Edukasi dan Manajemen Pencegahan Zoonosis di SDN 5 Penujak

Authors

  • Candra Dwi Atma Universitas Pendidikan Mandalika
  • Una Zaidah Universitas Pendidikan Mandalika
  • Eneng Garnika Universitas Pendidikan Mandalika
  • Nova Kurnia Universitas Pendidikan Mandalika
  • Olivia Berliana Universitas Pendidikan Mandalika
  • Jesica Putri Cahyanda Universitas Pendidikan Mandalika

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v10i3.3488

Keywords:

zoonosis, elementary school, UKS, PHBS

Abstract

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Penujak merupakan sekolah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap penularan penyakit zoonosis karena lokasinya berdekatan dengan pasar hewan, minim fasilitas sanitasi, serta rendahnya pemahaman guru dan siswa mengenai bahaya zoonosis. Untuk menjawab persoalan ini, dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan metode Participatory Learning and Action (PLA) melalui pendekatan mezzo. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, simulasi kasus rabies menggunakan teknik role playing, evaluasi melalui pre-test dan post-test, serta pendampingan dalam penguatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Hasil kegiatan yang melibatkan 15 siswa dan 12 guru menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman siswa. Pada pre-test, hanya 1 siswa (6,7%) yang berada pada kategori sangat baik dan 4 siswa (26,7%) pada kategori baik, sementara sebagian besar berada pada kategori cukup (46,7%) dan kurang (20%). Setelah pelatihan, hasil post-test menunjukkan 10 siswa (66,7%) berada pada kategori sangat baik dan 5 siswa (33,3%) pada kategori baik, tanpa ada lagi siswa yang berada pada kategori cukup atau kurang. Selain itu, UKS yang semula pasif berhasil diaktifkan kembali, dan praktik perilaku hidup bersih serta sehat (PHBS) mulai diterapkan warga sekolah. Antusiasme guru dan siswa menegaskan bahwa program ini efektif, meskipun masih terdapat tantangan berupa keterbatasan sarana kesehatan yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini berkontribusi dalam memperkuat literasi kesehatan, manajemen pencegahan zoonosis, serta pembangunan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan kesehatan. Kegiatan ini memperkenalkan pendekatan edukatif berbasis simulasi zoonosis dan penguatan UKS yang belum banyak diterapkan secara sistematis di sekolah dasar rawan zoonosis, sehingga memberikan kontribusi model integratif dalam manajemen kesehatan sekolah.

Education and Management of Zoonosis Prevention at SDN 5 Penujak

Abstract

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Penujak is highly vulnerable to zoonotic disease transmission due to its proximity to a livestock market, limited sanitation facilities, and the lack of awareness among teachers and students about zoonosis. To address this issue, a Community Service Program (PkM) was implemented using the Participatory Learning and Action (PLA) method with a mezzo approach. The activities included socialization, training, a rabies case simulation through role playing, evaluation using pre-test and post-test, and mentoring to strengthen the School Health Unit (UKS). The program involved 15 students and 12 teachers, and the results showed a significant improvement in students’ understanding. In the pre-test, only 1 student (6.7%) was in the very good category and 4 students (26.7%) in the good category, while most were in the fair (46.7%) and poor (20%) categories. After the training, the post-test results indicated that 10 students (66.7%) achieved the very good category and 5 students (33.3%) were in the good category, with no participants remaining in the fair or poor categories. In addition, the previously inactive UKS was revitalized, and the practice of clean and healthy living behavior (PHBS) began to be adopted by the school community. The enthusiasm of teachers and students confirmed the program’s effectiveness, although challenges remain regarding limited health facilities requiring support from local government. Overall, this PkM activity contributes to strengthening health literacy, zoonosis prevention management, and human resource development in education and health. It introduces an educational approach based on zoonosis simulation and the revitalization of the School Health Unit (UKS), which has not been widely implemented systematically in elementary schools vulnerable to zoonosis, thereby contributing an integrative model to school health management.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andika, M. ., Mitayani, M., Yolanda, Y. ., Apriyanti, E. ., & Zulmardi, Z. (2025). Menuju Sekolah Sehat Melalui Penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6(1), 642-649. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i1.5046

