Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Menuju Indonesia Emas 2025: Talkshow dan Ceramah kepada Siswa SMA Negeri 3 Semarang

Authors

  • Cipta Pramana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehetaan Guna Bangsa Yogyakarta
  • Radith Aulia RS Roemani Semarang
  • Anggiyasti Vidya Hapsari RS Nasional Diponegoro Semarang
  • Anna Widi Prianita RS Columbia Asia Semarang
  • Viola Belivia Tripuspita RS Hermina Pandanaran Semarang
  • Cornelius Danu Kurniawan RS St. Elisabeth Semarang
  • Bagus Faridian RSIA Bunda Semarang
  • Norman Aji Triantoro RS Hermina Pandanaran Semarang
  • Nurfadli Nurfadli RS Hermina Banyumanik Semarang
  • Erani Sukmawati RSIA Plamongan Indah Semarang
  • Yulice Soraya Nur Intan Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • Stefani Harum Sari Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • Irwin Lamtota RSD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
  • Bina Muntafia Dewintari RS Bina Kasih Ambarawa Kab. Semarang
  • Zaki Hetami RS Puri Asih Salatiga

DOI:

https://doi.org/10.36312/sasambo.v7i2.2785

Keywords:

Kesehatan Reproduksi Remaja, Edukasi Partisipatif, Talkshow, Indonesia Emas 2045

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek fundamental dalam pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Edukasi yang efektif dan ramah remaja dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan serta membentuk sikap bertanggung jawab terkait kesehatan seksual dan reproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk talkshow dan ceramah interaktif kepada 59 siswa SMA Negeri 3 Semarang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 80 menjadi 93 untuk siswa laki-laki dan dari 86 menjadi 93 untuk siswa perempuan. Pendekatan non-otoriter dan partisipatif terbukti efektif menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, membuka ruang dialog, dan menurunkan stigma terkait isu reproduksi. Talkshow sebagai metode penyampaian informasi mampu membangun keterlibatan aktif peserta dan mendorong keberanian mereka menyampaikan pertanyaan tentang topik sensitif. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan waktu dan kendala teknis, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan berbasis komunikasi terbuka dan dukungan komunitas sangat relevan dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja. Disarankan agar kegiatan serupa dilanjutkan secara berkala dengan model pendampingan lanjutan berbasis sekolah.

 Adolescent Reproductive Health Education Towards Golden Indonesia 2025: Talkshow and Lecture for SMA Negeri 3 Semarang Student

 Adolescent reproductive health is a fundamental aspect of human development in achieving the Golden Indonesia 2045 vision. Effective and youth-friendly education is essential to enhance knowledge and foster responsible attitudes toward sexual and reproductive health. This community service activity was implemented through an interactive talkshow and lecture involving 59 students of SMA Negeri 3 Semarang. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure participants’ knowledge improvement. Results showed an increase in average scores from 80 to 93 for male students and from 86 to 93 for female students. A non-authoritarian and participatory approach proved effective in creating an inclusive learning environment, enabling open dialogue and reducing the stigma surrounding reproductive issues. The talkshow format successfully facilitated active student engagement and encouraged confidence in addressing sensitive topics. Despite challenges such as limited time and technical issues, this activity demonstrated that open-communication-based education supported by community involvement is highly relevant in enhancing adolescent reproductive health literacy. It is recommended that similar programs be conducted regularly with continued school-based mentoring models to ensure long-term impact.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amin, S., Pebiansyah, A., Alifiar, I., Yuliana, A., Widiyawati, N., Mabruro, D., … & Anggraeni, F. (2025). Enhancing menstrual and reproductive health knowledge among non-health students through educational interventions. Abdimas Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(1), 741–744. https://doi.org/10.35568/abdimas.v8i1.6182

Astuty, D., Mardianto, M., & Irwan, S. (2022). Reproductive health education based on cognitive psychology approach. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 77–84. https://doi.org/10.30604/jika.v8i1.1458

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik pemuda Indonesia 2024. https://www.bps.go.id/publication

Bohren, M., Corona, M., Odiase, O., Wilson, A., Sudhinaraset, M., Diamond?Smith, N., … & Afulani, P. (2022). Strategies to reduce stigma and discrimination in sexual and reproductive healthcare settings: A mixed-methods systematic review. PLOS Global Public Health, 2(6), e0000582. https://doi.org/10.1371/journal.pgph.0000582

