Sosialisasi Pembentukan Tim Desa Tanggap Bencana dan Edukasi Mitigasi Bencana berbasis Masyarakat di Desa Rodaya Kecamatan Ledo Kalimantan Barat

Authors

  • Anthoni Batahan Aritonang Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v8i3.1425

Keywords:

Destana, Hydrologis, Mitigasi Geografis, Demografis

Abstract

Potensi bencana di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor geografis, geologis, hidrologis, dan demografis. Faktor-faktor ini dapat menyebabkan bencana alam, baik yang disebabkan oleh alam maupun oleh tindakan manusia. Upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di desa untuk menghadapi bencana telah menghasilkan konsep "desa tanggap bencana," baik dalam bentuk komunitas maupun di tingkat desa. Penanganan bencana akan lebih efektif jika semua pihak yang terlibat berperan dalam mengurangi kemungkinan terjadinya bencana dan risiko yang ditimbulkan oleh bencana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menyebarkan informasi tentang pembentukan "desa tanggap bencana" (Destana) dan memberikan pelatihan kepada tim Destana yang telah terbentuk untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menghadapi bencana. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang mewakili tiga dusun di wilayah tersebut. Metode pelaksanaan Penelitian adalah melalui ceramah dan diskusi, diikuti dengan pengukuhan tim Destana Desa Rodaya serta memberikan pendidikan kepada tim yang telah terbentuk. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa tim Destana desa yang terdiri dari 10 orang telah berhasil dikukuhkan, dan pengetahuan tentang teknik-teknik penanggulangan bencana di wilayah Desa Rodaya telah disampaikan kepada 25 peserta kegiatan melalui kuis sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan..

Socialization of the Formation of a Village Disaster Response Team and Community-based Disaster Mitigation Education in Rodaya Village, Ledo District, West Kalimantan

 The potential for disasters in Indonesia is greatly influenced by geographical, geological, hydrological and demographic factors. These factors can lead to natural disasters, whether caused by nature or by human actions. Efforts to increase community preparedness in villages to face disasters have resulted in the concept of "disaster response villages," both in the form of communities and at the village level. Disaster management will be more effective if all parties involved play a role in reducing the possibility of disasters and the risks posed by these disasters. This research aims to disseminate information about the formation of "disaster response villages" (Destana) and provide training to the Destana team that has been formed to increase their knowledge and skills in dealing with disasters. This activity was attended by 25 participants representing three hamlets in the area. The research implementation method is through lectures and discussions, followed by the inauguration of the Rodaya Village Destana team and providing education to the team that has been formed. Evaluation of the activity showed that the village Destana team consisting of 10 people had been successfully confirmed, and knowledge about disaster management techniques in the Rodaya Village area had been conveyed to 25 activity participants through quizzes before and after the activity was carried out.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2021). Potensi Ancaman Bencana. https://www.bnpb.go.id/potensi-ancaman-bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah, (2023), https://www.kompas.id/baca/nusantara/2023/03/01/banjir-melanda-sejumlah-wilayah-di-kabupaten-bengkayang

Hadjarati, H., & Hidayat, S. (2018). Penyuluhan peningkatan kesadaran masyarakat desa Tobango, Tangga Jaya, Tanah Putih Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo menuju desa tangguh bencana (khusus banjir). https://repository.ung.ac.id/abdi/show/2/85/penyuluhan-peningkatan-kesadaran-masyarakat-desa-tabongo-tangga-jaya-tanah-putih-kecamatan-dulupi-kabupaten-boalemo-menuju-desa-tangguh-bencana-khusus-banjir.html.

Kadir, A., Usman, A., & Salahuddin, S. (2019). Pola penanganan bencana berbasis masyarakat pada dinas sosial kabupaten Bima. Jurnal Komunikasi Dan Kebudayaan, 6 (1), 108–127.

Khambali. (2017). Manajemen Penanggulangan Bencana. Yogyakarta: Andi Publisher.

Rahmadi, Ruslan, M., & Kadir, S. (2019). Analisis Tingkat Bahaya Erosi Di Sub Das Banyuhirang Das Maluka Kota Banjarbaru. Jurnal Sylva Scienteae, 2 (5), 930-938.

Robi, A. (2016). Risiko Bencana Indonesia. Jakarta : Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan.

Rosyidie, A. (2013). Banjir: Fakta Dan Dampaknya, Serta Pengaruh Dari Perubahan Guna Lahan. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 24 (3), 241-249.

Sarifudin, F., 2018. The Civic Education Teachers’ Role In Inculcating Multicultural Values. Jurnal Pendidikan Kewaraganegaraan dan Hukum, 7 (2), 309-315.

Samudro, E. G., & Madjid, M. A. (2020). Pemerintah Indonesia menghadapi bencana nasional Covid 19 yang megancam ketahanan nasional. Jurnal Ketahanan Nasional, 26(2), 132–154. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jkn.56318.

Setiawan, Y., Purwandari, E. P., Wijinarko, A., & Sunandi, E. (2020). Pemeteaan Zonasi Rawan Banjir Dengan Analisis Indeks Rawan Banjir Menggunakan Metode Fuzzy Simple Adaptive Weighting. Jurnal Pseudocode, 7 (1), 1-10.

Downloads

Published

2023-09-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Aritonang, A. B. (2023). Sosialisasi Pembentukan Tim Desa Tanggap Bencana dan Edukasi Mitigasi Bencana berbasis Masyarakat di Desa Rodaya Kecamatan Ledo Kalimantan Barat. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(3), 651-657. https://doi.org/10.36312/linov.v8i3.1425