Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ) Edukasi Pentingnya ASI Eksklusif dan MP-ASI Dalam Mencegah Stunting Pendahuluan. 5(3), 737–746.
Setiyabudi, R. (2019). Stunting, risk factor, effect and prevention. Medisains, 17(2), 24. https://doi.org/10.30595/medisains.v17i2.5656
Suhartini, T., Zakaria, Z., Pakhri, A., & Mustamin, M. (2018). Kandungan Protein dan Kalsium Pada Biskuit Formula Tempe dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Media Gizi Pangan, 25(1), 64. https://doi.org/10.32382/mgp.v25i1.63
Supariasa, I. dewa N., & Purwaningsih, H. (2019). Karta rahardja. Karta Rahardja, 1(2), 15–30.
Susanti, D. W., Tanur, E., & Ria, Y. (2023). Clustering Area untuk Menurunkan Angka Stunting di Provinsi Jawa Tengah Clustering Area to Reduce Stunting Rates in Central Java. 21(2), 217–226.
Trisnawati, Y. (2022). Pengaruh Edukasi Stunting Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Bayi dalam Pencegahan Stunting di Posyandu Kaca Piring. Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science), 10(2), 57–66. https://doi.org/10.36307/jik.v10i2.198
Wahyuni, D., & Fithriyana, R. (2020). Pengaruh Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Kualu Tambang Kampar. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 20–26. https://doi.org/10.31004/prepotif.v4i1.539
Wardani, P., Khasanah, Z., & Sumarmi, S. (2024). Faktor sosial budaya yang mempengaruhi keragaman konsumsi pangan pada balita. 5(September), 9401–9410.
Werdaningtyas, R. (2024). Pengaruh edukasi gizi seimbang dan pemanfaatan daun kelor sebagai pencegahan stunting. 5, 5138–5147.
Willmart, A. C., Krissandiani, F. N. R., & Nadhiroh, S. R. (2024). Edukasi Gizi sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Stunting pada Kader Posyandu dalam Program “Desa Emas: Percepatan Penurunan Stunting.” Media Gizi Kesmas, 13(1), 43–50. https://doi.org/10.20473/mgk.v13i1.2024.43-50
Zahra, Nur Fitriana., Mardiah, Aena., Musyarafah., & Duarsa, Artha Budi Susila. (2023). Hubungan Pernikahan Usia Dini, Pengetahuan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Terhadap Kejadian Stunting Di Desa Sukadana Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences. 1, 2 (Dec. 2023), 193–206. https://doi.org/10.59981/9yt0sv87.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Putri Deti Ratih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.