Usaha Pencegahan Penularan Penyakit Malaria melalui Sosialisasi Bersih Lingkungan Ekowisata Mangrove Kuala Mempawah

Authors

  • Rafdinal Rafdinal Universitas Tanjungpura
  • Desriani Lestari Universitas Tanjungpura
  • Asri Mulya Ashari Universitas Tanjungpura
  • Rita Kurnia Apindiati Universitas Tanjungpura
  • Anthoni B. Aritonang Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v7i4.981

Keywords:

Ekowisata, Kuala Mempawah, Malaria, Mangrove

Abstract

Penyakit malaria disebabkan oleh plasmodium yang kemudian ditularkan oleh nyamuk anopheles. Kegiatan PKM ini dilaksanakan mengingat masih ditemukannya beberapa pasien penderita malaria di wilayah Mempawah. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi tentang usaha preventif penularan penyakit malaria melalui giat bersih lingkungan di wilayah Ekowisata mangrove Kuala Mempawah. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi langsung dalam mengklasifikasikan sampah berdasarkan jenis sampah organik dan an organik, kemudian sampah an organik seperti kaca dan plastik dipisahkan, dan sisanya dibakar bersama dengan sampah ranting kayu dan daun mangrove kering, dilanjutkan dengan penutupan tong-tong air dan genangan air di jalanan yang bisa menjadi sumber berkembangbiaknya nyamuk anopheles sebagai vektor penularan malaria dari manusia ke manusia lainnya. Giat bersih ini diikuti oleh 30 warga yang terdiri dari remaja dan dibantu oleh mahasiswa yang turun mengambil peran dalam pembersihan wilayah ekowisata tersebut. Monitoring dan evaluasi dilakukan sepanjang kegiatan melalu pengamatan aktivitas peserta kegiatan dalam giat bersih dan diskusi yang melibatkan semua peserta. Dari hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan wilayah sekitar ekowisata bersih dari genangan air dan tumpukan sampah, serta kegiatan pembersihan lokasi masyarakat secara periodik sudah dilakukan setiap 2 minggu.

Efforts to Prevent Malaria Transmission through Clean Socialization of the Kuala Mempawah Mangrove Ecotourism Environment

Malaria is caused by Plasmodium which is then transmitted by the Anopheles mosquito. This PKM activity was carried out bearing in mind that several patients with malaria were still found in the Mempawah area. This activity aims to socialize efforts to prevent the transmission of malaria through environmental cleaning activities in the Kuala Mempawah mangrove Ecotourism area. This activity was carried out using the lecture method and direct demonstrations in classifying waste based on the type of organic and inorganic waste, then the inorganic waste such as glass and plastic was separated, and the remainder was burned together with wood twigs and dry mangrove leaves, followed by closing the water barrels. and stagnant water on the streets which can be a breeding ground for Anopheles mosquitoes as vectors of human-to-human transmission of malaria. This clean activity was attended by 30 residents consisting of teenagers and assisted by students who took part in cleaning up the ecotourism area. Monitoring and evaluation is carried out throughout the activity through observing the activities of activity participants in clean activities and discussions involving all participants. From the results of the implementation of the activity, it shows that the area around ecotourism is clean from puddles and piles of garbage, and periodic cleaning of community sites has been carried out every 2 weeks.Keywords: Ecotourism, Kuala Mempawah, malaria, mangrove

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abejirinde, I.-O. O., Ingabire , C. M., Vugt, M. van, Mutesa, L., Borneo, B. van den, & Busari, J. O. (2018). Qualitative analysis of the health system effects of a community-based malaria elimination program in Rwanda. Research and Reports in Tropical Medicine, Volume 9, 63–75. https://doi.org/10.2147/rrtm.s158131

Amrul Munif, A., & TA, M. I. (2010). Panduan Pengmatan Nyamuk Vektor Malaria (1st ed.). CV. Sagung Seto.

Depkes. (2007). Pedoman Promosi Gebrak Malaria. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Harijanto, P. N. (2010). Malaria treatment by using artemisinin in Indonesia. Acta Med Indonesia, 42(1), 51–56. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20305333

Harpenas, H., Syafar, M., & Ishak, H. (2016). Pencegahan Dan Penanggulangan Malaria Pada Masyarakat Di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Jurnal Kesehatan Manarang, 2(1), 33. https://doi.org/10.33490/jkm.v2i1.11

Ipa, M., & Dhewantara, P. W. (2015). Variasi pengobatan malaria rumah tangga di enam provinsi endemis malaria di Indonesia. ASPIRATOR - Journal of Vector-Borne Disease Studies, 7(1), 13–22. https://doi.org/10.22435/aspirator.v7i1.3654.13-22

Ozor, L. (2018). World Malaria Day 2018; Ready to Beat Malaria. WHO Afrika. diunduh pada tanggal 10 Agustus 2022. https://www.afro.who.int/news/world-malaria-day-2018-ready-beat-malaria

WHO. (2015). Health In 2015; Form MDGs to SDGs. In World Health Organization. diunduh pada tanggal 20 Agustus 2022. https://doi.org/10.1007/BF01918387

WHO. (2021). Malaria in South-East Asia. World Health Organization. diunduh pada tanggal 20 Agustus 2022. https://www.who.int/southeastasia/health-topics/malaria#:~:text=Malaria is a serious and,highest estimated malaria burden globally

Ernawati, K., Budhi Soesilo, Artha Duarsa, Rifqatussa’adah., (2011). Hubungan Faktor Risiko Individu Dan Lingkungan Rumah Dengan Malaria Di Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Indonesia. J. Makara Kesehatan, Vol. 15, NO. 2 : 51-57

Downloads

Published

2022-12-19

Issue

Section

Articles

How to Cite

Rafdinal, R., Lestari, D., Ashari, A. M., Apindiati, R. K., & Aritonang, A. B. (2022). Usaha Pencegahan Penularan Penyakit Malaria melalui Sosialisasi Bersih Lingkungan Ekowisata Mangrove Kuala Mempawah. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(4), 670-675. https://doi.org/10.36312/linov.v7i4.981