Rendahnya Representasi Perempuan dalam Pencalonan Anggota Legislatif di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Authors

  • M. Syaeful Rahman Urrajabun Syahri Universitas Mataram
  • Bagdawansyah Alqadri Universitas Mataram
  • M. Samsul Hadi Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v6i2.2803

Keywords:

Representasi Perempuan, Kesetaraan Gender, Pencalonan Anggota Legislatif

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor penyebab rendahnya representasi perempuan dalam pencalonan anggota legislatif di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling dari pengurus Partai Gerindra NTB dan pejabat KPU Provinsi NTB berdasarkan kriteria pemahaman terhadap mekanisme pencalonan dan implementasi kebijakan afirmasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan validasi triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil menunjukkan meskipun regulasi kuota 30% keterwakilan perempuan telah diterapkan melalui UU No. 7 Tahun 2017 dan PKPU No. 10 Tahun 2023, implementasinya belum efektif. Data KPU NTB 2024 menunjukkan dari 450 calon legislatif, hanya 117 orang (26%) perempuan, di bawah kuota minimal 30%. Hanya Dapil Lombok Timur mencapai 30,59%, sementara dapil lain berkisar 22,59%-27%. Faktor penyebab utama: budaya patriarki yang mengakar kuat, keterbatasan dukungan struktural partai politik yang hanya memberikan bantuan minimal, kurangnya pendidikan politik berkelanjutan bagi perempuan, hambatan finansial kampanye, dan penempatan caleg perempuan pada nomor urut tidak strategis sebagai pemenuhan syarat administratif. Temuan menekankan regulasi afirmatif belum menjamin kesetaraan gender substantif, memerlukan reformasi sistemik mekanisme pencalonan legislatif untuk mewujudkan representasi perempuan bermakna.

Low Representation of Women in the Nomination of Legislative Members in West Nusa Tenggara Province

Abstract

This study examines the factors contributing to the low representation of women in legislative candidacy in West Nusa Tenggara (NTB) Province. Using a qualitative case study approach, data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation. Informants were selected via purposive sampling from NTB’s Gerindra Party officials and KPU (General Elections Commission) officers, based on their understanding of candidacy mechanisms and affirmative policy implementation. Data analysis employed the Miles and Huberman model, validated through source, technique, and time triangulation. Results indicate that despite the 30% gender quota regulation under Law No. 7/2017 and PKPU No. 10/2023, implementation remains ineffective. KPU NTB data (2024) shows only 117 out of 450 candidates (26%) were women below the 30% threshold. Only Lombok Timur District met the quota (30.59%), while others ranged between 22.59%-27%. Key causes include entrenched patriarchal norms, limited structural support from political parties, lack of sustained political education for women, campaign financing barriers, and non-strategic ballot placements to meet administrative requirements. Findings underscore that affirmative regulations alone cannot ensure substantive gender equality, necessitating systemic reforms in legislative candidacy mechanisms for meaningful female representation.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agusta, M., Herlina, H., & Wiguna, M. (2023). Analisis aspek sosial dalam novel buku besar peminum kopi karya andrea hirata. Eduindo Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 3(2), 51-66. https://doi.org/10.31571/eduindo.v3i2.337

Allen, P., Cutts, D., & Campbell, R. (2014). Measuring the quality of politicians elected by gender quotas – are they any different?. Political Studies, 64(1), 143-163. https://doi.org/10.1111/1467-9248.12161

Alqadri, B., Kurniawansyah, E., & Fauzan, A. (2021). Habituasi nilai-nilai karakter sebagai perilaku anti korupsi pada masyarakat Kajang. Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman, 8(1), 15-28.

Alqadri, B., Rispawati, R., Kurniawansyah, E., Aulia, D., & Nurmayanti, A. (2023). Efektivitas rangkaian kegiatan sabtu budaya. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(4), 2536-2540.

