Produktivitas Kambing Perah Peranakan Ettawa (PE) pada Tingkat Kelompok Tani Ternak (KTT) di Lombok Timur (Studi Kasus Body Condition Score dan Grade)

Authors

  • Muhammad Dohi Universits Mataram
  • Ica Ayu Wandira Universitas Mataram
  • Ine Karni Universitas Mataram
  • I Nyoman Sadia Universitas Mataram
  • Haryanto Haryanto Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3630

Keywords:

Produktivitas, Kambing PE, Kelompok Tani Ternak (KTT, Body Condition Score (BCS) dan Grade

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas kambing Peranakan Ettawa (PE) di Kabupaten Lombok Timur dengan fokus pada Body Condition Score (BCS) dan Grade kambing pada tingkat Kelompok Tani Ternak (KTT). Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pemilihan desa sampel berdasarkan keberadaan KTT kambing PE. Responden terdiri dari 60 peternak yang dipilih secara sensus di tiga kecamatan di Lombok Timur. Variabel yang diamati mencakup BCS dan Grade kambing PE pada kelompok umur 0,8–12 bulan, >12–18 bulan, dan >18–24 bulan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Arithmetic Mean dan Standar Deviasi dengan perangkat lunak MS Excel 2007 dan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 KTT dengan total populasi kambing PE sebanyak 258 ekor, terdiri dari 110 ekor jantan dan 148 ekor betina, dengan rata-rata kepemilikan kambing per peternak sekitar 4,3 ekor. Pada kambing jantan, nilai BCS 2.0 ditemukan pada 43,1% kambing umur 0,8–12 bulan, 52,0% pada umur >12–18 bulan, dan 59,3% pada umur >18–24 bulan. Nilai BCS 3.0 ditemukan pada 56,9% kambing umur 0,8–12 bulan, 48,0% pada umur >12–18 bulan, dan 40,7% pada umur >18–24 bulan. Untuk Grade, kambing jantan umur 0,8–12 bulan sebagian besar (84,5%) mencapai Grade B, dengan hanya 37% mencapai Grade B pada umur >18–24 bulan. Pada kambing betina, nilai BCS 2.0 ditemukan pada 55,0% kambing umur 0,8–12 bulan dan 54,5% pada umur >18–24 bulan, sementara nilai BCS 3.0 ditemukan pada 45,0% kambing umur 0,8–12 bulan dan 72,7% pada umur >12–18 bulan. Grade C mendominasi pada kambing betina umur >12–18 bulan dan >18–24 bulan. Tidak ditemukan kambing dengan BCS 4.0 atau 5.0 serta Grade A, yang kemungkinan disebabkan oleh penurunan genetik dan kurangnya perhatian terhadap kualitas serta kuantitas pakan, terutama pakan penguat.

Productivity of Ettawa Crossbreed Dairy Goats (PE) at The Farmers Group (KTT) In East Lombok (Case Study of Body Condition Score and Grade)

Abstract

This study aims to evaluate the productivity of Peranakan Ettawa (PE) goats in East Lombok Regency, focusing on the Body Condition Score (BCS) and Grade of goats at the farmer group (Kelompok Tani Ternak, KTT) level. The study used a survey method, with sample villages selected based on the presence of PE goat farmer groups. Respondents consisted of 60 farmers chosen by census from three subdistricts in East Lombok. The variables observed include BCS and Grade of PE goats in the age groups of 0.8–12 months, >12–18 months, and >18–24 months. The collected data were analyzed using Arithmetic Mean and Standard Deviation with MS Excel 2007 and discussed descriptively. The results showed that there were 6 target KTTs with a total population of 258 PE goats, consisting of 110 male and 148 female goats, with an average of 4.3 goats per farmer. For male goats, BCS 2.0 was found in 43.1% of goats aged 0.8–12 months, 52.0% at >12–18 months, and 59.3% at >18–24 months. BCS 3.0 was found in 56.9% of goats aged 0.8–12 months, 48.0% at >12–18 months, and 40.7% at >18–24 months. For Grade, 84.5% of male goats aged 0.8–12 months achieved Grade B, with only 37% reaching Grade B at >18–24 months. For female goats, BCS 2.0 was found in 55.0% of goats aged 0.8–12 months and 54.5% at >18–24 months, while BCS 3.0 was found in 45.0% of goats aged 0.8–12 months and 72.7% at >12–18 months. Grade C dominated in female goats aged >12–18 months and >18–24 months. No goats with BCS 4.0 or 5.0 or Grade A were found, which is likely due to genetic decline and a lack of attention to the quality and quantity of feed, especially supplemental feed.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiati, U. dan Priyanto, D. (2011). Karakteristik Morfologi Kambing PE di Dua Lokasi Sumber Bibit. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2011 (472-478)

