Identifikasi Jenis dan Pemanfaatan Bambu di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur
DOI:
https://doi.org/10.36312/ej.v3i2.1168Keywords:
Bambu, Identifikasi Jenis Bambu, Pemanfaatan Bambu.Abstract
Masyarakat di Desa Loyok Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur memiliki interaksi yang kuat dengan tanaman bambu. Bambu merupakan salah satu komoditi Hasil Hutan Bukan Kayu yang mampu menunjang perekonomian mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis bambu dan mengetahui pemanfaatan dari setiap bambu yg ditemukan. Penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pengumpulan data jenis bambu dan pemanfaatannya dilakukan dengan cara penjelajahan untuk mengiventarisasi jenis bambu yang ada di Desa Loyok. Selanjutnya dilakukan wawancara melalui purposive random sampling dilakukan terhadap 9 responden petani hutan untuk mengetahui pemanfaatan bambu. Data hasil inventarisasi jenis bambu ditabulasikan. Berdasarkan hasil inventarisasi, Jenis bambu yang ditemukan di Desa Loyok sebanyak 3 genus, yaitu 2 bambu Gigantochloa, 2 bambu Bambusa, dan 1 bambu Dendrocalamus. Jenis bambu tersebut yaitu: Bambu Ater (Gigantochloa atter), Bambu Kuning (Bambusa vulgaris cv Vittata), Bambu Tali (Gigantochloa apus), Bambu Petung (Dendrocalamus asper) dan Bambu Ampel (Bambusa vulgaris Schard). Masyarakat di Desa Sikur memanfaatkan bambu tersebut untuk bahan bangunan, bahan konsumsi, dan mengembangkannya menjadi berbagai produk kerajinan tangan yang lebih bernilai.
Identification of Types and Utilization of Bamboo in Loyok Village, Sikur District, East Lombok Regency
Abstract
Loyok Village, Sikur District, and East Lombok Regency communities strongly interact with bamboo plants. Bamboo is a non-timber forest product that could benefit these communities economically. This study aims to find out the types of bamboo and the utilization of each bamboo found. This research is used descriptive explorative method. Data collection on bamboo species and their utilization was conducted using exploration to take inventory of bamboo species in Loyok Village.Furthermore, interviews based on purposive random sampling were conducted to determine the use of bamboo. The results of the inventory of bamboo species are tabulated. Based on the inventory results, 3 genera of bamboo species are found in Loyok Village, namely 2 Gigantochloa bamboos, 2 Bambusa bamboos, and 1 Dendrocalamus bamboo. The types of bamboo are: Ater Bamboo (Gigantochloa atter), Yellow Bamboo (Bambusa vulgaris cv Vittata), Tali Bamboo (Gigantochloa apus), Petung Bamboo (Dendrocalamus asper) and Ampe Bamboo (Bambusa vulgaris Schard). The people in Sikur Village use the bamboo for building materials, consumption materials, and develop it into various more valuable handicraft products.
Downloads
References
Bahri, S., Moulana, R., & Baihaqi, A. (2022). Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Bambu dan Kontribusinya Terhadap Pengerajin di Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 7(3), 631–638.
Diniyati, D., & Achmad, B. (2015). Kontribusi pendapatan hasil hutan bukan kayu pada usaha hutan rakyat pola agroforestri di Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Ilmu Kehutanan, 9(1), 23–31.
Idris, A. I., Arafat, A., & Fatmawati, D. (2019). Pola dan Motivasi Agroforestry Serta Kontribusinya Terhadap Pendapatan Petani Hutan Rakyat Di Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Hutan Dan Masyarakat, 11(2), 92–113. https://doi.org/10.24259/jhm.v11i2.8177
Irwan, M., & Rantaningsih, Y. (2018). Keanekaragaman Jenis Dan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (Hhbk) Di Kawasan Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Desa Girimadia Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat). Jurnal Silva Samalas, 1(1), 9–14.
Lembusora, & Ratnaningsih, Y. (2018). Identifikasi Jenis dan Pemanfaatan Bambu Di Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Silva Samalas, 1(2), 132–137.
Mayasari, A., & Suryawan, A. (2012). Keragaman jenis bambu dan pemanfaatannya ditaman Alas Purwo. Info BPK Manado, 2(2), 139–154.
Nurhadi, E. (2012). Kombinasi produk agroindustri bambu. Agridevina: Berkala Ilmiah Agribisnis, 1(1), 23–35.
Patianingsih, & Nizar, W. Y. (2018). Peran hasil hutan bukan kayu (HHBK) terhadap pendapatan petani pengelola kawasan hutan kemasyarakatan (HKm) di Desa Giri Madia Kecamatan Lingsar Kabutapen Lombok Barat. Jurnal Silva Samalas, 1(1), 76–83.
Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor?: P.16/Menhut-II2, Tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan, (2014).
Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor?: P.91/Menhut-II Tentang Penatausahaan Hasil Hutan Bukan Kayu Yang Berasal Dari Hutan Negara, (2014).
Rijaya, I., & Fitmiwati. (2019). Jenis-jenis bambu (Bambosoidae) di pulau Bengkalis, propinsi Riau, Indonesia. Floribunda, 6(2), 41–52.
Rugayah, Retnowati, A., Windadri, F. I., & Hidayat, A. (2004). Pedoman Pengumpulan Data Keanekaragaman Flora.
Widjaja, E. A., & Astuti, I. P. (2005). Identikit Bambu di Bali.
Willy, D. (2014). Furnitur Tradisional (Bambu, Rotan). Institut Teknologi Bandung.
Yani, A. P. (2012). Keanekaragaman Dan Populasi Bambu Di Desa Talang Pauh Bengkulu Tengah. Jurnal Exacta, 10(1), 61–70.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 LL. Suhirsan Masrilurrahman, I Gde Adi Suryawan Wangiyana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.