Amanah, D., Nurbayani, S., Komariah, S., & Nugraha, R. (2023). Dinamika peran perempuan sunda dalam kepemimpinan politik era modern. Jurnal Analisa Sosiologi, 12(2). https://doi.org/10.20961/jas.v12i2.70660

Anindita, F. (2025). Analisis yuridis terhadap dampak ekonomi dan lingkungan dari tindak pidana korupsi dalam kasus harvey moeis. J.Alz, 3(3), 1345-1352. https://doi.org/10.61104/alz.v3i3.1365

Aula, M. (2023). Isu gender mengenai keterwakilan perempuan dalam kehidupan politik di indonesia. Jurnal Politikom Indonesiana, 8(2), 186-201. https://doi.org/10.35706/jpi.v8i2.9859

Ayu, R., Dewi, A., Putri, N., & Wulandari, L. (2025). Dampak sistem pemilu terhadap keterwakilan politik perempuan di pdi-p: studi kasus mekanisme pemilu dan strategi partai dalam pemenuhan kuota gender. Jurnal Iso Jurnal Ilmu Sosial Politik Dan Humaniora, 5(1), 12. https://doi.org/10.53697/iso.v5i1.2398

Baharuddin, T. and Purwaningsih, T. (2017). Modalitas calon bupati dalam pemilihan umum kepala daerah tahun 2015. Journal of Governance and Public Policy, 4(1), 205-237. https://doi.org/10.18196/jgpp.4176

Bari, A., Alfatih, H., & Muhyi, A. (2024). Islamic understanding of feminism and gender: between tradition and the pressures of the age. Bir, 2(3), 413-426. https://doi.org/10.69526/bir.v2i3.47

Beauvoir, S. de. (1949). The second sex. Knopf.

Beltrán, C. (2014). Racial presence versus racial justice. Du Bois Review Social Science Research on Race, 11(1), 137-158. https://doi.org/10.1017/s1742058x14000034

Betz, T., Fortunato, D., & O’Brien, D. (2020). Women’s descriptive representation and gendered import tax discrimination. American Political Science Review, 115(1), 307-315. https://doi.org/10.1017/s0003055420000799

Bintarawati, F., Lubis, A., Iqsandri, R., & Utama, A. (2023). Tantangan dan prospek perlindungan hukum dan hak asasi manusia bagi pengungsi rohingya di indonesia dari perspektif masyarakat. Jurnal Hukum Dan Ham Wara Sains, 2(12). https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i12.871

Bjarnegård, E. and Zetterberg, P. (2017). Political parties, formal selection criteria, and gendered parliamentary representation. Party Politics, 25(3), 325-335. https://doi.org/10.1177/1354068817715552

Boro, V. and Kale, A. (2020). Keterwakilan perempuan di ranah lokal: studi kasus di kecamatan boawae, nusa tenggara timur dalam pemilu legislatif 2014. Politika Jurnal Ilmu Politik, 11(1), 115-130. https://doi.org/10.14710/politika.11.1.2020.115-130

Budiardjo, M. (2018). Efektivitas kebijakan kuota perempuan dalam pemilu legislatif Indonesia: Analisis implementasi dan tantangan. Jurnal Politik Indonesia, 3(2), 45-62.

Budiarta, I. (2022). Kepemimpinan perempuan dalam sistem kekerabatan purusa: legitimasi sejarah atas kepemimpinan politik perempuan. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 8(1), 23-33. https://doi.org/10.23887/jiis.v8i1.40982

Burnet, J. (2011). Women have found respect: gender quotas, symbolic representation, and female empowerment in rwanda. Politics & Gender, 7(3), 303-334. https://doi.org/10.1017/s1743923x11000250

Dahlerup, D. (2006). Women, quotas and politics. Routledge.