DetikEdu. (2021). Pentingnya edukasi kesehatan reproduksi di sekolah. https://www.detik.com/edu

Faridi, H., Farahani, F., Lamyian, M., Ahmadi, F., & Montazeri, A. (2025). The socio-cultural contexts of women's sexual and reproductive health literacy in Iran: A qualitative study. Research Square. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-6234753/v1

Fevriasanty, F., Yuliatun, L., & Merdikawati, A. (2024). Peer educator’s role in sharing sexuality and reproductive health information among adolescents. Pediomaternal Nursing Journal, 10(2), 51–55. https://doi.org/10.20473/pmnj.v10i2.48934

Figueroa, M., Poppe, P., Carrasco, M., Pinho, M., Massingue, F., Tanque, M., … & Kwizera, A. (2016). Effectiveness of community dialogue in changing gender and sexual norms for HIV prevention: Evaluation of the Tchova Tchova program in Mozambique. Journal of Health Communication, 21(5), 554–563. https://doi.org/10.1080/10810730.2015.1114050

Ichwan, E. Y. (2024). Transformasi kesehatan menuju generasi emas. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id

Johariyah, N., & Mariati, S. (2018). Remaja dan tantangan perkembangan seksualnya. Surabaya: Penerbit Unair Press.

Khalifah, N., Sunartono, S., & Dewi, N. (2025). Pemberian edukasi kesehatan reproduksi untuk meningkatkan pengetahuan remaja di Universitas Wiraraja. Jurnal Abdiraja, 8(1), 79–89. https://doi.org/10.24929/adr.v8i1.4127

Nur Hamima Harahap, R., Wijaya, H., & Setyaningrum, R. (2024). Health belief model dalam pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(1), 29–35.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Lintas Sektor dalam Penyelenggaraan Pembangunan Kepemudaan. (2022). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 140.

Purwanti, N., Rahmawati, I., & Mulyani, S. (2022). Efektivitas teknik wawancara konseling sebaya terhadap pengetahuan reproduksi remaja. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 13(2), 150–158.

Rahmat, A., & Mirnawati, M. (2020). Model participation action research dalam pemberdayaan masyarakat. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 6(1), 62. https://doi.org/10.37905/aksara.6.1.62-71.2020

Wulandari, E., Susanto, T., & Nur, K. (2020). The relationship of parenting style and perception of sexuality, gender and norm of reproductive health among adolescents. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 15(1), 1–16. https://doi.org/10.21580/sa.v15i1.3416

World Health Organization. (2023). Sexual and reproductive health and rights: A global development, health, and human rights priority. https://www.who.int/reproductivehealth

World Health Organization. (2024). Adolescent health. https://www.who.int/health-topics/adolescent-health

Wirawan, G., Gustina, N., & Januraga, P. (2022). Open communication about reproductive health is associated with comprehensive HIV knowledge and a non-stigmatising attitude among Indonesian youth: A cross-sectional study. Journal of Preventive Medicine and Public Health, 55(4), 342–350. https://doi.org/10.3961/jpmph.21.581

Zahara, C., Amalia, I., Maqfira, Y., Amanda, F., S, T., Nurjannah, S., … & Nurhidayah, N. (2024). Promosi kesehatan organ reproduksi pada remaja Dusun Syamtalira Bayu Aceh Utara. Jurnal Pengabdian Kolaborasi Dan Inovasi Ipteks, 2(3), 953–958. https://doi.org/10.59407/jpki2.v2i3.877

Zia, Y., Mugo, N., Ngure, K., Odoyo, J., Casmir, E., Ayiera, E., … & Heffron, R. (2021). Psychosocial experiences of adolescent girls and young women subsequent to an abortion in Sub-Saharan Africa and globally: A systematic review. Frontiers in Reproductive Health, 3, 638013. https://doi.org/10.3389/frph.2021.638013

Downloads

Published

2025-05-02

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pramana, C., Aulia, R., Hapsari, A. V., Prianita, A. W., Tripuspita, V. B., Kurniawan, C. D., Faridian, B., Triantoro, N. A., Nurfadli, N., Sukmawati, E., Intan, Y. S. N., Harum Sari, S., Lamtota, I., Muntafia Dewintari, B., & Hetami, Z. (2025). Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Menuju Indonesia Emas 2025: Talkshow dan Ceramah kepada Siswa SMA Negeri 3 Semarang. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 7(2), 356-367. https://doi.org/10.36312/sasambo.v7i2.2785