Kebijakan Kearifan Lokal (Perspektif Ontologi) dalam Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu
DOI:
https://doi.org/10.36312/ej.v5i2.2404Keywords:
Kearifan Lokal, Hasil Hutan Bukan Kayu, Pengelolaan Hutan, Budaya LokalAbstract
Pengelolaan hutan di Indonesia menghadapi tantangan besar berupa kerusakan ekosistem yang disebabkan oleh eksploitasi manusia dan bencana alam. Kajian ini membahas kebijakan kearifan lokal dari perspektif ontologi dalam pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK). Kearifan local mencakup norma, nilai, dan pengetahuan masyarakat adat, memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, menganalisis praktik pengelolaan HHBK oleh masyarakat lokal, seperti tradisi awik-awik di Desa Sesaot dan kearifan lokal masyarakat Tobelo di Maluku Utara. Tujuan penelitian ini melihat pentingnya praktik adat, seperti pembagian zona pemanfaatan hutan, larangan menebang pohon di kawasan mata air, dan pemanfaatan HHBK yang berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Berdasarkan penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan kearifan lokal dapat menjadi solusi untuk mengelola hutan secara berkelanjutan, mendukung kesejahteraan masyarakat, dan melestarikan nilai budaya.
Ontological Perspective on Local Wisdom Policies in the Management of Non-Timber Forest Products
Abstract
Forest management in Indonesia faces major challenges in the form of ecosystem damage caused by human exploitation and natural disasters. This research discusses local wisdom policies from an ontological perspective in the management of non-timber forest products (NTFPs). Local wisdom, including the norms, values and knowledge of indigenous communities, has an important role in preserving forest ecosystems. This research uses a literature study method, analyzing NTFP management practices by local communities, such as the awik-awik tradition in Sesaot Village and the local wisdom of the Tobelo community in North Maluku. The aim of this research is to look at the importance of customary practices, such as dividing forest use zones, prohibiting cutting trees in spring areas, and sustainable use of NTFPs in maintaining ecosystem balance. Based on this research, it is concluded that the application of local wisdom can be a solution for managing forests sustainably, supporting community welfare, and preserving cultural values.
Downloads
References
Adalina, Y., Nurrochmat, D. R, Darusman, D., Sundawati, L. (2015). Kondisi social ekonomi masyarakat di sekitar taman nasional gunung halimun salak, jurnal penelitian hutan dan konservasi alam 12 (2):105-118
Aggata, V. (2021). Nilai Kearifan Lingkungan Pada Tradisi Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Adat Bukit Penyabung Di Desa Pelangas. Jurnal Sosial Dan Sains, 1(2), 121–129. https://doi.org/10.36418/sosains.v1i2.32
Anau, N., Hakim, A., Lekson, A. S., & Setyowati, E. (2019). Local Wisdom Practices of Dayak Indigenous People in the Management of Tana’ Ulen in the Kayan Mentarang National Park of Malinau Regency, North Kalimantan Province, Indonesia. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 91(7), 156–167. https://doi.org/10.18551/rjoas.2019-07.16
Anesa, D., Qurniati, R., Fitriana, Y. R., & Banuwa, I. S. (2022). Budaya Dan Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Lahan Dengan Pola Agroforestri Di Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Batutegi Provinsi Lampung. Ulin Jurnal Hutan Tropis, 6(1), 26. https://doi.org/10.32522/ujht.v6i1.5840
Anshari, G. (2005). Aturan-aturan tradisional: Basis Pengelolaan Taman Nasional Danau Sentarum. Wana Aksara. Banten.
Ardiyansyah, C., & Pesudo, D. (2022). Gaya Kepemimpinan, Kearifan Lokal, Dan Akuntabilitas Bumdes. Dekat, 1(2), 38–55. https://doi.org/10.24246/dekat.v1i2.9953
Arief, A. (1994). Hutan, Hakikat Dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan. Yayasan Obor Indonesian. Jakarta.