Dharmanto, T. and Nalle, V. (2023). Kebijakan afirmatif dan partisipasi perempuan dalam pembentukan undang-undang. Legalitas Jurnal Hukum, 14(2), 369. https://doi.org/10.33087/legalitas.v14i2.358

Erzeel, S. and Celis, K. (2016). Political parties, ideology and the substantive representation of women. Party Politics, 22(5), 576-586. https://doi.org/10.1177/1354068816655561

Fairuza, H., Rastikasari, D., & Rahmansyah, N. (2023). Transformasi political awakening perempuan: komunitas virtual sebagai wujud peran pemuda melalui platform internet sebagai public sphere dalam era digital. Glosains Jurnal Sains Global Indonesia, 4(2), 97-106. https://doi.org/10.59784/glosains.v4i2.422

Fariaty, C. (2022). Peran partai politik untuk mendorong keterwakilan perempuan di dprd kabupaten mamasa tahun 2019. Musamus Journal of Public Administration, 4(2), 125-131. https://doi.org/10.35724/mjpa.v4i2.5032

Feringa, D. (2023). Rights-based policymaking., 103-115. https://doi.org/10.3920/978-90-8686-943-5_7

Ghaem-Maghami, S. and Kuuire, V. (2021). Immigrants serving in local government: a systematic review and meta-analysis of factors affecting candidacy and election. Urban Affairs Review, 58(6), 1719-1756. https://doi.org/10.1177/10780874211038500

Gustian, I. and Putra, E. (2020). Untitled. Jurnal Perspektif, 3(1), 166. https://doi.org/10.24036/perspektif.v3i1.213

Harder, M. (2023). Parting with ‘interests of women’: how feminist scholarship on substantive representation could replace ‘women’s interests’ with ‘gender equality interests’. European Journal of Politics and Gender, 6(3), 377-394. https://doi.org/10.1332/251510821x16742321076420

Haslan, M. M., Sawaludin, S., & Fauzan, A. (2022). Faktor-faktor mempengaruhi terjadinya perilaku perundungan (bullying) pada siswa SMPN se-Kecamatan Kediri Lombok Barat. CIVICUS: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 9(2), 24-29.

Huberman, A. M., & Miles, M. B. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Inter-Parliamentary Union. (2024). Women in parliament: World and regional averages. IPU.

Iskandar, D., Yanur, M., Sandi, J., Zulfauzan, R., Asmawati, Y., Utami, P., … & Hutapea, C. (2023). Pendidikan politik untuk menciptakan pemilih perempuan cerdas di kota palangka raya. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(3), 228-233. https://doi.org/10.59025/js.v2i3.110

Ismail, M., Zubair, M., Alqadri, B., & Basariah, B. (2022). Analisis kebutuhan technological pedagogical and content knowledge (TPACK) dalam pembelajaran PPKn. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(3), 1845-1852.

Jankowski, M. and Marcinkiewicz, K. (2017). Ineffective and counterproductive? the impact of gender quotas in open-list proportional representation systems. Politics & Gender, 15(1), 1-33. https://doi.org/10.1017/s1743923x17000538

Kadir, A. and Safriani, A. (2021). Implementasi keterwakilan perempuan dalam pemilihan umum legislatif di kabupaten takalar. Alauddin Law Development Journal, 3(1), 28-35. https://doi.org/10.24252/aldev.v3i1.13927

Kadji, J. and Husnan, M. (2021). Hegemoni maskulinitas dalam politik:. Farabi, 18(2), 116-141. https://doi.org/10.30603/jf.v18i2.2929

Kasim, S. (2022). Pengaruh budaya patriarki pada peran politik perempuan dan pengambilan kebijakan publik di parlemen. Journal Publicuho, 5(2). https://doi.org/10.35817/jpu.v5i2.24734

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. (2023). Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 10 Tahun 2023 tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. KPU RI.

Krook, M. L. (2009). Quotas for women in politics: Gender and candidate selection reform worldwide. Oxford University Press.