Dong, X & Soong, L. (2021). Emerging and Re-emerging Zoonoses are Major and Global Challenges for Public Health. Zoonoses, 1(1). DOI: 10.15212/ZOONOSES-2021-0001

Erkyihun, G. E & Alemayehu, M.B. (2022). One Health Approach for the Control of Zoonotic Diseases. Zoonoses, 2(1). DOI: 10.15212/ZOONOSES-2022-0037

Jaelani, M. A., Atma, C. D., Janah, M., & Munawaroh, M. (2024). Deteksi dan Identifikasi Protozoa pada Feses Pasien Kucing Di Klinik ZZ Pet Care. Mandalika Veterinary Journal, 4(2), 17–23. https://doi.org/10.33394/mvj.v4i2.13409

Kholik., Atma, C.D., & Ningtyas, N.S. (2022). Identification of blood-sucking flies of bats in Lombok Island, Indonesia. World’s Veterinary Journal, 12(2): 151–155. https://dx.doi.org/10.54203/scil.2022.wvj19

Kurnia, N., Utami, S. D., Rohmatillah, L. M., Purwati, D., Marjan., Soma, R. A. (2024). Penyuluhan Keamanan Pangan dan Pendampingan Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) pada UMK Susu Kambing Amaq Farm Desa Penujak. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(3), 547–557. https://doi.org/10.36312/linov.v9i3.2087

Sharan, M., Vijay, D., Yadav, J. P., Bedi, J. S., & Dhaka, P. (2023). Surveillance and response strategies for zoonotic diseases: a comprehensive review. Science in One Health, 2, 100050. https://doi.org/10.1016/j.soh.2023.100050

Silmi, A. F. (2017). Participatory Learning and Action (Pla) Di Desa Terpencil: Peran LSM PROVISI Yogyakarta dalam Pemberdayaan Masyarakat di Lubuk Bintialo, Sumatra Selatan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran Dan Dakwah Pembangunan, 1(1), 97. https://doi.org/10.14421/jpm.2017.011-05

Sutaryono, Y. A.,Azmi, M.A., Amini, A.A.A., Putri, Dhea Amalia, D.A.F.R.,…Wardani, R. (2022). Upaya Pengendalian Wabah Penyakit Mulut dan Kuku pada Kelompok Ternak Program 1000 Sapi di Desa Teruwai Melalui Program Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Mataram. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(4), 1–5. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v5i4.2156

Untayana, V.A., Pudyaningtyas, A.R., & Dewi, N.K. (2023). Pengaruh metode role playing terhadap tingkat self-awarenessanak usia dini. Early Childhood Education and Developmenti Journal, 5(3): 107-115. https://doi.org/10.20961/ecedj.v5i2.102300

Wariata, W., Sriasih, M., Rosyidi, A., Ali, M., & Depamede, S. (2019). Infeksi dan Tingkat Penyebaran Parasit Zoonosis Cacing Hati (Fasciola sp.) Pada Sapi Di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI), 5(2): 86-92. https://doi.org/10.29303/jitpi.v5i1.55

Zulmi, N. A. L., Munawaroh, M., & atma, candra dwi. (2023). Deteksi Dan Prevalensi Penyakit Scabiosis Pada Kucing Di Klinik Praktek Dokter Hewan Kota Mataram. Mandalika Veterinary Journal, 3(2), 22–28. https://doi.org/10.33394/mvj.v3i2.9310

Downloads

Published

2025-09-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Atma, C. D., Zaidah, U., Garnika, E., Kurnia, N., Berliana, O., & Cahyanda, J. P. (2025). Edukasi dan Manajemen Pencegahan Zoonosis di SDN 5 Penujak. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(3), 949-958. https://doi.org/10.36312/linov.v10i3.3488