Pengaruh penambahan media limbah jamur merang dalam pupuk organik cair terhadap konsentrasi kaslium

Authors

  • Yuli Anggraini Putri Program Studi Pendidikan Kimia, FSTT, Universitas Pendidikan Mandalika
  • H. Hulyadi Program Studi Pendidikan Kimia, FSTT, Universitas Pendidikan Mandalika
  • Dahlia Rosma Indah Program Studi Pendidikan Kimia, FSTT, Universitas Pendidikan Mandalika

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v1i1.264

Keywords:

whey tahu, limbah jamur merang, MOL, kalium, pupuk organik cair, whey tofu, edible mushroom waste, potassium, liquid organic fertilizer

Abstract

Pupuk organic cair merupakan pupuk yang berupa larutan dari hasil pembusukan bahan-bahan organik. Kombinasi whey tahu dan limbah jamur merang dengan penambahan starter mikroorganisme lokal (MOL) dapat diolah menjadi pupuk organik cair mengandung makro nutrient Kalium (K-total). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan kalium optimum pada pupuk organik cair whey tahu dengan penambahan limbah jamur merang dan mikroorganisme lokal (MOL). Metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen di laboratorium dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua: faktor 1 massa limbah jamur merang (Limbah jamur merang lama 600 gr dan limbah jamur merang baru 600 gr) dan faktor 2 volume pupuk organik cair (masing-masing 1L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan K-total tinggi terdapat pada perlakuan POC + LB yaitu 1,05%.

The effect of the addition of mushroom waste media in liquid organic fertilizer to the concentration of cassava

 Abstract

Liquid organic fertilizer is a fertilizer in the form of a solution from the decay of organic matter. The combination of whey tofu and mushroom waste with the addition of local microorganism starter (MOL) can be processed into liquid organic fertilizer containing macro-nutrient potassium (K-total). The purpose of this study was to determine the optimum potassium content in the liquid organic fertilizer of whey tofu with the addition of mushroom waste and local microorganisms (MOL). This research method used experimental research in the laboratory using the Completely Randomized Design (CRD) method with two: a factor of 1 mass of mushroom waste (600 gr old mushroom waste and 600 gr new mushroom waste) and a factor of 2 volume of liquid organic fertilizer (each -Each 1L). The results showed that the high total K content found in the POC + LB treatment was 1.05%.

Downloads

Published

2020-06-30

Issue

Section

Articles