Kushandajani, K. (2018). Bekerjanya hukum tentang desa di ranah pemberdayaan politik, sosial, dan ekonomi perempuan desa. Masalah-Masalah Hukum, 47(4), 413. https://doi.org/10.14710/mmh.47.4.2018.413-429

Kushandajani, K., Fitriyah, F., Alfirdaus, L., & Martini, R. (2023). Kemandirian perempuan pedesaan dalam menentukan pilihan politik di ranah pemilihan kepala desa: studi perilaku memilih dari dimensi sosiologi dan psikologi. Politika Jurnal Ilmu Politik, 14(2), 269-286. https://doi.org/10.14710/politika.14.2.2023.269-286

Malthuf, M. and Hapiatun, M. (2024). Peningkatan kesejahteraan perekonomian perempuan rawan sosial ekonomi melalui program pemberdayaan kesejahteraan keluarga (pkk). Society, 15(1), 16-27. https://doi.org/10.20414/society.v15i1.11341

Mufrikhah, S. (2020). Keterbatasan kuota perempuan di parlemen lokal indonesia: analisis kondisi kultural dan institusional yang mempengaruhi rendahnya keterwakilan perempuan di dprd jawa tengah. JPW (Jurnal Politik Walisongo), 2(2), 47-66. https://doi.org/10.21580/jpw.v2i2.8070

Munggaran, T. (2023). Peran dan pengaruh perempuan dalam dinamika politik di indonesia. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 4(7), 804-817. https://doi.org/10.59141/jist.v4i7.653

Nadirah, N., Broto, M., & Alaydrus, A. (2023). Peran partai politik dalam menjamin representasi perempuan di dewan legislatif di berau. Jurnal Ilmiah Muqoddimah Jurnal Ilmu Sosial Politik Dan Hummaniora, 7(2), 447. https://doi.org/10.31604/jim.v7i2.2023.447-452

Norris, P. (2004). Electoral engineering: Voting rules and political behavior. Cambridge University Press.

Nurrohman, B., Mayrudin, Y., Astuti, D., & Maharani, R. (2023). Aktivisme politik kaum perempuan dalam partai politik: studi fenomenologi pada politisi perempuan di banten. Journal of Political Issues, 4(2), 137-151. https://doi.org/10.33019/jpi.v4i2.81

Partai Gerakan Indonesia Raya. (2023). Keputusan Partai Nomor 403 Tahun 2023 tentang Mekanisme Internal Partai dalam Penerapan Kuota Gender. DPP Partai Gerindra.

Paxton, P., & Hughes, M. M. (2017). Women, politics, and power: A global perspective (3rd ed.). SAGE Publications.

Phillips, A. (1995). The politics of presence. Oxford University Press.

Pitkin, H. F. (1967). The concept of representation. University of California Press.

Prabowo, A. and Harsono, M. (2021). Fenomena pengawasan market conduct di indonesia oleh otoritas jasa keuangan. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 2(07), 1084-1099. https://doi.org/10.36418/jist.v2i7.191

Prihatini, E. S. (2019). Islam, parties, and women's political nomination in Indonesia. Politics & Gender, 15(4), 834-858. https://doi.org/10.1017/S1743923X19000333

Putra, H. (2018). Mendorong transparansi dan akuntabilitas dana kampanye pada penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2018. Jppuma Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Sosial Politik Universitas Medan Area, 6(2), 112. https://doi.org/10.31289/jppuma.v6i2.1622

Rahardjo, M. (2017). Studi kasus dalam penelitian kualitatif: Konsep dan prosedurnya. Jurnal Penelitian Pendidikan, 17(1), 1-12.

Rahmatunnisa, M. (2016). Affirmative action dan penguatan partisipasi politik kaum perempuan. JWP (Jurnal Wacana Politik), 1(2). https://doi.org/10.24198/jwp.v1i2.11049

Ramli, A., Putri, D., & Kencana, N. (2022). Peran politik perempuan pada dewan pimpinan cabang partai persatuan pembangunan kota palembang. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 7(1). https://doi.org/10.36982/jpg.v7i1.2009

Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 2.

Republik Indonesia. (2017). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182.

