Budidaya Lele Mutiara (Mutu Tinggi Tiada Tara) berbasis Shipon Termodifikasi sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.36312/linov.v7i3.793Keywords:
Lele Mutiara, Shipon, Ekonomi, Pangan, KeberlanjutanAbstract
Permasalahan yang dijumpai di mitra yaitu modal usaha KWT, pengalaman budidaya lele Mutiara, pemeliharaan lele Mutiara, pengelolaan limbah ikan, penyakit ikan, pengobatan penyakit ikan, pemasaran dan pengolahan pasca panen. Solusi yang ditawarkan berdasarkan analisis situasi dan permasalahan yang terdapat di mitra yaitu melalui budidaya ikan lele Mutiara dengan metode Shipon termodifikasi. Metode Siphon sangat bermanfaat untuk mengurangi endapan ammonia di dasar kolam lele yang bersumber dari kotoran ikan dan sisa pakan. Kadar ammonia dalam air akan sangat menentukan kesehatan ikan, jika dapat diturunkan maka kualitas air juga akan lebih sehat untuk ikan lele. Tujuan dari PkM yaitu meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi warga masyarakat khususnya KWT Mekar Jannah dan pemanfaatan lahan terbatas untuk kegiatan yang produktif. Tahapan kegiatan PkM dibagi menjadi empat yaitu persiapan, pelaksanaan, pemeliharaan dan pemasaran. Teknik pengumpulan data yaitu melalui kuesioner dengan instrumen berupa angket. Jumlah responden yaitu 30 anggota KWT Mekar Jannah. Hasil pengukuran keberdayaan yaitu warga sasaran memberikan penilaian sangat baik pada semua aspek meliputi: kejelasan perolehan transfer teknologi (93%), keunggulan metode shipon dibanding metode konvensional (91,67%), peningkatan pengetahuan mitra (92,50%), peningkatan kemampuan mitra (80,83%), manfaat yang diperoleh (89,17%), komitmen peserta (96,67%), transfer keterampilan (95,83%), meningkatkan pendapatan warga (95,83%). Berdasarkan hasil angket tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PkM telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, dan warga sasaran memiliki komitmen terkait keberlanjutan program.
Modified Shipon-based Pearl Catfish Cultivation as an Effort to Improve Community Economy
Abstract
The problems partners encounter are KWT business capital, the experience of pearl catfish cultivation, maintenance of pearl catfish, fish waste management, fish diseases, treatment of fish diseases, marketing, and post-harvest processing. The solution offered is based on analyzing the situation and problems found in partners, namely through Pearl catfish cultivation with the modified Shipon method. The Siphon method is beneficial for reducing ammonia deposits at the bottom of catfish ponds sourced from fish waste and leftover feed. Ammonia levels in the water will significantly determine the health of fish, and if they can be lower, the water quality will also be healthier for catfish. The purpose of the PkM is to improve food security and the community's economy, especially KWT Mekar Jannah, and limit land use for productive activities. The stages of PkM activities are divided into preparation, implementation, maintenance, and marketing. The data collection technique is through a questionnaire with an instrument in the form of a questionnaire. The number of respondents is 30 members of the Mekar Jannah KWT. The results of the empowerment measurement are that the target citizens gave an excellent assessment on all aspects, including clarity of technology transfer acquisition (93%), the superiority of the Shipon method compared to conventional methods (91.67%), increased partner knowledge (92.50%), increased partner capabilities (80.83%), the benefits obtained (89.17%), the commitment of the participants (96.67%), the transfer of skills (95.83%), increasing the income of the residents (95.83%). The questionnaire results show that PkM activities have achieved the predetermined success indicators, and the target residents are committed to the program's sustainability.
