Studi Sosial Ekonomi Nelayan di Kawasan Konservasi Perairan Gili Tangkong Nanggu dan Gili Sudak (Gita Nada)

Authors

  • Atifatul Iman Universitas Mataram
  • Syarif Husni Universitas Mataram
  • Sri Mulyawati Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v6i2.2815

Keywords:

Kawasan Konservasi Perairan, Sosial Ekonomi, Pendapatan Nelayan

Abstract

Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada merupakan salah satu dari 9 kawasan konservasi perairan yang telah ditetapkan di Nusa Tenggara Barat. Pembentukan kawasan konservasi bertujuan untuk melestarikan dan melindungi sumber daya serta memberikan manfaat kepada masyarakat secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan. Masyarakat banyak memanfaatkan kawasan konservasi perairan dengan menjadi nelayan dan melakukan penangkapan ikan disalah satu zona yakni zona perikanan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan nelayan di Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada dan menganalisis faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pendapatan nelayan Kawasan Konsevasi Perairan Gita Nada Kabupaten Lombok Barat.. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif. Unit analisis penelitian ini adalah nelayan perikanan tangkap pada Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada di Kabupaten Lombok Barat. Teknik penentuan daerah sampel dilakukan secara Purposive Sampling yakni Desa Sekotong Barat, dengan pertimbangan bahwa Desa Sekotong Barat merupakan bagian dari Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada dan memiliki jumlah nelayan terbanyak. Penentuan responden menggunakan teknik Random Sampling yang terdiri dari 38 nelayan. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan usaha dan analisis Regresi Linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan nelayan di Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada adalah sebesar Rp 27.326.401 pertahun atau Rp 2.277.200 perbulan dan faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan nelayan adalah tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, produksi, harga ikan dan biaya produksi. Sedangkan faktor sosial ekonomi yang tidak berpengaruh adalah umur, pengalaman nelayan, kekuatan mesin perahu dan trip.

Socioeconomic study of Fisherman in the Marine Protected Areas of Gili Tangkong Nanggu and Gili Sudak (Gita Nada)

Abstract

Gita Nada Marine Conservation Area is one of 9 marine conservation areas that have been designated in West Nusa Tenggara. The community makes extensive use of the marine conservation area by becoming fishermen and fishing in one of the zones, namely the sustainable fisheries zone. This study aims to analyze the income level of fishermen in the Gita Nada Marine Conservation Area and analyze the socio-economic factors that influence the income of fishermen in the Marine Conservation Area of Gita Nada, West Lombok Regency. The analysis method used is the descriptive method. The unit of analysis of this study is the capture fisherman in the Gita Nada Marine Conservation Area in West Lombok Regency. The technique for determining the sample area was carried out using the Purposive Method, namely West Sekotong Village, with the consideration that West Sekotong Village is part of the Gita Nada Marine Conservation Area and has the largest number of fishermen. Determination of respondents using the Purposive Sampling technique consisting of 38 fishermen. The types of data used are qualitative data and quantitative data with primary and secondary data sources. The data analysis used is business income analysis and Multiple Linear Regression Analysis. The results of the study show that, The income of fishermen in the Gita Nada Marine Conservation Areas is Rp 27,326,401 per year or Rp 2,277,200 per month (2) Socio-economic factors that have a significant effect on fishermen's income are education level, number of family members, production, fish prices and production costs. While socio-economic factors that do not have an effect are age, fishermen's experience, boat engine power and trips.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Angriani, N., & Wuryantoro, A. (2019). Studi Tingkat Kemiskinan Rumah Tangga Nelayan Di Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Agrimansion, 20(1), 1–9.

Apriwinata, C. dan Mardiana. 2014. Peranan Subsektor Perikanan Laut dan Budidaya dalam Meningktakan perekonomian Provinsi Riau Periode 2007-2011. Jurusan Ilmu Ekonomi. Fakultas Ekonomi Universitas Riau.

