Penguatan Literasi Gizi untuk Pencegahan Stunting di Desa Jurangsapi
DOI:
https://doi.org/10.36312/linov.v8i1.1120Keywords:
Moringa Leaves, MPASI, Nutritional Literacy, Stunting, ToddlersAbstract
Stunting dapat dipahami sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang diakibatkan kekurangan gizi. Lokasi yang memiliki kasus stunting cukup tinggi yaitu Kabupaten Bondowoso dengan fokus penanganan pada 14 desa/kelurahan yang tersebar di sembilan kecamatan. Salah satu lokasi prioritas percepatan penurunan stunting adalah Desa Jurangsapi di Kecamatan Tapen. Data dari Ponkesdes Jurangsapi sendiri mencatat pada bulan Desember 2022 terdapat 12 balita di Desa Jurangsapi terindikasi mengalami Stunting. Kondisi tingginya angka stunting di Desa Jurangsapi banyak didasarkan pada permasalahan ekonomi seperti penghasilan orang tua yang rendah dan pola asuh anak yang kurang baik menjadikan anak kekurangan asupan gizi. Oleh karena itu, literasi gizi tentang makanan yang baik untuk mencegah stunting sangat diperlukan masyarakat khususnya pada ibu agar bisa diterapkan pada anak balitanya. Pengabdian masyarakat kali ini menggunakan strategi Community-Bassed-Reseacrh (CBR) yaitu dengan memprioritaskan kebutuhan masyarakat melalui kolaborasi berbagai elemen agar terciptanya solusi yang dapat menjawab permasalahan yang dihadapi. Sebagai upaya peningkatan literasi gizi warga Desa Jurangsapi, disusunlah program kerja berupa bimbingan teknis melalui pendampingan pemanfaatan pangan lokal menjadi makanan pendamping ASI (MPASI). Salah satu bahan pangan lokal kaya gizi yang dapat dioleh menjadi produk MPASI yaitu daun kelor dengan hasil olahan berupa bubur instan dengan nama BURIDOR. Sebagai upaya keberlanjutan program, dilakukan juga kolaborasi dengan PKK Jurangsapi yang dapat menyampaikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat. Sebagai hasilnya, peserta dalam hal ini kader PKK juga mengusulkan progres pembinaan dan pendampingan ini tetap dilaksanakan berkesinambungan terutama dalam hal produksi BURIDOR untuk dipasarkan.
Strengthening Nutritional Literacy for Stunting Prevention in Jurangsapi Village
Stunting can be understood as a condition of failure to grow in children under five caused by malnutrition. The location that has a relatively high stunting case is Bondowoso Regency with a focus on handling 14 villages spread across nine sub-districts. One priority location for the acceleration of stunting decreases is Jurangsapi Village in Tapen District. Data from Ponkesdes Jurangsapi itself noted that in December 2022 there were 12 toddlers in Jurangsapi Village indicated stunting. The condition of a high number of stunts in the village of Jurangsapi is widely based on economic problems such as low parental income and poor parenting making children lack nutritional intake. Therefore, nutritional literacy about good food to prevent stunting is very necessary for the community, especially for mothers so they can be applied to their toddlers. This time the community service uses the Community-Basced-Reseacrh (CBR) strategy, namely by prioritizing the needs of the community through collaboration with various elements in order to create solutions that can answer the problems encountered. To increase the nutritional literacy of Jurangsapi villagers, a work program was prepared in the form of technical guidance through the assistance of local food utilization into ASI Food (MPASI). One of the local nutritional foods that can be obtained from MPASI products is Moringa leaves with processed products in the form of instant porridge under the name BURIDOR. As an effort to sustain the program, it is also carried out in collaboration with PKK Jurangsapi which can convey the knowledge gained to the community. As a result, participants in this case PKK cadres also propose the progress of this coaching and assistance is still carried out continuously, especially in terms of BURIDOR production to be marketed.
Downloads
References
Amania, R., Hidayat, M. N., Hamidah, I., Wahyuningsih, E., & Parwanti, A. (2022). Pencegahan Stunting Melalui Parenting Education Di Desa Pakel Bareng. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Darul Ulum Dimas-Undar, 1(1), 52-58.