Akbar, R., Indrijani, H., & Salman, L. (2019). Analisis perbandingan performa reproduksi kambing saanen dan peranakan etawa (kasus di bbptu-hpt baturraden) reproduction of saanen and peranakan etawa goat performance comparative analysis (case study at bbptu-hpt baturaden). Janhus Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science, 3(2), 27. https://doi.org/10.52434/janhus.v3i2.683

Ali, M. (2019). Pemanfaatan limbah peternakan kambing peranakan etawa (pe) untuk mendukung usaha tani pekarangan. Jurnal Warta Desa (Jwd), 1(1). https://doi.org/10.29303/jwd.v1i1.22

Amalo, F., Wuri, D., Selan, Y., Almet, J., Widi, A., Maha, I., … & Simarmata, Y. (2020). Peningkatan perekonomian masyarakat melalui program peternakan kambing peranakan etawa (pe) di desa camplong ii, kecamatan fatuleu, kabupaten kupang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan, 5(1). https://doi.org/10.35726/jpmp.v5i1.408

Amalyadi, R., Karni, I., Aminurrahman, A., Septian, I., & Sulistiani, B. (2025). Evaluasi ekonomi integrasi sumberdaya lokal tanaman dan kambing kacang di lombok tengah. Bulletin of Applied Animal Research, 7(2), 122-130. https://doi.org/10.36423/baar.v7i2.2354

Anonim, (2023). Mengenal Bibit Kambing Peranakan Ettawa (PE) sesuai SNI 7352-1: 2015. Balai Penerapan Modernisasi Pertanian. Bangka Belitung. Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian. https://babel.brmp.pertanian.go.id.

Ariyanto, B., Nugraha, W., & Suhendra, D. (2021). Identifikasi lokasi dan performa fisik kambing perah di desa mranggen kecamatan srumbung kabupaten magelang provinsi jawa tengah. Buletin Peternakan Tropis, 2(2), 98-102. https://doi.org/10.31186/bpt.2.2.98-102

Dohi, M., Kertanegara, K., Sadia, I., Asih, A., & Pany, H. (2023). Study of ettawa crossbreed’s grade for source at livestock farmer in east lombok regency (case study on livestock farmers). Jurnal Biologi Tropis, 23(2), 373-377. https://doi.org/10.29303/jbt.v23i2.6345

Galih, (2010). Membedakan Kambing Peranakan Ettawa Berdasarkan Grade dan Visual. http://misteergalih.wordpress.com/2010/03/10/membedakan-kambing-peranakan- ettawa-berdasarkan-grade-dan-visual/

Hardjosubroto, W. (1994). Aplikasi Pemuliabiakan Ternak di Lapangan. PT Gramedia Widya Sarana Indonesia, Jakarta.

Kardiandi, K., Ba’a, L., & Aku, A. (2021). Pengaruh pemberian pakan daun lamtoro (leucaena leucocephala) dan bakau (sonneratia alba) terhadap penampilan produksi kambing peranakan ettawa (pe). Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo, 3(1). https://doi.org/10.56625/jipho.v3i1.16894

Kardiandi, K., Ba’a, L., & Aku, A. (2021). Pengaruh pemberian pakan daun lamtoro (leucaena leucocephala) dan bakau (sonneratia alba) terhadap penampilan produksi kambing peranakan ettawa (pe). Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo, 3(1). https://doi.org/10.56625/jipho.v3i1.16894

Kholik, K., Qadriyah, D., Supriadi, S., Atma, C., Riwu, K., & Rahmawati, S. (2023). Deteksi parasit darah pada sapi bali di balai pembibitan ternak dan hijauan makanan ternak di pulau sumbawa. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (Jitpi) Indonesian Journal of Animal Science and Technology, 9(2), 89-99. https://doi.org/10.29303/jitpi.v9i2.192

Luginbuhl, J.M., M.H Poore, J.P Mueller dan J. T Green. (1998). Breeding and Kidding Management in the Goat Herd. Department of Animal Science, NCSU.

Mara, I., Sasono, M., Pramana, Y., Fitri, I., Handayani, F., Pratama, I., … & Musyahadati, S. (2025). Sosialisasi dan pelatihan pembuatan pakan bernutrisi dengan metode fermentasi rumput gajah sebagai upaya peningkatan kualitas hewan ternak di desa borok toyang. Jurnal Wicara Desa, 3(2), 351-357. https://doi.org/10.29303/wicara.v3i2.6735

Markel, R. C. dan Subandriyo. (1997). Sheep and Goat Production Handbook for Southeast Asia. 3rd ed. CV Ekha Putra, Bogor.

Mattjik, A. A., I. M. Sumertajaya. 2000. Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab Jilid 1. Bogor (ID): IPB Press.

