Representasi Peran Ayah dalam Film “Kaka Boss“

Authors

  • Sintia Agustina Universitas Amikom Yogyakarta
  • Novita Ika Purnama Sari Universitas Amikom Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.36312/3hzva515

Keywords:

Representasi Ayah, Film, Semiotika, Kaka Boss, Konstruktivisme

Abstract

Fenomena rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak menjadi isu sosial yang penting karena berpengaruh terhadap perkembangan emosional, kontrol diri, dan pembentukan karakter anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam bagaimana film Kaka Boss mengonstruksi representasi peran ayah serta signifikansinya dalam membentuk pemahaman publik tentang figur ayah dalam keluarga, dengan menggunakan paradigma konstruktivisme yang memandang realitas sosial sebagai hasil konstruksi makna melalui proses kultural, serta pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah film Kaka Boss, sedangkan objek kajian difokuskan pada representasi karakter Ferdinand “Kaka Boss” Omakare sebagai figur ayah. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dengan pencatatan adegan, dialog, gestur, dan elemen audio-visual, serta divalidasi melalui triangulasi sumber. Analisis data dilakukan menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce yang menafsirkan makna melalui relasi sign, object, dan interpretant, kemudian dikaitkan dengan teori representasi Stuart Hall untuk memahami proses pembentukan makna peran ayah dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kaka Boss merepresentasikan sosok ayah yang peduli, bertanggung jawab, dan aktif terlibat dalam pendidikan serta kehidupan emosional anak, sekaligus membangun narasi alternatif tentang maskulinitas dengan mematahkan stereotip negatif profesi debt collector. Temuan ini menegaskan bahwa film berfungsi sebagai media refleksi sosial yang tidak hanya merepresentasikan realitas, tetapi juga berkontribusi membentuk pemahaman publik tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pembentukan karakter anak dalam keluarga kontemporer.

Representation Of The Role Of The Father In The Film “Kaka Boss”

Abstract

The phenomenon of low paternal involvement in childrearing has become an important social issue because it affects children’s emotional development, self-control, and character formation. This study aims to analyze in depth how the film Kaka Boss constructs representations of the father’s role and its significance in shaping public understanding of fatherhood within the family, using a constructivist paradigm that views social reality as the result of meaning construction through cultural processes, along with a qualitative approach. The subject of the study is the film Kaka Boss, while the object of analysis focuses on the representation of the character Ferdinand “Kaka Boss” Omakare as a father figure. Data were collected through non-participant observation by documenting scenes, dialogues, gestures, and audio-visual elements, and were validated through source triangulation. Data analysis was conducted using Charles Sanders Peirce’s semiotic approach, which interprets meaning through the relationship between sign, object, and interpretant, and was further linked to Stuart Hall’s theory of representation to understand the process of meaning construction regarding the father’s role in the film. The findings show that Kaka Boss represents a caring, responsible father who is actively involved in supporting his child’s education and emotional life, while also constructing an alternative narrative of masculinity by challenging negative stereotypes associated with the debt collector profession. These findings affirm that film functions as a medium of social reflection that not only represents reality but also contributes to shaping public understanding of the importance of fathers’ involvement in parenting and character development in contemporary families.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ainaya, A., & Chairil, A. M. (2025). Representasi isu fatherless dalam film Blonde (2022). JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(6), 6260–6263. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i6.8217

An Nur, F. (2022). Representasi pola komunikasi orang tua tunggal pada film Yang Tak Tergantikan (2021). Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, 14(1), 27–43. https://doi.org/10.23917/komuniti.v14i1.16113

Carolina, W., & Rengganis, R. (2023). Representasi peran ayah dalam film pendek We karya Aco Tenriyagelli: Kajian semiotika Roland Barthes. Jurnal Sapala. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-sapala/article/view/53927

Febrianti, F. D. (2024). Ayah dan pengasuhan: Representasi peran ayah pada film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian, 10(2), 284–303. https://doi.org/10.52434/jk.v10i2.41438

Haryanto, F. A. N., & Urfan, N. F. (2024). Representasi peran ayah dalam film Gara-Gara Warisan (Analisis semiotika John Fiske). Communique: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 7(1), 103–115. https://doi.org/10.62144/jikq.v7i1.386

Hendriani, W., Sari, D. P., & Rahmawati, Y. (2024). Peran ayah dalam pengasuhan yang memperkuat resiliensi digital anak. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 17(2), 132–145. https://doi.org/10.24156/jikk.2024.17.2.132

Ibrahim, N. (2023). Pola komunikasi orang tua dalam perkembangan psikologi pada anak usia remaja. Sadida: Islamic Communications and Media Studies, 3(1), 65–78. https://doi.org/10.22373/sadida.v3i1.2787

JTN, R. (2025). Review Kaka Boss, film drama komedi yang menuju 1 juta penonton. Jatim TIMES. https://jatimtimes.com/baca/320711/20240913/065900/review-kaka-boss-film-drama-komedi-yang-menuju-1-juta-penonton

Nurmalasari, F., Pratiwi, D., & Lestari, A. (2024). Dampak ketiadaan peran ayah (fatherless) terhadap pencapaian akademik remaja: Kajian sistematik. Jurnal Psikologi, 1(4), 1–14. https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2567

Nurmawati, N., Putri, R. A., & Hasanah, U. (2025). Dampak peran ayah yang hilang. Jurnal Fokus Konseling, 11(1), 55–64. https://doi.org/10.52657/jfk.v11i1.2652

Qomaruddin, D. E., & Nuraeni, R. (2024). Representasi peran ayah dalam menciptakan harmonisasi keluarga pada film Ngeri-Ngeri Sedap. eProceedings of Management. https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/management/article/view/21823

Redaksi Interaksi. (2022). Representasi konflik keluarga dalam film Yang Tak Tergantikan. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi. https://doi.org/10.30596/interaksi.v6i2.10129

Repository UIN Saifuddin Zuhri. (2022). Representasi peran ayah dalam film Titip Surat untuk Tuhan karya Karsono Hadi (Analisis semiotika Roland Barthes). https://repository.uinsaizu.ac.id/31068/

Salsabilla, S. A., & Urfan, N. F. (2024). Representasi peran ayah dalam film Dangal (Analisis semiotika Roland Barthes). Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora, 8(3), 1120–1130. https://doi.org/10.31604/jim.v8i3.2024.1120-1130

Septiyani, N. M. (2024). Pola komunikasi single father dalam film drama (Analisis semiotika Ferdinand de Saussure). Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual. https://ojs.unm.ac.id/tanra/article/view/35766

Setiawan, D. B., Putra, A. R., & Lestari, M. (2026). Representasi peran ayah dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. IKRA-ITH Humaniora: Jurnal Sosial dan Humaniora, 10(2), 101–111. https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v10i2.5580

Silvanari, T. A. (2021). Representasi karakter ayah pada film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Jurnal Media dan Komunikasi Indonesia, 2(1), 55–63. https://doi.org/10.22146/jmki.63311

Narasi TV. (2025). Sinopsis Kaka Boss: Ketika seorang ayah berusaha bikin sang putri bangga. https://narasi.tv/read/narasi-daily/sinopsis-kaka-boss

Downloads

Published

2025-12-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Agustina, S., & Sari, N. I. P. (2025). Representasi Peran Ayah dalam Film “Kaka Boss“. Empiricism Journal, 6(4), 2719-2730. https://doi.org/10.36312/3hzva515