Analisis Pendapatan dan Pola Konsumsi Rumah Tangga Petani Berprevalensi Stunting di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah

Authors

  • Helmiatun Isnanda Universitas Mataram
  • Candra Ayu Universitas Mataram
  • Baiq Rika Ayu Febrilia Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3363

Keywords:

Pendapatan, Pola Konsumsi, Prevalensi Stunting, Pangan

Abstract

Wilayah sentra produksi pangan seperti Kecamatan Pujut di Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan paradoks dengan tingginya prevalensi stunting meskipun sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan ekonomi produktif, pendapatan, dan pola konsumsi rumah tangga petani berprevalensi stunting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan unit analisis berupa rumah tangga petani yang memiliki balita stunting. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive pada wilayah dengan angka stunting tertinggi, melibatkan 27 responden yang dipilih melalui metode quota sampling, masing-masing 14 responden di Desa Sengkol dan 13 responden di Desa Tanak Awu. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan pendapatan rumah tangga dan konsumsi per kapita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pendapatan rumah tangga petani berasal dari sektor pertanian dan non-pertanian. Rata-rata pendapatan bersih setelah konsumsi sebesar Rp 6.319.415,44 per tahun, menunjukkan kondisi ekonomi yang masih rentan. Pola konsumsi didominasi oleh beras, sementara konsumsi protein hewani dan sayuran/buah tergolong rendah. Ketidakberagaman konsumsi serta rendahnya pendapatan menjadi faktor utama tingginya angka stunting. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi peningkatan pendapatan dan edukasi gizi seimbang. Kebaruan studi ini terletak pada pendekatan simultan terhadap pendapatan dan konsumsi rumah tangga di wilayah sentra pangan yang belum banyak diteliti sebelumnya.

Analysis of Income and Consumption Patterns of Farmers Households with Stunting Prevalence in Pujut District Central Lombok Regency

Abstract

Food-producing regions such as Pujut District in Central Lombok Regency present a paradox, where high stunting prevalence persists despite the majority of the population working as farmers. This study aims to analyze the productive economic activities, income levels, and consumption patterns of farmer households with stunting prevalence. A quantitative descriptive method was employed, with the unit of analysis being farmer households with stunted toddlers. The study area was selected purposively based on the highest stunting rates, involving 27 respondents chosen through quota sampling 14 from Sengkol Village and 13 from Tanak Awu Village. Data were collected through interviews and observations, and analyzed using household income and per capita consumption approaches. Results indicate that household income sources stem from both agricultural and non-agricultural sectors. The average net income after consumption was IDR 6,319,415.44 per year, reflecting economic vulnerability. Consumption patterns were dominated by rice, while intake of animal protein and fruits/vegetables remained low. Limited dietary diversity and low income were identified as key factors contributing to the high stunting prevalence. This study underscores the importance of income enhancement and balanced nutrition education. The novelty of this research lies in its simultaneous analysis of household income and consumption in a food-producing area with high stunting prevalence an aspect rarely explored in previous studies.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustin, I. (2022). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pola Konsumsi Pangan Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit Rakyat di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA), 6(2), 3245.

Al Ulul, U., Sinatrya, A., & Nadhiroh, S. (2023). TInjauan Literatur: Hubungan Antara Keragaman Pangan dengan Stunting pada Balita. Amerta Nutrition, 147-153.

Arida, A., Sofyan, S., & Fadhiela, K. (2021). ). Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Berdasarkan Proporsi Pengeluaran Pangan dan Konsumsi Energi (Studi Kasus pada Rumah Tangga Petani Peserta Program Desa Mandiri Pangan di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar). Jurnal Agrisep, 20-34.

