Edukasi Terapi Bermain Dengan Metode Video Pada Anak Disabilitas Intelektual Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial

Authors

  • Shulhan Arief Hidayat STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung
  • Manggar Purwacaraka STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung
  • Rio Ady Erwansyah STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v8i2.1267

Keywords:

Terapi Bermain, Keterampilan Sosial, Disabilitas Intelektual, video edukasi

Abstract

Gangguan perkembangan akibat disabilitas intelektual menciptakan hambatan dalam kehidupan individu, terutama dalam keterampilan sosial. Terapi bermain merupakan cara efektif untuk mengatasi interaksi sosial yang kurang adaptif pada anak dengan disabilitas. Media video juga menjadi salah satu media pembelajaran efektif yang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak disabilitas. Dengan menggunakan media video, anak-anak dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka. Pengabdian ini bertujuan untuk  membatu meningkatkan keterampilan sosial pada anak-anak dengan disabilitas melalui edukasi terapi bermain dengan media video edukasi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode observasi pada kegiatan terapi bermain. Sasaran kegiatan ini adalah 36 siswa SD SLB C Kabupaten Tulungagung Guna melihat nilai keterampilan  peserta pengabdian, maka sebelum dan setelah kegiatan pengabdian, peserta akan observasi kemampuan keterampilan sosial sesudah dan sebelum edukasi terapi bermain dengan metode video. Hasil pengabdian menunjukkan skor keterampilan sosial pre-test didapatkan nilai rata-rata 69,67 dengan nilai minimal dan maksimal   53-88, setelah   diberikan edukasi terapi bermain dengan metode video skor keterampilan sosial post-test didapatkan hasil rata-rata 74,61 dengan skor minimal dan maksimal 55-93. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video dan strategi pengajaran interaktif dapat meningkatkan keterampilan sosial dan pengetahuan anak-anak dengan disabilitas. Maka dari itu penting untuk mengintegrasikan strategi pengajaran interaktif dengan penggunaan media audio visual guna meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Educational Play Therapy Using Video Methods for Children with Intellectual Disabilities to Improve Social Skills

 Developmental disabilities due to intellectual disability create barriers in an individual's life, especially in social skills. Play therapy is an effective way to deal with less adaptive social interactions in children with disabilities. Video media is also one of the effective learning media that increases the knowledge and skills of children with disabilities. By using video media, children can improve their understanding and skills. This service aims to help improve social skills in children with disabilities through play therapy education with educational video media. The method of implementing community service activities uses the observation method in play therapy activities. The target of this activity is 36 students from SD SLB C Tulungagung Regency. In order to see the value of the skills of the service participants, before and after the service activities, participants will observe the ability of social skills after and before play therapy education using the video method. The results showed that the pre-test social skills score obtained an average value of 69.67 with a minimum and maximum value of 53-88. After being given play therapy education using the video method, the post-test social skills score obtained an average result of 74.61 with a score minimum and maximum 55-93. Based on the activities carried out by the service team, it can be concluded that the use of video media and interactive teaching strategies can improve the social skills and knowledge of children with disabilities

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agran, M., Hughes, C., Thoma, C. A., & Scott, L. A. (2016). Employment Social Skills: What Skills Are Really Valued? Career Development and Transition for Exceptional Individuals, 39(2), 111–120. https://doi.org/10.1177/2165143414546741

Akhmetzyanova, A. I. (2014). The Development Of Self-Care Skills Of Children With Severe Mental Retardation In The Context Of Lekoteka. World Applied Sciences Journal, 29(6), 724–727. https://doi.org/10.5829/idosi.wasj.2014.29.06.13922

Alfikri, I., & Ahsyar, T. K. (2017). Media Pembelajaran Interaktif Seni Origami. Jurnal Ilmiah Rekayasa Dan Manajemen Sistem Informasi, 3(2), 50–60.

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fifth Edition. American Psychiatric Publishing. https://doi.org/10.1016/B0-12-657410-3/00457-8

Aziz, A. (2018). Pengaruh Video Animasi Terhadap Kemampuan Bina Diri Anak Tunagrahita Ringan Pada Pembelajaran Bina Diri Di SLB Tunas Kasih Surabaya. Jurnal Pendidikan Khusus, 63(6), 1–21. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id

Azmi, A. (2017). Pengaruh Cooperative Play Terhadap Peningkatan Kemampuan Interaksi Sosial Dan Berbahasa Pada Anak Retardasi Mental Ringan Di SLB Putra Manunggal Gombong. In Skripsi. Universitas Airlangga.

Chalis, U. C., & Wijiastuti, A. (2014). Pengaruh Penggunaan Seni Origami Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Tunagrahita Sedang. Jurnal Pendidikan Khusus, 6(6), 1–6.

Karra, A. (2013). Social Skills of Children with Intellectual Disability Attending Home Based Program and Children Attending Regular Special Schools-A Comparative Study. International Journal of Humanities and Social Science Invention, 2(8), 59–63.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2014). Undang-UndangRepublikIndonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002tentang Perlindungan Anak.

Kementrian Kesehatan RI. (2018). Hasil Utama Riskesdas 2018.

Maulidiyah, F. N. (2020). Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Untuk Anak Tunagrahita Ringan. Jurnal Pendidikan, 29(2), 93–100. https://doi.org/10.32585/jp.v29i2.647

Nurcahyo, W. (2020). Meningkatkan kualitas Program pengabdian kepada masyarakat di Perguruan Tinggi.

Pramudianti, D. T. (2019). Efektivitas Play Therapy Berbasis Origami Untuk Mengurangi Perilaku Agresif Pada Anak Usia Dini. In Skripsi. Universitas Muhammadiyah Magelan.

Priatna, H., & Arianingsih, T. (2016). Pengaruh Terapi Bermain: Cooperative Play Dengan Puzzle Untuk Meningkatkan Kemampuan Sosialisasi Anak Tuna Grahita. Jurnal Keperawatan STIKes Hang Tuah Tanjungpinang, 6(1).

Putriani, G. (2019). Peningkatan Upaya Pembelajaran Bina Diri Menggosok Gigi Melalui Media Video Animasi Pada Anak Tunagrahita Kategori Sedang Kelas IV SDLB di SLB Negeri Pembina Yogyakarta. Jurnal Widia Ortodidaktika, 6(2), 208–219.

Romadhon, I. W., & Harimurti, R. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Simulasi pada Keterampilan Menggosok Gigi Anak Tunagrahita dalam Model Pembelajaran Joyfull Learning. Jurnal IT-EDU, 5(1), 227–235. https://ejournal.unesa.ac.id

Suwartika, A. (2014). Implementasi Video Modeling Dan Video Selfmodeling Terhadap Keterampilan Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual. Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial, 13(367), 171–188.

UCLG. (2017). Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang Perlu Diketahui olehPemerintah Daerah. In Kementerian PPN / Bappenas. http://sdgsindonesia.or.id/index.php/sdgs/item/178-tujuan-pembangunan-berkelanjutan

Zulfah, R. H., Wijiastuti, A., & Sartinah, E. P. (2021). Efektifitasvideo Modeling Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Tunagrahita Ringan | GRAB KIDS: Journal of Special Education Need. GRAB KIDS: Journal of Special Education Need, 2007, 84–90. https://journal31.unesa.ac.id/index.php/grabkids/article/view/14358

Downloads

Published

2023-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Hidayat, S. A., Purwacaraka, M., & Erwansyah, R. A. (2023). Edukasi Terapi Bermain Dengan Metode Video Pada Anak Disabilitas Intelektual Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2), 335-342. https://doi.org/10.36312/linov.v8i2.1267