Sakina, A. and A., D. (2017). Menyoroti budaya patriarki di indonesia. Share Social Work Journal, 7(1), 71. https://doi.org/10.24198/share.v7i1.13820

Saputra, H., Mutiarin, D., & Nurmandi, A. (2020). Analisis wacana: partisipasi perempuan dalam politik di indonesia tahun 2018 - 2019. Muwazah, 12(1), 89-110. https://doi.org/10.28918/muwazah.v12i1.2502

Saputri, R., Sukmajati, M., & Asriani, D. (2023). Political representation of women in parliament: a literature review and future research opportunities. JWP (Jurnal Wacana Politik), 8(2), 213. https://doi.org/10.24198/jwp.v8i2.46956

Sari, D. P., & Wulandari, R. (2020). Partisipasi politik perempuan dalam konteks budaya Sasak di Nusa Tenggara Barat. Jurnal Kajian Gender dan Anak, 4(1), 78-94.

Sawaludin, S., Haslan, M. M., & Basariah, B. (2022). Eksistensi dan peran elit dalam mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat Dusun Sade Desa Rambitan Lombok Tengah. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(4b), 2426-2432.

Schwindt?Bayer, L. (2009). Making quotas work: the effect of gender quota laws on the election of women. Legislative Studies Quarterly, 34(1), 5-28. https://doi.org/10.3162/036298009787500330

Siswadi, Y. (2022). Feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir: Kritik terhadap konstruksi sosial perempuan dalam masyarakat patriarki. Jurnal Filsafat Gender, 8(2), 134-148.

Soetjipto, A. (2023). Perempuan muda dan partai politik : dari descriptive participation menuju substantive representation. Jurnal Perempuan, 28(2), 87-100. https://doi.org/10.34309/jp.v28i2.844

Suprayatma, A. and Nurhandjati, N. (2024). Birokrat dan pilkada: motif pencalonan birokrat dalam pilkada lombok tengah tahun 2020. Jurnal Sosial Politik, 10(1), 87-97. https://doi.org/10.22219/jurnalsospol.v10i1.34224

Supriyanto, D. (2024). Problematika teknis penghitungan kuota gender dalam sistem pemilu Indonesia. Jurnal Konstitusi, 21(1), 89-106.

Sutarto, S. and Pradana, A. (2022). Analisis proses rekrutmen calon legislatif perempuan di dpd partai nasdem pada pemilu tahun 2014 (studi di kantor dpd partai nasdem kota medan). Jurnal Ilmiah Metadata, 4(1), 53-80. https://doi.org/10.47652/metadata.v4i1.292

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. UN General Assembly.

Wada, L. (2022). Representasi perempuan dalam pemilihan umum legislatif di kabupaten belu tahun 2019. Jurnal Sosial Dan Sains, 2(8), 843-852. https://doi.org/10.36418/jurnalsosains.v2i8.472

Yoon, M. (2004). Explaining women's legislative representation in sub?saharan africa. Legislative Studies Quarterly, 29(3), 447-468. https://doi.org/10.3162/036298004x201258

Yoteni, A., Nurlatifah, N., & Pramana, R. (2023). Peran media massa dalam mendorong partisipasi politik perempuan untuk memperkuat demokrasi di indonesia. Action Research Literate, 7(9), 72-78. https://doi.org/10.46799/arl.v7i9.158

ZA, I. and Yunita, A. (2022). Penguatan kesadaran politik kaum remaja perempuan melalui kajian regulasi kuota 30% perempuan di lembaga legislatif. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 6(1), 719. https://doi.org/10.31764/jmm.v6i1.6603

Zhai, M., Saarimäki, H., & Hietanen, J. (2025). The perception of eye contact is associated with men’s need to belong, self-esteem, and loneliness. Plos One, 20(3), e0319974. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0319974

Downloads

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Syahri, M. S. R. U., Alqadri, B., & Hadi, M. S. (2025). Rendahnya Representasi Perempuan dalam Pencalonan Anggota Legislatif di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Empiricism Journal, 6(2), 770-786. https://doi.org/10.36312/ej.v6i2.2803