Survei Penilaian Rumah Sehat di Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat
DOI:
https://doi.org/10.36312/yqph7924Keywords:
Rumah Sehat, Sanitasi Dasar, Ventilasi, Perilaku PenghuniAbstract
Rumah sehat merupakan determinan penting kesehatan masyarakat karena kualitas fisik bangunan, sanitasi dasar, dan perilaku penghuni memengaruhi risiko penyakit berbasis lingkungan. Secara nasional, masih terdapat proporsi besar rumah tangga yang tinggal di hunian tidak layak, sehingga pemetaan kondisi rumah sehat di tingkat lokal diperlukan sebagai dasar intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan survei pemenuhan kriteria rumah sehat pada rumah tangga di Desa Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Metode yanng digunakan dalam penelitian ini berupa observasional deskriptif dengan desain potong lintang pada 15 rumah (purposive sampling) selama 10 Agustus–20 September 2025. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan checklist penilaian rumah sehat mengacu pada SK Menkes No. 829/Menkes/SK/VII/1999. Skor total dikategorikan memenuhi syarat (1068–1200) dan tidak memenuhi syarat (<1068). Dari 15 rumah, 1 rumah (6,7%) memenuhi syarat rumah sehat dan 14 rumah (93,3%) tidak memenuhi syarat. Kekurangan dominan ditemukan pada komponen fisik (terutama ventilasi dan pencahayaan), sanitasi dasar (air bersih, jamban, SPAL, dan pengelolaan sampah), serta perilaku penghuni yang belum konsisten mendukung kebersihan lingkungan rumah. Mayoritas rumah belum memenuhi kriteria rumah sehat sehingga diperlukan intervensi bertahap yang memadukan perbaikan fisik rumah dan sanitasi dengan edukasi perilaku berbasis komunitas untuk menurunkan risiko penyakit berbasis lingkungan.
Healthy Home Assessment Survey in Lembar Village, Lembar District, West Lombok Regency
Abstract
Healthy housing is an important determinant of public health because the physical condition of the building, basic sanitation, and residents’ behaviors influence the risk of environment-related diseases. Nationally, a large proportion of households still live in substandard housing; therefore, mapping healthy housing conditions at the local level is needed as a basis for intervention. This study aimed to survey compliance with healthy house criteria among households in Lembar Village, West Lombok Regency. The method used was an observational descriptive study with a cross-sectional design involving 15 houses (purposive sampling) conducted from 10 August to 20 September 2025. Data were collected through observation and interviews using a healthy house assessment checklist referring to the Indonesian Ministry of Health Decree No. 829/Menkes/SK/VII/1999. Total scores were classified as compliant (1068–1200) or non-compliant (<1068). Of the 15 houses, 1 (6.7%) met the healthy house criteria and 14 (93.3%) did not. The main deficiencies were found in physical components (especially ventilation and lighting), basic sanitation (clean water, latrines, wastewater disposal systems, and solid waste management), and residents’ behaviors that were not consistently supportive of a clean home environment. Most houses did not meet the healthy house criteria, indicating the need for phased interventions that combine improvements in housing and sanitation infrastructure with community-based behavior education to reduce the risk of environment-related diseases.
Downloads
References
Adliyani, Z. O. N. (2015). Pengaruh Perilaku Individu terhadap Hidup Sehat. Majority, 4(1), 1- 8.
Anto, S., Endang, S., & Indra, I. (2023). Faktor Risiko Kejadian Ispa Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Media Keperawatan Politeknik Kesehatan Makassar, 14(1), 127. https://doi.org/10.32382/jmk.v14i1.3096
Arika, R., Nasution, D., Azzahra, F., Rahmadini, R., Wanda, B., & Khoirunnisa, U. (2023). Gambaran Perilaku Masyarakat Desa Bagan Serdang terhadap Sanitasi Rumah pada Wilayah Pesisir. Pubhealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(2), 54-60. https://doi.org/10.56211/pubhealth.v2i2.338
Arsyad, S. & Bongkareng, R. (2008). Upaya-upaya Penyehatan Rumah (Rumah Sehat). Bandung: PT Refika Aditama.
