Hubungan Intensitas Nyeri Sendi, Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur dengan Kualitas Hidup Lansia di Puskesmas Pagesangan
DOI:
https://doi.org/10.36312/nhhfkg26Keywords:
Lansia, Nyeri Sendi, Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur, Kualitas HidupAbstract
Penurunan kualitas hidup pada lansia sering dipengaruhi oleh keluhan nyeri sendi, rendahnya aktivitas fisik, serta gangguan kualitas tidur. Di Puskesmas Pagesangan, keluhan musculoskeletal termasuk dalam sepuluh besar penyakit terbanyak pada lansia, sehingga diperlukan kajian ilmiah untuk memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intensitas nyeri sendi, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kualitas hidup lansia di Puskesmas Pagesangan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan rancangan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 110 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner EQ-5D-5L untuk kualitas hidup, PASE untuk aktivitas fisik, SQS untuk kualitas tidur, serta Numeric Rating Scale (NRS) untuk intensitas nyeri sendi, yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami nyeri sendi sedang (46,4%), aktivitas fisik buruk (58,2%), kualitas tidur buruk (36,4%), dan kualitas hidup buruk (39,1%). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas nyeri sendi, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kualitas hidup lansia (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah bahwa peningkatan aktivitas fisik, pengendalian nyeri sendi, serta perbaikan kualitas tidur berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.
The Relationship between Joint Pain Intensity, Physical Activity and Sleep Quality with the Quality of Life of the Elderly at Pagesangan Community Health Center
Abstract
The decline in quality of life among older adults is often associated with joint pain, low physical activity, and poor sleep quality. In Pagesangan Public Health Center, musculoskeletal disorders are among the ten most common diseases in the elderly, indicating the urgency of this study. This research aimed to analyze the relationship between joint pain intensity, physical activity, and sleep quality with the quality of life of older adults. A quantitative correlational study with a cross-sectional design was conducted involving 110 elderly respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the EQ-5D-5L questionnaire to measure quality of life, the Physical Activities Scale for the Elderly (PASE) for physical activity, the Sleep Quality Scale (SQS) for sleep quality, and the Numeric Rating Scale (NRS) for joint pain intensity. All instruments were tested and declared valid and reliable. Data analysis consisted of univariate and bivariate analysis using the Spearman Rank correlation test with SPSS software. The results showed that most respondents experienced moderate joint pain (46.4%), poor physical activity (58.2%), poor sleep quality (36.4%), and poor quality of life (39.1%). Statistical analysis indicated significant relationships between joint pain intensity, physical activity, and sleep quality with the quality of life of older adults (p < 0.05). In conclusion, managing joint pain, improving physical activity, and enhancing sleep quality are important factors in improving the quality of life of the elderly.
Downloads
References
Abbasiah, A., Handayani, G. L., & Sovia, S. (2019). Penatalaksanaan nyeri sendi pada lansia menggunakan teknik hipnoterapi di Panti Sosial Tresna Werda Budi Luhur Jambi. Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health), 3(2), 88–91.
Ardiani, H., Lismayanti, L., & Rosnawaty, R. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Mugarsari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya Tahun 2014. Healthcare Nursing Journal, 1(1), 42–50.
Arien Purbasari, Y., & Soesanto, E. (2022). Hubungan aktivitas fisik dengan nyeri sendi lansia di Posyandu Melati Kelurahan Mugassari Kota Semarang. Jurnal Keperawatan Suaka Insan, 7(2), 200–205.
Ariyanto, A., Puspitasari, N., & Utami, D. N. (2020). Aktivitas fisik terhadap kualitas hidup pada lansia. Jurnal Kesehatan Al-Irsyad, 13(2), 145–151.
Barus, M. (2021). Gambaran kualitas tidur lansia di Nagori Bahal Gajah Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara Tahun 2022. Stikes Elisabeth Medan. Skripsi
Berthiana, B., & Kasuma, W. A. (2020). Hubungan kualitas tidur dengan kualitas hidup lansia dengan penyakit diabetes mellitus tipe 2. The Indonesian Journal of Health Science, 12(1), 76–82.
Badan Pusat Statistik. (2018). Statistik penduduk lanjut usia 2018. Online. diakses pada Januari 2024 di https://www.bps.go.id/id/publication/2018/12/21/eadbab6507c06294b74adf71/statistik-penduduk-lanjut-usia-2018.html
Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2016). Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam angka 2016. Online. diakses pada Januari 2024 di https://ntb.bps.go.id/id/publication/2016/07/15/c1280e4d9962600dec083139/provinsi-nusa-tenggara-barat-dalam-angka-2016.html
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik penduduk lanjut usia 2023. In Book.
Cahya, E., Harnida, H., & Indrianita, V. (2019). Hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup lansia di Posyandu Lansia Wiguna Karya Kebonsari Surabaya. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 2(1), 33–47.
Dahroni, D., Arisdiani, T., & Widiastuti, Y. P. (2019). Hubungan antara stres emosi dengan kualitas tidur lansia. Jurnal Keperawatan Jiwa, 5(2), 68–74.
Darwindo, C., Nurlaila, G., & Rahmawati, D. (2019). Hubungan antara nyeri punggung bawah dengan kualitas hidup pada populasi masyarakat Kota Malang. Skripsi, Universitas Brawijaya.
Dedi, A. S., Siregar, M., & Iqrima, I. (2022). Hubungan intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada lanjut usia penderita rheumatoid arthritis di Dusun II Desa Helvetia Kecamatan Sunggal. Journal Healthy Purpose, 1(1), 9–16.