Asteria, D., Alvernia, P., Kholila, B. N., Husein, S., & Asrofani, F. W. (2022). Forest Conservation by the Indigenous Baduy Community in the Form of Customary Law. Journal of Cultural Heritage Management and Sustainable Development, 14(2), 175–189. https://doi.org/10.1108/jchmsd-12-2020-0171
Awang, S. A. (2002). Etnoekologi Manusia Di Hutan Rakyat. Sinergi Press. Yogjakarta.
Barth, F. (1980). Kelompok Etnik Dan Batasnya. Universitas Indonesia (Ui Press). Jakarta.
Djuwadi. (1980). Politik Hutan. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.
Fuzi, R. (2011). Menguak Makna Kearifan Lokal Masyarakat Multicultural. Robar Bersama. Semarang.
Gunawan, R., Thamrin, J., & Suhendar, E. (1998). Industrialisasi Kehutanan dan Dampaknya Terhadap Masyarakat Adat: Kasus Kalimantan Timur. Akatiga. Bandung.
HM, Jagiyanto. (2008). Pedoman Survei Kuisioner: Mengembangkan Kuisioner, Mengatasi Bias, Meningkatkan Respon. BPFEE-Yogyakarta. Yogyakarta.
Irrubai, M. L., Affandi, I., & Supriatna, N. (2017). Kearifan Lokal Awik-Awik Desa Sesaot Dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Hukum Islam vol. 16, No. 2. Hal. 265-490.
Jacobson, M. G., & Shiba, P. K. (2012). NTFP Income contribution to household economy and related socio-economic factors: Lessons From Bangladesh. For Pol Econ 14:136-142.
Kambu, J., Marwa, J., & Murdjoko, A. (2023). Pola Pengelolaan Ruang Area Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Distrik Ayamaru Timur Selatan, Kabupaten Maybrat. Jurnal Kehutanan Papuasia, 9(2), 252–262. https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.vol9.iss2.500
Koentjaraningrat.( 2000). Pengantar Ilmu Antropologu. Rineka Cipta. Jakarta.
Koestro, L. P. (2012). Arkeologi dan Karakter Bangsa. Balai Arkeologi. Medan.
Lubis, M. R., Kaskoyo, H., Yuwono, S. B., & Wulandari, C. (2018). Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Mata Air Di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung Local Wisdom of Springs Management in Sungai Langka Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency, Lampung Province. Jurnal Hutan Tropis, 6(1), 90. https://doi.org/10.20527/jht.v6i1.5109
Meijaard, E., Santika, T., Wilson, K. A., Budiharta, S., Kusworo, A., Law, E. A., Friedman, R., Hutabarat, J. A., Indrawan, T. P., Sherman, J., Freya A. V. St. John, & Struebig, M. J. (2020). Toward Improved Impact Evaluation of Community Forest Management in Indonesia. Conservation Science and Practice, 3(1). https://doi.org/10.1111/csp2.189
Nababan, A. (2002). Revitalisasi Hukum Adat Untuk Menghentikan Penebangan Hutan Secara Ilegal Di Indonesia. Disajikan Dalam Seminar Dan Lokakarya Multi-Pihak “Ilegal Logging Suatu Tantangan Dalam Upaya Penyelamatan Hutan Sumatra”Yayasan Hakiki. Departemen Kehutanan Dan MFD-DFID Tanggal 7-9 Oktober 2002. Di Hotel Mutiara Pekanbaru.
Nasional Aketajawe Lolobata Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara (Studi Kasus Masyarakat Tobelo Dalam di Dusun Tayawi)Jurnal Hutan dan Masyarakat. Vol. 11. No.1. Hal 1-19.
Nazir, M. (1983). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta.
Nugraha, A. (2005). Rindu Ladang, Perspektif Perubahan Masyarakat Desa Hutan. Wana Aksara. Banten.
Nugraha, A., & Murtijo. (2005). Antropologi Kehutanan. Wana Aksara. Banten.
