Efektifitas Penyuluhan Berbasis Digital dalam Mendukung Inovasi Pertanian Berkelanjutan di Kecamatan Seteluk

Authors

  • Dian Dwi Maryati Universitas Teknologi Sumbawa
  • Umar Umar Universitas Teknologi Sumbawa

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3069

Keywords:

Penyuluhan Digital, Inovasi Pertanian, Pertanian Berkelanjutan, Adopsi Teknologi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penyuluhan berbasis digital dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya dalam mendukung inovasi pertanian berkelanjutan di Kecamatan Seteluk. Menggunakan desain mixed-methods sequential explanatory, penelitian ini mengombinasikan survei kuantitatif terhadap 359 petani yang dipilih melalui proportional random sampling dengan wawancara kualitatif mendalam bersama 17 informan kunci (10 petani, 5 penyuluh, 2 pejabat dinas) yang dipilih secara purposive sampling. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa penyuluhan digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi inovasi (p < 0.05), dengan R² sebesar 0.458, yang mengindikasikan kontribusi substansial. Namun, uji ANOVA mengungkap adanya disparitas yang signifikan dalam tingkat inovasi antardesa. Analisis kualitatif mengidentifikasi tiga hambatan utama: (1) kesenjangan kompetensi digital baik di tingkat petani maupun penyuluh; (2) kesenjangan infrastruktur digital yang tidak merata; dan (3) diskoneksi metode, di mana konten digital seringkali gagal mereplikasi interaksi dan pembelajaran praktik dari penyuluhan konvensional. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas penyuluhan digital sangat bergantung pada model hibrida yang memposisikan teknologi sebagai suplemen, bukan pengganti, dari interaksi tatap muka. Penelitian ini mengisi celah literatur terkait efektivitas model penyuluhan digital hibrida di tingkat kecamatan yang jarang diteliti secara simultan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, memberikan implikasi penting bagi perumusan kebijakan penyuluhan yang lebih inklusif dan adaptif di era digital.

Effectiveness of Digital-Based Extension in Supporting Sustainable Agricultural Innovation in Seteluk Sub-District

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of digital-based agricultural extension and identify its inhibiting factors in supporting sustainable agricultural innovation in Seteluk District. Using a sequential explanatory mixed-methods design, this research combines a quantitative survey of 359 farmers, selected through proportional random sampling, with in-depth qualitative interviews with 17 key informants (10 farmers, 5 extension agents, 2 officials) selected via purposive sampling. The regression analysis results show that digital extension has a positive and significant influence on innovation adoption (p < 0.05), with an R² of 0.458, indicating a substantial contribution. However, ANOVA tests reveal significant disparities in innovation levels among villages. The qualitative analysis identifies three primary barriers: (1) a digital competency gap among both farmers and extension agents; (2) an uneven digital infrastructure gap; and (3) a methodological disconnect, where digital content often fails to replicate the interaction and practical learning of conventional extension services. These findings confirm that the effectiveness of digital extension is highly dependent on a hybrid model that positions technology as a supplement, not a replacement, for face-to-face interaction. This study fills a literature gap concerning the effectiveness of hybrid digital extension models at the district level, which are rarely studied simultaneously using quantitative and qualitative approaches, providing important implications for formulating more inclusive and adaptive extension policies in the digital era.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publication.

Faisal. (2020). Peran penyuluhan pertanian sebagai upaya peningkatan peran kelompok tani (Studi kasus di Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung). Agribis: Jurnal Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tulungagung, 6(1), 46–54.

FAO. 2021. The State of Food and Agriculture 2021. Making agrifood systems more resilient to shocks and stresses. Rome, FAO.

Firmansyah, A., Sumardjo, Fatchiya, A., & Sadono, D. (2024). Peran penyuluh swasta dalam transformasi perilaku masyarakat melalui pemberdayaan berbasis inovasi Biocyclo Farming. Jurnal Penyuluhan, 20(1), 14–28.

Hair, J. F., Jr., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2014). Multivariate data analysis (7th ed.). Pearson Education.

Halawa, D. N. (2024). Peran teknologi pertanian cerdas (Smart Farming) untuk generasi pertanian Indonesia. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 6(2), 502–512.

Kustiari, T., & Budiman, Y. A. (2023). Peningkatan kinerja digital penyuluh pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Jurnal Penyuluhan, 19(2), 257–274.

Latif, A., Ilsan, M., & Rosada, I. (2022). Hubungan peran penyuluh pertanian terhadap produktivitas petani padi (Studi kasus Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru). WIRATANI: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 5(1), 11–21.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publication.

Moleong. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Moonti, A., Bempah, I., Saleh, Y., & Adam, E. (2022). Penyuluhan pertanian berbasis teknologi informasi di Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis (JEPA), 6(1), 62–78.

Mukti, G. W., & Kusumo, R. A. B. (2021). Pertanian berkelanjutan: Sebuah upaya untuk memadukan pengetahuan formal dan informal petani (Kasus pada petani hortikultura di Provinsi Jawa Barat). Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7(2), 1141–1160.

Nurida, Evahelda, & Sitorus, R. (2024). Peran penyuluh pertanian dalam pendampingan petani milenial. Jurnal Penyuluhan, 20(1), 84–95.

Partini, Wastutiningsih, S. P., Nugroho, N. C., & Fatonah, S. (2024). Tantangan menjadi penyuluh kekinian di era disrupsi. Jurnal Penyuluhan, 20(1), 29–40.

Patton. (2015). Remaja Rosdakarya. SAGE Publication.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research methods for business: A skill-building approach (7th ed.). Wiley.

Solihin, O., Anggreany, S., Rais, R., & Siregar, B. (2023). Komunikasi digital untuk motivasi generasi Z meningkatkan keterlibatan dalam bidang pertanian Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 41(2), 79–95.

Sugihono, C., Hariadi, S. S., & Wastutiningsih, S. P. (2024). Integrasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan layanan penyuluhan pertanian. Jurnal Penyuluhan, 20(4), 178–190.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tapi, T., Mikhael, & Makabori, Y. Y. (2024). (2024). Transformasi penyuluhan pertanian menuju Society 5.0: Analisis peran teknologi informasi dan komunikasi. Journal of Sustainable Agriculture Extension, 2(1), 37–47.

United Nations. (2020). Roadmap for digital cooperation: Report of the Secretary-General. https://digitallibrary.un.org/record/3978036

Umi, A. R. L., & Sudrajat, R. H. (2024). Peran komunikasi penyuluh pertanian dalam mengenalkan teknologi digital Petani Apps pada pelaku kegiatan pertanian. Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah Dan Komunikasi (JRMDK), 6(2), 194–206.

Wibowo, E. T. (2020). Pembangunan ekonomi pertanian digital dalam mendukung ketahanan pangan (Studi di Kabupaten Sleman: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Ketahanan Nasional, 26(2), 204–228.

Downloads

Published

2025-09-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Maryati, D. D., & Umar, U. (2025). Efektifitas Penyuluhan Berbasis Digital dalam Mendukung Inovasi Pertanian Berkelanjutan di Kecamatan Seteluk. Empiricism Journal, 6(3), 1084-1090. https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3069