Destriande, I. M., Faridah, I., Oktania, K., & Rahman, S. (2021). Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pada lanjut usia. PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra), 2(1), 1–9.
Duarsa, A. B. S., Anggreni, D., & Suryani, L. (2021). Teknik analisis data dalam penelitian kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 3(1), 12–20.
Fadhlia, N., Nurul, N., & Sari, R. P. (2022). Peran keluarga dalam merawat lansia dengan kualitas hidup lansia. Adi Husada Nursing Journal, 7(2). 15-17.
Gestinarwati, A., et al. (2016). Hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan lansia ke posyandu. Jurnal Keperawatan. 9 (2), 38-41.
Gobbens, R. J. J., & Van Assen, M. A. L. M. (2018). Associations of environmental factors with quality of life in older adults. The Gerontologist, 58(1), 101–110.
Greaney, A. M., et al. (2012). Research ethics application: A guide for the novice researcher. British Journal of Nursing, 21(1), 38–43.
Jacob, D. E. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat Karubaga District Sub District Tolikara Provinsi Papua. Universitas Al-Azhar. Skripsi
Kiik, S. M., Sahar, J., & Permatasari, H. (2018). Peningkatan kualitas hidup lanjut usia di Kota Depok dengan latihan keseimbangan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 21(2), 109–116.
Kumayas, M., Manampiring, A. E., Mantjoro, E. M., Posangi, J., & Wariki, W. (2022). Hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup kesehatan remaja di Kabupaten Minahasa Selatan. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 4(3), 880–885.
Mahathir, M., & Sumarsih, G. (2020). Hubungan aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani pada lansia di Puskesmas Pauh Padang tahun 2020. Universitas Andalas. Skripsi.
Malo, Y., et al. (2019). Pengaruh senam ergonomis terhadap skala nyeri sendi pada lansia wanita. Nursing News. 8(2), 67-71
Maria, M. (2019). Pengaruh kompres jahe hangat terhadap penurunan intensitas nyeri artritis reumatoid pada lansia. Journal Scientific Solutem, 2(1), 19–21.
Masturoh, I., & Anggita, N. (2018). Metode penelitian kesehatan. Yayasan Kita Menulis.
Mulya, G. Y. (2022). Hubungan kualitas tidur dengan kualitas hidup pada lansia di Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah. Universitas Andalas. Skripsi.
Nisa’, K. S. (2021). Hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia di Posyandu Matahari. Universitas Andalas. Skripsi.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Paerunan, C., Gessal, J., & Sengkey, L. (2019). Hubungan antara usia dan derajat kerusakan sendi pada pasien osteoartritis lutut. Jurnal Medik dan Rehabilitasi, 3(1), 33 – 43.
Palit, I. D., et al. (2021). Hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup pada lansia. Jurnal Kesmas. 5(2), 77 – 92.
Pratiwi, H. (2019). Gambaran kualitas hidup lansia dengan penyakit osteoarthritis. Jurnal Ners, 7, 135–147.
Pribadi, B. S. (2019). Hubungan kualitas tidur dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2. Universitas Trisakti. Skripsi
Putri, D. E. (2021). Hubungan fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia. Jurnal Kesehatan Jiwa, 2(4), 65 – 77.
Ratmawati, Y., & Listyaningsih, E. (2019). Hubungan kualitas tidur dengan kualitas hidup lansia di Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta. Jurnal Kesehatan, 4(2), 98–110.
Rini, S. S., Kuswardhani, T., & Aryana, S. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan kognitif pada lansia. Jurnal Penyakit Dalam Udayana, 2(2), 43 – 57.
Salmiyati, S., & Asnindari, L. N. (2020). Kualitas hidup lanjut usia penderita gout. Jurnal Keperawatan UMM, 8(2), 23–29.
Shalahuddin, I., Maulana, I., & Rosidin, U. (2021). Intervensi untuk peningkatan kualitas hidup lanjut usia dari aspek psikologis: Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ), 9(2), 335 – 348.
Suryadi, O. (2018). Dampak peningkatan usia harapan hidup penduduk Indonesia terhadap struktur demografi dan perawatan lanjut usia. Jurnal Keperawatan, 3(2), 143 – 156.
Tarigan, G. J., Rante, S. D. T., & Pakan, P. D. (2019). Hubungan intensitas nyeri dengan kualitas hidup pasien osteoartritis lutut di RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang. Cendana Medical Journal, 7(2), 267–272.
Utami, D. C., Nurhidayati, I., Pramono, C., & Winarti, A. (2019). Hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia usia 60–69 tahun. The Conference of Health and Social Humaniora, 1(1), 97–107.
WHO. (2015). World report on ageing and health. World Health Organization. Online, diakses pada bulan Januari 2024 di https://www.who.int/publications/i/item/9789241565042
Widyaningrum, D. A., & Umam, F. N. (2020). Pengaruh nyeri sendi terhadap kualitas tidur dan kualitas hidup pada lansia penderita osteoartritis. Jurnal Keperawatan, 13(2), 83 – 97.
Yuliati, A., Baroya, N., & Ririanty, M. (2014). Perbedaan kualitas hidup lansia yang tinggal di komunitas dengan di pelayanan sosial lanjut usia. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 2(1), 22–37.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dyah Farah Jundini, Sherliyanah Sherliyanah, Dasti Anditiarina, Nisia Putri Rinayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.