Atmawati, F., Jumakil, J., & Octaviani, R. (2022). Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Motaha Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2021. JGKI, 3(1). https://doi.org/10.37887/jgki.v3i1.25710
Birawida, A., Daud, A., Ibrahim, E., Sila, N., & Khaer, A. (2023). Faktor Risiko Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Ditinjau dari Kondisi Lingkungan Fisik pada Masyarakat di Kepulauan Spermonde: Penelitian Observasional. Health Information Jurnal Penelitian, 15(1). https://doi.org/10.36990/hijp.v15i1.820
Depkes RI. (2001). Profil Kesehatan Republik Indonesia . Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta
Depkes RI. (2002). Cheklist Penilaian Rumah Sehat. Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta Desa Selo. 2013.
Elda, F. (2025). Optimalisasi Gizi dan Sanitasi Melalui Upaya Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Status Kesehatan Masyarakat di Kelurahan Sungai Pisang. Buletin Ilmiah Nagari Membangun, 8(4), 484-495. https://doi.org/10.25077/bina.v8i4.813
Erni, N. (2010). Hubungan Kondisi Rumah Dengan Penyakit TBC Diwilayah Kerja Puskesmas Karangmojo II Kabupaten Gunungkidul Tahun 2003-2006. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(11), 15-23
Falah, M., Lismayanti, L., Sari, N., Handayani, H., & Fadhilah, N. (2023). Lingkungan Fisik Rumah Penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Tasikmalaya. Ji-Kes (Jurnal Ilmu Kesehatan), 6(2), 122-128. https://doi.org/10.33006/jikes.v6i2.562
Gerung, J. and Mauliyana, A. (2021). Pembuatan Septic Tank Komunal di Desa Leppe Kec.Soropia Kab.Konawe Sulawesi Tenggara. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 2(1), 15-24. https://doi.org/10.35311/jmpm.v2i1.26
Hanafi, W., Tosepu, R., & Paridah, P. (2023). Hubungan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian ISPA pada Balita do Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo, 4(3). https://doi.org/10.37887/jkl-uho.v4i3.46690
Hasan, F. and Ruhban, A. (2020). Hubungan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Penyakit Diare Dan Penyakit Kulit Di Hunian Sementara Pasca Bencana Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. Sulolipu Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 20(2), 326. https://doi.org/10.32382/sulolipu.v2i20.1754
Hindarto, (2007). Rumah Sehat: Panduan Membangun dan Menjaga Rumah Sehat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Huwaina, A., Hasibuan, H., & Fatimah, E. (2022). Pemanenan Air Hujan untuk Meningkatkan Aksesibilitas Air di Permukiman Pesisir, Kasus Jakarta, Indonesia. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 10(2), 182-198. https://doi.org/10.14710/jwl.10.2.182-198
Ibrahim, A., Rauf, B., Darmawang, D., Rahmansah, R., Kamaruddin, H., Adelina, F., … & Musdalifah, A. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Suku Bajo Berbasis Rekayasa K3 Nelayan di Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara. Dharma Raflesia Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan Ipteks, 21(2), 291-301. https://doi.org/10.33369/dr.v21i2.31303
Kasrudin, I., Karimuna, S., & Fithria, F. (2022). Hubungan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Diare Pada Masyarakat Di Desa Porara Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe. Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo, 3(2). https://doi.org/10.37887/jkl-uho.v3i2.27447
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum.
Martini, M., Udijono, A., & Hestiningsih, R. (2023). Hubungan Penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Dengan Kejadian Diare Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbang I. JRKM, 3(4), 192-203. https://doi.org/10.14710/jrkm.2023.19218
Misdayanti, S. (2021). Gambaran Sanitasi Lingkungan pada Masyarakat Pesisir Desa Bajo Indah. Afiasi Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 19-29. https://doi.org/10.31943/afiasi.v1i4.134
Mulyati, S., Iriantoi, R., & Hidayah, N. (2023). Faktor-faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA di Permukiman Sekitar Bandara. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(1), 67-72. https://doi.org/10.14710/jkli.23.1.67-72
Nanda, M., Nasution, A., Rizqika, I., Munthe, N., & Febrina, S. (2025). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepemilikan Jamban Keluarga Di Kampung Nelayan Kelurahan Belawan I. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 12(5), 1069-1075. https://doi.org/10.33024/jikk.v12i5.15701
Notoatmodjo, S. (2003). Kesehatan Masyarakat (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Nurseni, N., Tosepu, R., & Nurmaladewi, N. (2023). Gambaran Sanitasi Lingkungan Masyarakat Pesisir Desa Bhontu-Bhontu Kecamatan Towea Kabupaten Muna. Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo, 3(3). https://doi.org/10.37887/jkl-uho.v3i3.32639
Paryoko, V. and Zakariya, A. (2023). Arsitektur Efisien sebagai Pendekatan Berkelanjutan dan Finansial pada Perancangan Unit Perumahan Berskala Kecil. Arsir, 7(1), 61. https://doi.org/10.32502/arsir.v7i1.5265
Pedoman Teknis Penilaian Rumah Sehat (2007) - Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.