Nur, M. S., Zid, M., & Setiawan, C. (2022). Pengelolaan Lahan Dan Ruang Hutan Dengan Perspektif Kearifan Lokal Komunitas Ammatoa Kajang Sebagai Usaha Konservatif. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management), 90–105. https://doi.org/10.36813/jplb.6.2.90-105
Nurbayani, S., & Utami, L. (2019). Modal Sosial Berbasis Kearifan Lokal Dalam Mitigasi Bencana. Talenta Conference Series Local Wisdom Social and Arts (Lwsa), 2(1), 1–8. https://doi.org/10.32734/lwsa.v2i1.628
Nurdin M., & Ramadhan, S. (2022). Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Buton Selatan. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara. Vol. 11, No. 1, Hal 1-9.
Pamungkas, A. P., Wulandari, C., Iswandaru, D., & Hilmanto, R. (2022). Pengetahuan Ekologi Lokal Dalam Konservasi Pohon Di Blok Pemanfaatan KPHL Batutegi. Journal of Forest Science Avicennia, 5(1), 25–38. https://doi.org/10.22219/avicennia.v5i1.19758
Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (Hhbk) Unggulan Dikabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Journal of Scientech Research and Development Vol. 5 No.1 hal 1-10.
Puspitasari, A. E., Bima, D. P. S., & Dewi, T. P. (2018). Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Tieng, Kabupaten Wonosobo. Jurnal Geografi Lingkungan Tropik, 2(2). https://doi.org/10.7454/jglitrop.v2i2.51
Putri, W. F., Asar Said Mahbub, A. S., & Dassir, M. (2019) Analisis Kearifan Lokal di Taman
Salam, R. (2017). Kearifan Lokal Masyarakat Adat Dalam Pengelolaan Hutan Di Pulau Wangi-Wangi. Walasuji Jurnal Sejarah Dan Budaya, 8(1), 113–128. https://doi.org/10.36869/wjsb.v8i1.109
Saptomo, Ade. 2009. Hukum dan Kearifan Lokal, Revitalisasi Hukum Adat Nusantara. Gramedia. Jakarta.
Sardjono, M. A. (2004). Mosaik Sosiologi Kehutanan: Masyarakat Lokal, Politik dan Kelestarian Sumberdaya Hutan. Debut Press. Yogyakarta.
Sarosa & Samiaji. (2012). Penelitian Kualitatif Dasar-Dasar. Indeks. Jakarta.
Siombo, M. R., Sinaga, V. S., & Sihotang, K. (2022). Kearifan Lokal Masyarakat Dari Sudut Pandang Hukum Lingkungan: Studi Pada Suku Baduy, Provinsi Banten. Bina Hukum Lingkungan, 7(1), 94–109. https://doi.org/10.24970/bhl.v7i1.275
Soepomo, R. 1987. Bab-Bab Tentang Hukum Adat. Pradnya Paramita. Jakarta.
Sulistyaningsih. 2013. Perlawanan Petani Hutan, Studi Atas Resistensi Berbasis Pengetahuan Lokal. Kreasi Wacana. Yogyakarta.
Suparmini, S., Setyawati, S., & Sumunar, D. R. S. (2015). Pelestarian Lingkungan Masyarakat Baduy Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Penelitian Humaniora, 18(1). https://doi.org/10.21831/hum.v18i1.3180
Suwandono, B. (1984). Pola Pemukiman Daerah Pedesaan Kalimantan Tengah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
Syamsudin, M. (1998). Hukum Adat dan Modernisasi Hukum. Fakultas Hukum UII. Yogyakarta.
Wulandari, C., Herwanti, S., & Febryano, I. G. (2018). Peran Kelembagaan Nagari Dalam Pengelolaan Hutan Di Nagari Sirukam, Kabupaten Solok. Gorontalo Journal of Forestry Research, 1(2), 30. https://doi.org/10.32662/gjfr.v1i2.368
Yulia, Y., & Herinawati, H. (2022). Sosialisasi Dan Penyuluhan Hukum Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Di Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Abdinus Jurnal Pengabdian Nusantara, 6(3), 716–724. https://doi.org/10.29407/ja.v6i3.16122
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Febriana Tri Wulandari, Muhammad Sarjan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.