Downloads
References
Ahmad, N., Herdelah, O., Zulkhasyni, Z., & Andriyeni, A. (2019). Pengaruh Penyiponan Terhadap Pertumbuhan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Pada Sistem Bioflok. Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi Dan Budidaya Perairan, 17(1), 49–57. https://doi.org/10.32663/ja.v17i1.505
Anonim. (2018). Kebutuhan Lele DIY Tahun 2017 Mencapai 48.031 Ton/Tahun. Indonesian Research Institute for Fisheries Postharvest Mechanization. http://www.mekanisasikp.web.id/2018/01/kebutuhan-lele-diy-tahun-2017-mencapai.html
Ardyanti, R., Nindarwi, D. D., Sari, L. A., & Wulan Sari, P. D. (2018). Manajemen Pembenihan Lele Mutiara (Clarias Sp.) Dengan Aplikasi Probiotik Di Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (Upt Ptpb) Kepanjen, Malang, Jawa Timur. Journal of Aquaculture and Fish Health, 7(2), 84. https://doi.org/10.20473/jafh.v7i2.11254
Asriani, A., Santoso, J., & Listyarini, S. (2018). Nilai Gizi Konsentrat Protein Ikan Lele Dumbo (An Lele Dumbo (Clarias Gariepenus Clarias gariepenus) Ukuran Jumbo. Jurnal Kelautan Dan Perikanan Terapan, 1(2), 77–86. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.15578/jkpt.v1i2.7257
Indriyanto, S., Syifa, F. T., & Permana, H. A. (2020). Sistem Monitoring Suhu Air pada Kolam Benih Ikan Koi Berbasis Internet of Things. TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi Dan Kontrol, 6(1), 10–19. https://doi.org/10.15575/telka.v6n1.10-19
Iswanto, B., Suprapto, R., & Marnis, H. (2016). Performa Reproduksi Ikan Lele Mutiara (Clarias gariepinus). Media Akuakultur, 11(1), 1–9. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.15578/ma.11.1.2016.1-9
Listyarini, S., Asriani, A., & Santoso, J. (2018). Konsentrat Protein Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepenus) Afkir Dalam Kerupuk Melarat Untuk Mencapai Sustainable Development Goals. Jurnal Matematika Sains Dan Teknologi, 19(2), 106–113. https://doi.org/10.33830/jmst.v19i2.113.2018
Prasetyaningsih, I., Murtini, U., & Hediono, B. P. (2016). Pemberdayaan Masyarakat Komunitas Bosskid Ngasem Tepus Gunungkidul dan Komunitas Arsari Sekar Sungapan Dukuh, Argodadi Sedayu Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Sendimas.
Putriantoro, C. . (2021). Kajian Etnomatematika Pada Aktivitas Kelompk Tani di Dusun Gubug Desa Argosari Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul Propinsi DIY. Universitas Sanatadharma.
Royan, M. R., Solim, M. H., & Santanumurti3, M. B. (2019). Ammonia-eliminating potential of Gracilaria sp. And zeolite: a preliminary study of the efficient ammonia eliminator in aquatic environment. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science, 1–9. https://doi.org/10.1088/1755-1315/236/1/012002
Syarifudin. (2019). Produksi Perikanan Lokal Baru Mampu Penuhi 60 Persen Kebutuhan di DIY. http://www.mekanisasikp.web.id/2019/11
Toifur, M., Hanafi, Y., & Okimustava. (2021). Budidaya Lele Sangkuriang Dengan Metode Shipon Sebagai Alternatif Ketahanan Pangan di Masa Pandemi. Prosiding Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan, 000, 1160–1166.
Ubaidillah, A., & Hersulistyorini, W. (2010). Kadar Protein Dan Sifat Organoleptik Nugget Rajungan Dengan Substitusi Ikan Lele (Clarias Gariepinus) (Protein Levels and Organoleptic Crab Nugget With Substitution Catfish (Clarias Gariepinus). Jurnal Pangan Dan Gizi, 1(2), 116029. https://doi.org/https://doi.org/10.26714/jpg.1.2.2010.%25p
UCLG. (2017). Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. In Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang perlu diketahui oleh Pemerintah Daerah. United Cities and Local Goverments Asia-Pasific. http://sdgsindonesia.or.id/index.php/sdgs/item/178-tujuan-pembangunan-berkelanjutan
Wahyuningsih, S., & Gitarama, A. M. (2020). Amonia Pada Sistem Budidaya Ikan. Syntax Literate?: Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(2), 112–125. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v5i2.929
Yonarta, D., Syaifudin, M., & Tanbiyaskur, T. (2021). Pendampingan produksi ikan lele mutiara melalui teknologi pemijahan semi alami di Desa Pandan Arang, Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 27(2), 175–180. https://doi.org/https://doi.org/10.24114/jpkm.v27i2.26102
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Yahya Hanafi, Moh. Toifur, Oki Mustava, Muhammad Faisal, Bayu Setiawan, Silvia Laeli, Irfan Rosyadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.