Transfer Teknologi Pengomosan Cepat Dan Pemanfaatan Produk Kompos Pada Tanaman Pakchoy
DOI:
https://doi.org/10.36312/linov.v9i2.1719Keywords:
Bioaktivator, Manfaat kompos, Tanaman pakchoyAbstract
Di desa Sukadana, dusun Montong Tekot, kecamatan Pujut, Lombok Tengah, masalah utama adalah jumlah limbah kotoran sapi yang sangat banyak, dengan populasi sapi mencapai 36.466 ekor yang menyumbang sekitar 55% dari total limbah di kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kondisi minimnya pengetahuan dan pengalaman masyarakat mitra dalam mengelola limbah kotoran sapi menjadi kompos pupuk kandang menjadi alasan utama dilakukannya pengabdian ini. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada kelompok tani mitra tentang pengolahan limbah kotoran sapi menjadi kompos pupuk kandang dengan metode pengomposan cepat dan memberikan pengetahuan kepada kelompok tani mitra tentang cara memanfaatkan dan menerapkan kompos pupuk kandang pada tanaman pakchoy. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan kelompok tani dan mahasiswa MBKM. Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan sesuai rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. Melalui kegiatan penyuluhan, petani meningkatkan pengetahuan mereka tentang pengolahan limbah ternak menjadi produk yang bermanfaat. Melalui workshop pengomposan cepat, petani memahami pentingnya penggunaan bioaktivator seperti M-11 dan konsorsium BPF untuk mempercepat proses pengomposan. Dari hasil menunjukkan bahwa bioaktivator M-11 lebih efektif dalam menguraikan limbah organik dibandingkan konsorsium BPF, hal ini terlihat dari perubahan nilai pH yang lebih rendah pada bioaktivator M-11. Melalui pendampingan dalam budidaya pakchoy, petani menyadari manfaat kompos limbah ternak sebagai pupuk penyubur tanah dan tanaman. Petani tetap memerlukan kegiatan semacam ini, terutama berkaitan dengan transfer teknologi untuk menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan biaya produksi yang lebih terjangkau.
Transfer of Fast Composting Technology and Utilization of Compost Products in Pakchoy Plants
Abstract
Sukadana village, Montong Tekot hamlet, Pujut subdistrict, Lombok Tengah, faces a significant challenge in managing the vast amount of cattle manure generated by its 36,466 cattle, accounting for 55% of the total waste in Lombok Tengah Regency, West Nusa Tenggara. Limited knowledge and experience among local farmers in composting cattle manure into organic fertilizer necessitates this community service initiative. Empower local farmer groups with the knowledge and skills to convert cattle manure into organic fertilizer using a rapid composting method. Educate farmer groups on the effective utilization of cattle manure compost in pakchoy cultivation. Collaboration between farmer groups and MBKM students in community service activities. Successful execution of planned activities and goal achievement. Enhanced knowledge among farmers regarding livestock waste management into valuable products. Understanding of bioactivator usage (M-11 and PSB consortium) to expedite the composting process. Superior effectiveness of bioactivator M-11 in decomposing organic waste compared to PSB consortium, evident in lower pH values. Recognition of cattle manure compost's benefits as a soil and plant fertilizer through pakchoy cultivation guidance. Continuous demand for technology transfer initiatives to maintain soil fertility and promote cost-effective crop growth.
Downloads
References
Adinata, K. S., & Simarmata, I. T. (2022). Penilaian Praktis Ekologi Tanah Dalam Pertanian Tahan Iklim: Practical Assessment of Soil Ecology to Promote Climate Resilient Agriculture. Nas Media Pustaka.
Dewi, B. K. (2019). Pemanfaatan Limbah Kulit Jerami Nangka Dan Bonggol Pisang Sebagai Bioaktivator Terhadap Lama Waktu Terbentuknya Kompos Dan Kualitas Kimia (N, P, K) Kompos (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).
Dahlianah, I. (2015). Pemanfaatan sampah organik sebagai bahan baku pupuk kompos dan pengaruhnya terhadap tanaman dantanah. Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian, 10(1), 10-13.
Juliani, R. D. (2019). Peluang Usaha Melalui Bisnis Kompos di Kelurahan Tembalang Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Majalah Ilmiah Inspiratif, 4(07).
Meena, AL, Minakshi K, Debashis D, and RP Mishra. (2021). Composting: Phases and Factors Responsible for Efficient and Improved Composting. Agriculture and Food: E-newsletter. Technical Report. 3(1): 85-90.
More, S. (2017). A Literature Review on Rapid Composting Techniques. IJRESTs, 3(2):29-33.
Nemet, F., Peric, K., Loncaric, Z. (2021). Microbiological activities in the composting process – A review. Colum. Journal of Agricultural and Environmental Sciences, 8(2): 41-53.
Rakhmawati, DY., Dangga, SA., Laela, N. (2019). Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik. Jurnal Abdikarya, 3(1): 62-67.
SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional), (2021). https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/
Susilowati, LE., Zaenal A., Bambang HK. (2021). Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Dekomposer Lokal di Desa Narmada, Kabupaten Lombok Barat. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), Vol. 5, No. 1:34-45.
Sutrisno, E., dan Priyambada, IB. (2019). Pembuatan Pupuk Kompos Padat Limbah Kotoran Sapi dengan Metoda Fermentasi Menggunakan Bioaktivator
Starbio di Desa Ujung-Ujung Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang. Jurnal Pasopati, 1(2): 76-79
Syukron, F. (2018). Pembuatan pupuk organik bokashi dari tepung ikan limbah perikanan Waduk Cirata. Jurnal Sungkai, 6(1), 1-16.
Tchobanoglous, Theisen H., dan Vigil S.A. (1993). Integrated Solid Waste Management. McGraw-Hill International Editions, Singapore.
Widodo KH, dan Z Kusuma. (2018). Pengaruh Kompos Terhadap Sifat Fisik Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung di Inceptisol. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan. Volume 5 (2). Halaman 959-967
Wihardjaka, A. (2021). Dukungan pupuk organik untuk memperbaiki kualitas tanah pada pengelolaan padi sawah ramah lingkungan. Jurnal Pangan, 30(1), 53-64.
Zulha, IZNA. (2018). Penerapan Teknologi Tepat Guna Untuk Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 118–125.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Lolita Endang Susilowati, Dori Kusuma Jaya, Isnaniar Rahmatul Azizah, Zainal Arifin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.