Usaha Pencegahan Penularan Penyakit Malaria melalui Sosialisasi Bersih Lingkungan Ekowisata Mangrove Kuala Mempawah
DOI:
https://doi.org/10.36312/linov.v7i4.981Keywords:
Ekowisata, Kuala Mempawah, Malaria, MangroveAbstract
Penyakit malaria disebabkan oleh plasmodium yang kemudian ditularkan oleh nyamuk anopheles. Kegiatan PKM ini dilaksanakan mengingat masih ditemukannya beberapa pasien penderita malaria di wilayah Mempawah. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi tentang usaha preventif penularan penyakit malaria melalui giat bersih lingkungan di wilayah Ekowisata mangrove Kuala Mempawah. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi langsung dalam mengklasifikasikan sampah berdasarkan jenis sampah organik dan an organik, kemudian sampah an organik seperti kaca dan plastik dipisahkan, dan sisanya dibakar bersama dengan sampah ranting kayu dan daun mangrove kering, dilanjutkan dengan penutupan tong-tong air dan genangan air di jalanan yang bisa menjadi sumber berkembangbiaknya nyamuk anopheles sebagai vektor penularan malaria dari manusia ke manusia lainnya. Giat bersih ini diikuti oleh 30 warga yang terdiri dari remaja dan dibantu oleh mahasiswa yang turun mengambil peran dalam pembersihan wilayah ekowisata tersebut. Monitoring dan evaluasi dilakukan sepanjang kegiatan melalu pengamatan aktivitas peserta kegiatan dalam giat bersih dan diskusi yang melibatkan semua peserta. Dari hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan wilayah sekitar ekowisata bersih dari genangan air dan tumpukan sampah, serta kegiatan pembersihan lokasi masyarakat secara periodik sudah dilakukan setiap 2 minggu.
Efforts to Prevent Malaria Transmission through Clean Socialization of the Kuala Mempawah Mangrove Ecotourism Environment
Malaria is caused by Plasmodium which is then transmitted by the Anopheles mosquito. This PKM activity was carried out bearing in mind that several patients with malaria were still found in the Mempawah area. This activity aims to socialize efforts to prevent the transmission of malaria through environmental cleaning activities in the Kuala Mempawah mangrove Ecotourism area. This activity was carried out using the lecture method and direct demonstrations in classifying waste based on the type of organic and inorganic waste, then the inorganic waste such as glass and plastic was separated, and the remainder was burned together with wood twigs and dry mangrove leaves, followed by closing the water barrels. and stagnant water on the streets which can be a breeding ground for Anopheles mosquitoes as vectors of human-to-human transmission of malaria. This clean activity was attended by 30 residents consisting of teenagers and assisted by students who took part in cleaning up the ecotourism area. Monitoring and evaluation is carried out throughout the activity through observing the activities of activity participants in clean activities and discussions involving all participants. From the results of the implementation of the activity, it shows that the area around ecotourism is clean from puddles and piles of garbage, and periodic cleaning of community sites has been carried out every 2 weeks.Keywords: Ecotourism, Kuala Mempawah, malaria, mangrove
Downloads
References
Abejirinde, I.-O. O., Ingabire , C. M., Vugt, M. van, Mutesa, L., Borneo, B. van den, & Busari, J. O. (2018). Qualitative analysis of the health system effects of a community-based malaria elimination program in Rwanda. Research and Reports in Tropical Medicine, Volume 9, 63–75. https://doi.org/10.2147/rrtm.s158131
Amrul Munif, A., & TA, M. I. (2010). Panduan Pengmatan Nyamuk Vektor Malaria (1st ed.). CV. Sagung Seto.
Depkes. (2007). Pedoman Promosi Gebrak Malaria. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Harijanto, P. N. (2010). Malaria treatment by using artemisinin in Indonesia. Acta Med Indonesia, 42(1), 51–56. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20305333
Harpenas, H., Syafar, M., & Ishak, H. (2016). Pencegahan Dan Penanggulangan Malaria Pada Masyarakat Di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Jurnal Kesehatan Manarang, 2(1), 33. https://doi.org/10.33490/jkm.v2i1.11
Ipa, M., & Dhewantara, P. W. (2015). Variasi pengobatan malaria rumah tangga di enam provinsi endemis malaria di Indonesia. ASPIRATOR - Journal of Vector-Borne Disease Studies, 7(1), 13–22. https://doi.org/10.22435/aspirator.v7i1.3654.13-22
Ozor, L. (2018). World Malaria Day 2018; Ready to Beat Malaria. WHO Afrika. diunduh pada tanggal 10 Agustus 2022. https://www.afro.who.int/news/world-malaria-day-2018-ready-beat-malaria
WHO. (2015). Health In 2015; Form MDGs to SDGs. In World Health Organization. diunduh pada tanggal 20 Agustus 2022. https://doi.org/10.1007/BF01918387
WHO. (2021). Malaria in South-East Asia. World Health Organization. diunduh pada tanggal 20 Agustus 2022. https://www.who.int/southeastasia/health-topics/malaria#:~:text=Malaria is a serious and,highest estimated malaria burden globally
Ernawati, K., Budhi Soesilo, Artha Duarsa, Rifqatussa’adah., (2011). Hubungan Faktor Risiko Individu Dan Lingkungan Rumah Dengan Malaria Di Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Indonesia. J. Makara Kesehatan, Vol. 15, NO. 2 : 51-57
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Rafdinal Rafdinal, Desriani Lestari, Asri Mulya Ashari, Rita Kurnia Apindiati, Anthoni B. Aritonang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.