Musaffak, T., Sumartono, S., & Humaidah, N. (2021). Perbedaan kualitas semen segar, cair dan beku kambing peranakan etawah dan kambing saanen. International Journal of Animal Science, 4(03), 75-84. https://doi.org/10.30736/asj.v4i03.71

Noer, A., (2007). Mari Beternak Kambing PE. http://www.banjarjabar.go.id/rddesign. 22-03-2009

Nugroho, I., Rizqiana, S., & Syarifuddin, N. (2023). Performa kambing peranakan etawah (pe) jantan yang memperoleh suplementasi urea moringa molasses multinutrien block (ummmb) dalam ransum. JPPLB, 3(1), 20-28. https://doi.org/10.20527/jpplb.v3i1.1729

Pakpahan, S., Artama, W., Widayanti, R., & Budisatria, I. (2018). Variasi genetik kambing benggala di kabupaten manggarai barat berdasarkan metode random amplified polymorphic dna. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (Jbbi), 5(2), 222. https://doi.org/10.29122/jbbi.v5i2.2943

Pamungkas, F. A., A. Batubara, M. Doloksaribu dan E. Sihite. (2009). Potensi Beberapa Plasma Nutfah Kambing Lokal Indonesia. Petunjuk Teknis. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian.

Paramitha, D. (2020): “Studi Body Condition Score (BCS) Kambing Peranakan Ettawa di Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah“ Skripsi S1 Fakultas Peternakan Universitas Mataram.

Phalepi, M. A. (2004). Performa kambing Peranakan Etawah (Studi kasus dipeternakan Pusat Pertanian dan Pedesaan Swadaya Citarasa). Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Puspandhani, M. (2024). Kebersihan kandang ternak dengan kualitas air sumur gali di desa muara kabupaten cirebon. jtm, 5(2), 188193. https://doi.org/10.36312/jtm.v5i2.2778

Rifa’i, R., Amam, A., Surjowardojo, P., & Susilorini, T. (2022). Morfometri kambing senduro plasma nuftah kabupaten lumajang, provinsi jawa timur. Buletin Plasma Nutfah, 27(2), 133. https://doi.org/10.21082/blpn.v27n2.2021.p133-140

Rizqan, R., Roza, E., Susanty, H., Suhartati, L., & Ananda, A. (2024). Pelatihan manajemen pakan dan pemeliharaan kambing peranakan etawa untuk meningkatkan kinerja peternak dipeternakan azhar farm payakumbuh. Jurnal Hilirisasi Ipteks, 7(2), 192-201. https://doi.org/10.25077/jhi.v7i2.790

Rizqan, R., Roza, E., Susanty, H., Suhartati, L., & Ananda, A. (2024). Pelatihan manajemen pakan dan pemeliharaan kambing peranakan etawa untuk meningkatkan kinerja peternak dipeternakan azhar farm payakumbuh. Jurnal Hilirisasi Ipteks, 7(2), 192-201. https://doi.org/10.25077/jhi.v7i2.790

Santoso, S., Puspitasari, G., Muktiani, A., Sunarso, S., & Purnomoadi, A. (2015). A study on the use of fecal characteristics for feed digestibility determination in goat. Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture, 40(1). https://doi.org/10.14710/jitaa.40.1.59-67

Setiadi, B. D. Priyanto., B. Sudaryanto dan tubuh pada domba persilangan domba Ekor Gemuk dengan pejantan Merino. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Peternakan. Pengolahan dan Hasil-hasil Penelitian. Buku kedua. Balai Penelitian Ternak. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian, Bogor : 457-462.

Setiawan, D. (2024). Deskripsi dan karakteristik morfometri kambing peranakan etawa yang terintegrasi dengan tanaman lada. Jurnal Galung Tropika, 13(3), 390-398. https://doi.org/10.31850/jgt.v13i3.1220

Sumadi, (2001). Estimasi dinamika populasi dan out put kambing Peranakan Etawah di Kabupaten Kulon Progo. Buletin Peternakan 25 (4): 161-171.

Villaquiran, M.,T.A. Gipson, R.C. Merkel, A. L. Goetsch, dan Sahlu, T. (2004). Body Condition Scores in Goats. Langston University. America.

Warman, A., Sari, R., Atmoko, B., & Budisatria, I. (2021). Kinerja induk kambing peranakan etawah dan bligon masa laktasi. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 23(3), 219. https://doi.org/10.25077/jpi.23.3.219-229.2021

Warman, A., Sari, R., Atmoko, B., & Budisatria, I. (2021). Kinerja induk kambing peranakan etawah dan bligon masa laktasi. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 23(3), 219. https://doi.org/10.25077/jpi.23.3.219-229.2021

Zein, R. and Rahmatullah, S. (2022). Evaluasi morfometrik dan umur kawin pertama kambing peranakan ettawa betina di kota samarinda. Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 3(2), 70. https://doi.org/10.30872/jpltrop.v3i2.6866

Downloads

Published

2025-09-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Dohi, M., Wandira, I. A., Karni, I., Sadia, I. N., & Haryanto, H. (2025). Produktivitas Kambing Perah Peranakan Ettawa (PE) pada Tingkat Kelompok Tani Ternak (KTT) di Lombok Timur (Studi Kasus Body Condition Score dan Grade). Empiricism Journal, 6(3), 1406-1419. https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3630