Upaya pencegahan stunting pada anak melalui edukasi gizi seimbang dan inovasi puding kelor
DOI:
https://doi.org/10.36312/sasambo.v7i4.3719Keywords:
Balanced nutrition, local food, Moringa pudding, stuntingAbstract
Stunting pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan gizi seimbang, keterbatasan ekonomi, serta kurangnya variasi pangan bergizi dalam rumah tangga. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan status gizi anak dan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pemberian makanan tambahan berbasis lokal berupa puding kelor. Kegiatan dilakukan melalui edukasi gizi seimbang, pembuatan dan pembagian puding kelor sebagai PMT. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan absolut sebesar 11,1 atau setara dengan persentase peningkatan 16,3%. Kegiatan ini juga mendapat antusiasme tinggi dari para ibu yang aktif berpartisipasi dalam pembuatan puding kelor dan berkomitmen menerapkannya sebagai alternatif makanan bergizi bagi keluarga.
Efforts to Prevent Stunting in Children Through Balanced Nutrition Education and Moringa Pudding Innovation
Stunting among toddlers remains a significant public health concern influenced by limited knowledge of balanced nutrition, economic constraints, and a lack of dietary diversity within households. This community service program aimed to improve children's nutritional status and community knowledge in stunting prevention through the provision of locally based supplementary food in the form of Moringa pudding. The activities included balanced nutrition education, preparation, and distribution of Moringa pudding as complementary food. The results showed an absolute increase of 11.1 points, equivalent to a 16.3% improvement in participants’ knowledge. Moreover, the program received a high level of enthusiasm from mothers, who actively participated in the preparation of Moringa pudding and expressed commitment to adopting it as a nutritious alternative food for their families
Downloads
References
Alimuddin. (2021). Pemanfaatan kelor sebagai MP-ASI lokal dalam upaya perbaikan status gizi balita. Media Gizi Pangan Indonesia, 25(1), 30–38.
Dinkes Sulteng. (2023). Penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sulawesi Tengah.
Fitriani. (2022). Pemanfaatan daun kelor sebagai inovasi pangan lokal untuk pencegahan stunting. Jurnal Gizi Dan Pangan, 17(3), 211–218.
Hadi. (2024). Upaya Pencegahan Stunting melalui Edukasi dan Pemanfaatan Pangan Lokal. Mitra Keluarga Sehat.
Kemenkes RI. (2023a). Laporan Nasional Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Kemenkes RI. (2023b). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Millati. (2021). Cegah Stunting Sebelum Genting. Kepustakaan Populer Gramedia.
Muflih. (2024). Memahami Hambatan Praktik Pemberian Makanan Pendamping di Daerah Pedesaan. Amerta Nutrition: Nutritional Research Journal. https://e-journal.unair.ac.id/AMNT
Nurhayati. (2022). Peran kader posyandu dalam pencegahan stunting di pedesaan. Jurnal Kesehatan Komunitas, 10(3), 150–158.
Revitasari. (2022). Pemberian makanan tambahan untuk pencegahan stunting pada balita. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 4(2), 45–52.
United Nations. (2025). Goal 3: Good Health and Well-Being. https://www.un.org/sustainabledevelopment/health
Wardani. (2024). Pelatihan Pembuatan Bubur dan Pudding dengan Daun Kelor sebagai Menu Sehat bagi Balita Stunting. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(1), 318–324. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i1.2378
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Agnes Erlita Distriani Patade, Gede Yoga Ditya Krisnawan, Cahya Ismail, Fitri Salsabilah, Nur Faridha Rifai, Natalia Fransiska, Indriyanti Bungaadjim, Kirana Febrianti, Siti Salwa Amira, Steci Veronika Tedengki, Kadek Umanata, Ariani Ariani, Ni Wayan Keristiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.