Prasetyo, B. (2019). Rumah Sehat: Panduan Membangun dan Menjaga Rumah Sehat".
Purnomo, H., Quraisy, S., & Wulandari, D. (2022). Sosialisasi Standar Perencanaan Rumah Sehat di Desa Laluin, Kayoa, Halmahera Selatan. Journal of Khairun Community Services, 2(1). https://doi.org/10.33387/jkc.v2i1.4447
Puspita, H., Sulistyorini, L., & Septiyono, E. (2023). Hubungan Pengetahuan Orang Tua tentang Pencegahan ISPA dengan Kondisi Sanitasi Rumah di Wilayah Kerja Puskesmas Ambulu. Pustaka Kesehatan, 11(2), 139. https://doi.org/10.19184/pk.v11i2.37123
Riyanto, A. (2023). Sanitasi Dasar Rumah tidak Memenuhi Syarat Pemicu Diare pada Balita di Banjaran Kabupaten Bandung. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (Mppki), 6(2), 358-366. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i2.3275
Rukmana, S., Thohari, I., & Nurmayanti, D. (2020). Hubungan Keadaan Sanitasi Dasar Dan Perilaku Ibu Rumah Tangga Dengan Kejadian Diare Balita (Studi Kasus Di Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang Tahun 2019). Gema Lingkungan Kesehatan, 18(2). https://doi.org/10.36568/kesling.v18i2.1111
Sahdan mustari. (2021). Penilaian rumah sehat dan identifikasi penyakit berbasis lingkungan pada balita di desa sapanang kecamatan binamu tahun 2019. Jurnal mitrasehat, 11(1), 9-22. Https://doi.org/10.51171/jms.v11i1.286
Sangadji, S., Tawari, R., Hehanussa, K., Tupamahu, A., Hutubessy, B., Ha, H., … & Sihombing, A. (2022). Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap pendapatan Rumah Tangga Nelayan (Rtn) Di Pesisir Teluk Ambon. AJTMPT, 11(1), 31-39. https://doi.org/10.30598/amanisalv11i1p31-39
Sari, V., Muslim, B., & Suksmerri, S. (2023). Kondisi Sarana Sanitasi Dasar dengan Kejadian Diare pada Balita di Nagari Campago. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 3(1), 8-13. https://doi.org/10.36086/jsl.v3i1.1309
Sofyandi, A., Karjono, K., Kardi, K., & Ningsih, M. (2024). Health Policy Implementation Survey on Residential Health Assessment in the West Lombok. Indonesian Journal of Global Health Research, 6(S6), 1055-1062. https://doi.org/10.37287/ijghr.v6iS6.5274
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1992 Tentan Perumahan Dan Permukiman
Wulandari, Y., Abadi, S., Zahra, F., & Syahputra, A. (2023). Peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM perikanan melalui sosialisasi manajemen dan pemasaran. Jipemas Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat, 6(2), 257-268. https://doi.org/10.33474/jipemas.v6i2.19385
Zahtamal, Z., Restila, R., Restuastuti, T., Anggraini, Y., & Yusdiana, Y. (2021). Analisis Hubungan Sanitasi Lingkungan Terhadap Keluhan Penyakit Kulit. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 9-17. https://doi.org/10.14710/jkli.21.1.9-17
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wanda Januar Astawan, Iwan Desimal, Baiq Fathin Ayu Rakhmawati, Una Zaidah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.