Choliq, I., Nasrullah, D., & Mundakir, M. (2020). Pencegahan stunting di Medokan Semampir Surabaya melalui modifikasi makanan pada anak. Humanism: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 31-40.
Hamidah, S., Syahrani, N., Hassny, D. M., Lestari, W., Wasesa, R. H., & Nurdian, Y. (2022). Peningkatan Pengetahuan Higiene Mulut dan Tangan Pada Murid SD dan Madrasah di Desa Tegal Mijin Bondowoso. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(4), 2206-2212.
Harahap, S. G., Mailintina, Y., Ellynia, E., Efkelin, R., & Pipin, A. (2023). Happy Family Without Stunting melalui Pemberian Edukasi Status Gizi untuk Ibu dan Kader Jakarta Utara. APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 47-55.
Haryani, S., Astuti, A. P., & Sari, K. (2021). Pencegahan stunting melalui pemberdayaan masyarakat dengan komunikasi informasi dan edukasi di wilayah Desa Candirejo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 4(1), 30-39.
Noorhasanah, E., & Tauhidah, N. I. (2021). Hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting anak usia 12-59 bulan. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 4(1), 37-42.
Nurfia, Y. T., Hadi, S., & Mulyono, E. C. (2022). Pendampingan Literasi Masyarakat dalam Penanganan Stunting dan Wasting di Desa Besuk Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso. As-Sidanah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 200-211.
Nurhidayati, S., Khaeruman, K., & Lukitasari, D. (2020). Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Desa Ketapang Raya Melalui Usaha Produktif Terasi Rebon Pasca Gempa Lombok. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(1), 1-8.
Putri, A. R. (2020). Aspek Pola Asuh, Pola Makan, dan Pendapatan keluarga pada kejadian stunting. Healthy Tadulako Journal Jurnal Kesehatan Tadulako, 6(1), 7-12.
Rahmawati, A., Aulia, R. N., & Nurdian, Y. (2022). Peningkatan Higiene Mulut Murid Sekolah Dasar di Desa Grujugan Kidul. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 5(12), 4233-4246.
Ramdhani, A., Handayani, H., & Setiawan, A. (2021). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Stunting. Prosiding Seminar Nasional LPPM UMP, 2, 28-35.
Sidiq, R. S. S., Zulfa, D. N. A., Elvira, E., Alhazra, M. R., Reski, M., Pratama, D. W., Rahmasari, R., Alfianti, N., Rufini, I. A., Indriani, I., Nurmalasari, N.,& Sugiyanto, S. (2022). Pengolahan Ikan Patin Sebagai Makanan Tambahan dalam Pencegahan Stunting. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 7(4), 600-608.
Syafei, A. (2019). Literasi Gizi (Nutrition Literacy) dan Hubungannya dengan Asupan Makan dan Status Gizi Remaja. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 8(04), 182-190.
Wahyuningsih, R., & Darni, J. (2021). Edukasi pada ibu balita tentang pemanfaatan daun kelor (moringa oleifera) sebagai kudapan untuk pencegahan stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 2(2), 161-165.
WHO/Unicef. (2017). The World Bank Joint Child Malnutrition Estimates. 2017 edition. Tim Badan WHO-Unicef- the world bank joint child malnutrition estimates. Retrieved February 13, 2023, from: http://www.who.int/nuthrowthdb/jme_brochoure2017.pdf?ua=1.
Widiyanti, D. S., & Afarona, A. (2021). Penanggulangan Masalah Stunting Balita Melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Puding Kelor Di Desa Kutogirang. Jurnal Pengabdian Siliwangi LPPM-PMP Universitas Siliwangi, 7(2), 67-70.
Widayanto, M. T. (2019). Edukasi Kesehatan Bagi Ibu Dan Calon Ibu Sebagai Upaya Pencegahan Masalah Stunting Di Desa Jatiadi Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo. Jurnal Abdi Panca Marga Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(1), 11-15.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Mita Prilla Devie, Fitra Ayu Mardani, Rizqi Fitria Damayanti, Ahmad Ashidhiqie Pramana, Radifan Fahrul Akhyar, Nur Annisa Wahdah, Farradhita Ambar Tauriestya, Deriel Thio Miratmaka, Muhammad Yongki Ivan Sugesta, Dhea Elfitra Noza, Yudha Nurdian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.