Asa, A. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Beras di Desa Babotin Maemina Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka. Jurnal Agribisnis Lahan Kering, 2(2), 93-102

Aulia, D., Chaidar, R., Windianti, S., & dkk. (2024). Ketahanan Pangan Rumah Tangga Dengan Kejadian Stunting pada Balita Posyandu Cipapagan Kelurahan Sirnagalih, Kota Tasikmalaya Tahun 2024 . Nutrition Scientific Journal, 52-58.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. (2022). Analisis Pola Konsumsi Pangan Kota Malang Tahun 2022. Malang: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Febriyanti, E. (2023). Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Fitiranda, M. I. (2020). Hubungan Tingkat Kesejahteraan Keluarga Dengan Status Gizi Pada Balita di Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Jurnal Mahasiswa Pertanian.

Heryanah. (2015). Ageing Population dan Bonus Demografi Kedua di Indonesia. Jurnal Populasi, 23(2), 1-16. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Ilyas. (1998). Macam-macam Bentuk Keluarga Berdasarkan Jumlah tanggungan Keluarga. Jakarta: Binaputra Saputra.

Juliasih, D. R. (2013). Pengaruh Konsumsi Pangan Terhadap Status Gizi Anak Jalanan Pada Komunitas Sanggar Alang-Alang Di Kawasan Joyoboyo Surabaya. Jurnal Tata Boga, 2(1).

Kartika, R., & Martianto, D. (2022). Optimasi Konsumsi Pangan pada Rumah Tangga dengan Pendapatan 20 Persen Terendah di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Gizi Dietetik, 165-172.

Kementerian Pertanian. 2024. Buletin Konsumsi Pangan Vol. 15 No. 1. Pusat Data dan Informasi Pertanian.

Mandalika, E. N., & Rakhman, A. (2024). Analisis Kemiskinan Rumah Tangga Petani Kedelai Pada Wilayah Lahan Kering Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Agroteksos, 250-258.

Mandalika, E. N., Ayu, C., & Danasari, I. F. (2023). Faktor-Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Kedelai di Wilayah Lahan Kering Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Agroteksos, 654-660.

Rahim, & Hastuti. (2007). Ekonomi Penelitian. Jakarta: Penebar Swadaya.

Romayanti, E., Dasipah, E., & Gantini, T. (2024). Fakor-faktor Yang Mempengaruhi Pola Konsumsi Pangan Pada Rumah tangga Tani Di Kabupaten Bandung Barat. Orchid Agri, 6-7.

Sandi, A., Gusriati, & Gusvita, H. (2019). Pendapatan dan Pola Konsumsi Rumah Tangga Petani Karet Di Desa Kota Baru Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu. Unes Journal Mahasiswa Pertanian (UJMP), 171-180.

Sihite, N. W., Nazarena, Y., Ariska, F., & Terati. (2021). Analisis Ketahanan Pangan Dan Karakteristik Rumah Tangga Dengan Kejadian Stunting. Jurnal Kesehatan Manarang, 59-66.

Soekartawi. (2006). Analisis Usahatani. Jakarta: UI-Press.

Soekartawi. (2011). Analisis Usahatani. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Sumodiningrat, G., Kuncoro, M., & (Penulis Lain). (2002). Ekonomi Pertanian di Indonesia: Perkembangan dan Peranan Modeling. Jakarta: PAU-EK-UI

Suparmoko, M. (2011). Teori Ekonomi Mikro. Yograkarta: BPFE.

Suratiyah, K. (2015). Ilmu Usahatani. Jakarta: Penerbit Swadaya.

Yudaningrum, A. (2011). Analisis Hubungan Proporsi Pengeluaran dan Konsumsi Pangan dengan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani di Kabupaten Kulon Progo. Skripsi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Yunita, L. (2024). Hubungan Status Gizi Buruh dengan Kejadian Stunting Anak di Wilayah Industri. Jurnal Pangan, Gizi, dan Kesehatan, 4(1), 15-23.

Downloads

Published

2025-09-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Isnanda, H., Ayu, C., & Febrilia, B. R. A. (2025). Analisis Pendapatan dan Pola Konsumsi Rumah Tangga Petani Berprevalensi Stunting di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Empiricism Journal, 6(3), 1219-1230. https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3363