Pembentukan Kader RANTING (Pemberdayaan Masyarakat Anti Stunting) sebagai Upaya Penanganan Stunting di Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang
DOI:
https://doi.org/10.36312/linov.v9i2.1663Keywords:
Posyandu, Stunting, Desa Pagersari, KaderAbstract
Kabupaten Malang menjadi salah satu kabupaten yang memiliki angka prevalensi stunting cukup tinggi dimana pada tahun 2022 yakni berada di angka 23%. Desa Pagersari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang yang menjadi penyumbang angka stunting tersebut. Dari pendataan rutin di salah satu posyandu dusun Gombong, tercatat ada 6 dari 32 balita yang mengalami stunting. Tujuan dari adanya pemberdayaan dengan membentuk Kader RANTING (Pemberdayaan Masyarakat Anti Stunting) adalah menurunkan angka prevalensi stunting dan menjadi desa tanggap stunting. Metode yang digunakan adalah dengan cara pembentukan kader yang beranggotakan masyarakat di Desa Pagersari. Dari pembentukan Kader RANTING ini, akan berfokus dalam penanganan masalah stunting di Desa Pagersari. Hasil didapati bahwa telah dibentuknya tim stunting yang terdiri dari 25 kader posyandu dan 37 kader remaja bertugas untuk mengawasi permasalahan stunting dan menyosialisasikan permasalahan Stunting dan nantinya akan diberikan pelatihan mengenai Stunting hingga perencanaan menu PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Pembentukan Kader Ranting terdiri dari beberapa struktur organisasi yang melibatkan stakeholder terkait. Stakeholder yang terlibat antara lain Bidan Desa Pagersari, Perawat Desa Pagersari, Kepala Sekolah, serta guru SMP Negeri 4 Ngantang Satu Atap yang memiliki peran terhadap perkembangan kader kesehatan balita dan remaja di Desa Pagersari. Dengan adanya pembentukan kader ini, masyarakat Desa Pagersari dapat memahami mengenai permasalahan Stunting dan nantinya kedepannya angka stunting di Desa Pagersari tidak semakin meningkat.
Establishment of RANTING (Anti-Stunting Community Empowerment) Cadre as an Effort to Overcome Stunting in Pagersari Village, Ngantang District, Malang Regency
Abstract
Malang Regency is one of the districts that has a high stunting prevalence rate, which in 2022 will be at 23%. Pagersari Village is one of the villages located in Ngantang Sub-district, Malang Regency which contributes to the stunting rate. From routine data collection at one of the posyandu in Gombong hamlet, it was recorded that 6 out of 32 toddlers were stunted. The purpose of empowerment by forming RANTING (Anti-Stunting Community Empowerment) cadres is to reduce the prevalence of stunting and become a stunting response village. The method used is by forming cadres consisting of community members in Pagersari Village. From the formation of this RANTING Cadre, it will focus on handling stunting problems in Pagersari Village. The results showed that a stunting team consisting of 25 posyandu cadres and 37 youth cadres has been formed to monitor the problem of stunting and socialize the problem of stunting and will later be given training on stunting to planning PMT (Supplementary Feeding) menus. The formation of the Branch Cadre consists of several organizational structures involving related stakeholders. The stakeholders involved include the Pagersari Village Midwife, Pagersari Village Nurse, Principal, and teachers of SMP Negeri 4 Ngantang Satu Atap who have a role in the development of toddler and adolescent health cadres in Pagersari Village. With the formation of this cadre, the people of Pagersari Village can understand the problem of stunting and in the future the stunting rate in Pagersari Village will not increase.