Azizi, Putri, E. I. K., & Fahrudin, A. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Memeprngaruhi Perubahan Pendapatan Nelayan Akibat Variablilitas Iklim (Kasus: Desa Muara Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang). Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 12(2), 225–233.

DKP LOBAR 2024. Buku Profil Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat Tahun 2023. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat.

DKP. Provinsi NTB. 2022. Buku Profil Dinas Kelautan dan Perikanan Tahun 2022.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Fitriani, I., Sawiji, A., & Noverma, N. (2021). Estimasi Pendapatan Dan Tingkat Kerentanan Penghidupan Nelayan Dalam Menghadapi Variabilitas Musim Di Kabupaten Lumajang. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 16(2), 207. https://doi.org/10.15578/jsekp.v16i2.9543

Fitriani, N. A., Rachim A., dan Abu Ilham. (2023). Pengaruh Pendidikan dan Modal Usaha Terhadap Pendapatan Nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Samarinda. Educational Studies: Conference Series. 3(2).

Husni, S. & Nursan, M. (2023). Studi Sosial Ekonomi Perikanan Tangkap Skala Kecil di Kabupaten Sumbawa Barat. Agroteksos. Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian. 33(1), 209–218.

Iry, N., & Rain, D. S. (2020). Analisis Pengaruh Biaya Operasional Terhadaap Pendapatan Nelayan Di Kabupaten Mimika. JURNAL KRITIS (Kebijakan, Kritis, Dan Inovasi), 4(1), 38–61.

Jufri. 2019. Strategi bertahan hidup rumah tangga nelayan miskin di Desa Bangko Pusaka Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir. Universitas Riau.

KKP.2018. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.93/MEN-KP/2018 Tentang Kawasan Konservasi Perairan Gili Tangkong, Gili Nanggu, Gili Sudak dan Perairan Sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Laksmi, L. D., Ghofar, A. & Wijayanto D. (2015). Analisis Bioekonomi Perikanan Rajungan (Portunus pelagicus) Di Perairan Demak. Diponegoro Journal of Maquares. 4(2010), 145–149. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/maquares.

Lukum, R., Hafid, R., & Mahmud, M. (2023). Pengaruh Perubahan Musim Terhadap Pendapatan Nelayan. Journal of Economic and Business Education, 1(1), 115–123. https://doi.org/10.37479/jebe.v1i1.18687

Rahim, A., Hastuti, D. R. D., Syahma, A., & Firmansyah. (2018). Pengaruh Lama Melaut, Kekuatan Mesin Tempel, dan Karakteristik Responden Terhadap Pendapatan Nelayan Tangkap Tradisional di Kabupaten Takalar.49. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 2(1), 49–57. http://ejournal2.undip.ac.id/index.php/agrisocionomics

Rahmah, W. (2017). Pengaruh Variabel Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Nelayan (Studi pada Rumah Tangga Nelayan di Pesisir Pantai Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo Jawa Timur). Universitas Brawijaya. Malang.

Supriharyono. 2007. Konservasi Ekosistem Sumber daya Hayati di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis. Yogyakarta (ID): Pustaka Pelajar.

Yuliana, Zakaria, W.A. & Adawiyah, R. (2013). Ketahanan Pangan Rumah Tangga Nelayan di Kecamatan Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung. Jurnal JIIA, 1(2), 181-186.

Zahara, Siskawati, E. & Westi, G. (2024). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Nelayan Di Kecamatan Sutera , Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Akuntansi, Bisnis dan Ekonomi Indonesia. 3(2);21-29.

Downloads

Published

2025-06-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Iman, A., Husni, S., & Mulyawati, S. (2025). Studi Sosial Ekonomi Nelayan di Kawasan Konservasi Perairan Gili Tangkong Nanggu dan Gili Sudak (Gita Nada). Empiricism Journal, 6(2), 452-462. https://doi.org/10.36312/ej.v6i2.2815