Downloads
References
Hidayat, A. N., & Ismawati, I. (2019). Faktor-Faktor Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kramatwatu Kabupaten Serang. Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas, 3(1), 28-35. https://doi.org/10.35568/bimtas.v3i1.454
Katalog.data.go.id. (2023, 19 Juni) Data Stunting Menurut Kategori di Puskesmas Kabupate Malang. Diakses pada 18 Mei 2024, dari https://katalog.data.go.id/dataset/data-stunting-menurut-kategori-di-puskesmas-kabupaten-malang/resource/c6348edb-173c-4cad-b1b7-49671f3d236c?inner_span=True
Lathifah, N. S., Susilawati, S., & Evrianasari, N. (2020). KEBUJUK ASIKK (KELOMPOK IBU KEKEUH ASI EKSKLUSIF). Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 78-85. https://doi: 10.33024/jpm.v2i2.3413
Megawati, G., & Wiramihardja, S. (2019). Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Dalam Mendeteksi Dan Mencegah Stunting. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 8(3), 154-159
Mukodi, M., & Rahmawati, D. (2022). Strategi Penanganan dan Percepatan Penurunan Stunting di Jawa Timur. Jurnal Penelitian Pendidikan, 14(2), 136-150. .https://doi.org/10.21137/jpp.2022.14.2.8
Nirmalasari, N. O. (2020). Stunting Pada Anak?: Penyebab dan Faktor Risiko Stunting di Indonesia. Qawwam: Journal For Gender Mainstreming, 14(1), 19–28. doi.org/10.20414/Qawwam.v14i1.2372
Nurahadiyatika, F., & Himmawan, M. F. (2022). Literature Review: The Description of the Stunting Memory Program Evaluation as an Effort to Optimize The Decline in The Stunting Incidence in the Pandemic Covid-19 Era. https://doi.org/10.20473/amnt.v6i1SP.2022.336-342
Oktari, D., & Dewi, D. A. (2021). Pemicu lunturnya nilai pancasila pada generasi milenial. JURNAL PEKAN: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 6(1), 93-103. https://doi.org/10.31932/jpk.v6i1.1170
Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan Stunting dan Pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 225–229. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.253
Rahman, H., Rahmah, M., & Saribulan, N. (2023). UPAYA PENANGANAN STUNTING DI INDONESIA Analisis Bibliometrik dan Analisis Konten. Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK), VIII(01), 44–59. https://doi.org/10.33701/jipsk.v8i1.3184
Rizki, L. K. ., Masruroh, N., & Bhayusakti, . A. . (2022) “Sosialisasi Prosedur Pemberian MPASI pada Kader Kesehatan di Kelurahan Wonokromo sebagai Upaya Menurunkan Stunting”, PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA, 1(1), pp. 613–620. https://doi: 10.33086/snpm.v1i1.853.
Rohmah, F. N., & Arifah, S. (2021). Optimalisasi peran kader kesehatan dalam deteksi dini stunting. BEMAS: Jurnal Bermasyarakat, 1(2), 95-102. https://doi.org/10.37373/bemas.v1i2.88
Stunting.go.id. (2023, 30 September). Hasil Perhitungan IKPS Nasional dan Provinsi tahun 2022. Diakses pada 18 Mei 2024, dari https://stunting.go.id/hasil-perhitungan-ikps-nasional-dan-provinsi-tahun-2022/
Supariasa, I. D. N., & Purwaningsih, H. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di kabupaten malang. Karta Rahardja: Jurnal Pembangunan dan Inovasi, 1(2), 55-64.
Thoif, M., Sugiharto, F. B., & Tauherate, T. (2023). Pencegahan Stunting Melalui Kader Bina Keluarga Balita (BKB) di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia), 8(3), 335-344. https://doi.org/10.33366/japi.v8i3.5373
Verawati, B., Yanto, N., & Afrinis, N. (2023) “HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN KERAWANAN PANGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI MASA PENDEMI COVID 19”, PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), pp. 415–423. https://doi: 10.31004/prepotif.v5i1.1586.
Wulandari Leksono, A., Kartika Prameswary, D., Sekar Pembajeng, G., Felix, J., Shafa Ainan Dini, M., Rahmadina, N., Hadayna, S., Roroputri Aprilia, T., Hermawati, E., Studi Kesehatan Masyarakat, P., Kesehatan Masyarakat, F., Kesehatan Lingkungan, D., Kelurahan Muarasari, P., & Bogor Selatan, K. (2021). Risiko Penyebab Kejadian Stunting pada Anak. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat: Pengmaskesmas, 1(2), 34–38.
Yuda, A., Septina, Z., Maharani, A., & Nurdiantami, Y. (2022). Tinjauan Literatur: Perkembangan Program Penanggulangan Stunting di Indonesia. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 6(2), 53-58.
Yuwanti, Y., Mulyaningrum, F.M., & Susanti, M.M. (2021) ‘Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Stunting Pada Balita Di Kabupaten Grobogan’, Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 10(1), p. 74. https://doi.org/10.31596/jcu.v10i1.704.
Zulhakim and Naelasari, D.N. (2021) ‘Sosialisasi pentingnya pemberian MP-ASI untuk mencegah stanting’, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(2), pp. 52–56.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Rany Ekawati, Afrina Hanifah, Cantika Salwa Ashamadu, Eva Uma Widyastuti, Silvia Devi Nadira, Hafif Ahmad Abdul Aziz

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.