Implementasi Blue Economy Melalui Kegiatan Budi Daya Rumput Laut Eucheuma cottonii di Wilayah Pesisir Pulau Lemukutan

Authors

  • Pamela Pamela Universitas Tanjungpura
  • Sukal Minsas Universitas Tanjungpura
  • Bambang Kurniadi Universitas Tanjungpura
  • Warsidah Warsidah Tanjungpura University
  • Mega Sari Juane Sofiana Universitas Tanjungpura
  • Sofiana Sofiana Universitas Tanjungpura
  • Ruqiah Ganda Putri Panjaitan Universitas Tanjungpura
  • Renny Sari Universitas Tanjungpura
  • Uray Ristian Universitas Tanjungpura
  • Sy. Irwan Nurdiansyah Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v7i4.971

Keywords:

Blue Economy, Implementasi, Pesisir Lemukutan, E. cottonii, Long Line

Abstract

Blue Economy adalah usaha memanfaatkan  potensi sumber daya laut berbasis lingkungan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat wilayah pesisir. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai bagian dari program Kedaireka Matching Fund Direktorat Pendidikan Tinggi ini, dilakukan di wilayah Lemukutan untuk tujuan meningkatkan keterampilan  dan kesejahteraan masyarakat pesisir  melalui kegiatan Implementasi Blue Economy Melalui  Kegiatan  Budi Daya Rumput Laut E. cottonii di Wilayah Pesisir . Budidaya E. cottonii dilaksanakan dengan menggunakan metode longline, melibatkan sebanyak 15 orang mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Tanjungpura serta 10 orang masyarakat setempat, selama 4 bulan berkegiatan. Kesuksesan usaha  budidaya rumput laut sangat tergantung pada pemilihan lahan dengan parameter lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan rumput laut, teknik serta metode budidaya yang sesuai. Kegiatan PKM ini menggunakan metode ceramah, simulasi di darat kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung menanam rumput laut E. cottonii di wilayah perairan Lemukutan. Dari hasil kegiatan ini menunjukkan kemampuan masyarakat menggunakan metode long line dalam budidaya rumput laut E. cottonii sudah sangat memadai, dengan pengamatan selama 50 hari menunjukkan pertumbuhan relatifve sebesar 220,50%, dan  pertumbuhan harian 3.36 %. Penanaman rumput laut harus memperhitungkan intensitas matahari untuk memaksimalkan berlangsungnya fotosintesis serta menghindari penanaman di masa menjelang ekstrim di mana terjadi curah hujan tinggi dan gelombang laut yang kuat.

Blue Economy Implementation Through Eucheuma cottonii Seaweed Cultivation Activities in the Coastal Area of ??Lemukutan Island

 Blue Economy is an effort to exploit the potential of marine resources based on the environment in supporting the economic growth of coastal communities. Community Service (PKM) as part of the Directorate of Higher Education's Kedaireka Matching Fund program, is carried out in the Lemukutan area for the purpose of improving the skills and welfare of coastal communities through Blue Economy Implementation activities through E. cottonii Seaweed Cultivation Activities in the Coastal Area. The cultivation of E. cottonii was carried out using the longline method, involving as many as 15 students from various study programs at Tanjungpura University and 10 local people, for 4 months of activities. The success of seaweed farming is highly dependent on the selection of land with environmental parameters that support the growth and development of seaweed, appropriate cultivation techniques and methods. This PKM activity used the lecture method, simulations on land and then continued with direct practice of planting E. cottonii seaweed in the waters of Lemukutan. The results of this activity show that the community's ability to use the long line method in cultivating E. cottonii seaweed is very adequate, with observations for 50 days showing a relative growth of 220.50% and a daily growth of 3.36%. Seaweed planting must take into account the intensity of the sun to maximize photosynthesis and avoid planting at extreme times when there is high rainfall and strong sea waves.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggadiredja. (2006). Rumput Laut. Penebar Swadaya.

Anggadiredja, J. T., Zatnika, A., Purwoto, H., & Istin, S. (2010). Rumput Laut: Pembudidayaan, Pengolahan, dan Pemasaran Komoditas Perikanan Potensial. Penebar Swadaya.

Arli. (2019). Pengembangan Industri Rumput Laut Indonesia-Kesediaan Bahan Baku Seminar Nasional Sinergitas Implementasi Kebijakan Pengembangan Industri Rumput Laut Nasional.

Atmadja, W. S., Kadi, A., Sulistijo, & Rachmaniar. (1996). Pengenalan jenisjenis rumput laut Indonesia. PUSLITBANG Oseanologi.

Bayu, D. P., Riris, A., & Isnaini. (2011). Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp. dengan Metode Penanaman yang Berbeda di Perairan Kalianda, Lampung Selatan. Jurnal Maspari, 3, 36–41.

Campo, L., Kawano, D., DB, da S., & Carvalho, J. (2009). Carrageenans: Biologic al properties,chemical modificationsand structural analysis. J. Carbohydrate Polimer, 77, 167–180.

Dahuri, R. (2005). Potensi Ekonomi Kelautan. Republika. Republika. 13 Desember 2005.

Herawati, H. (2018). Potensi Hidrokoloid sebagai Bahan Tambahan pada Produk Pangan dan Nonpangan Bermutu. Jurnal Litbang Pertanian, 37(1), 17–25.

Lewerissa, S. (2005). Pengaruh Umur Panen Eucheuma cottonii terhadap Karakteristik Karagenan dan Edible Film yang dihasilkan Thesis Program Pasca Sarjana. Universitas Gadjah Mada.

Nurhayati, S. (2013). Blue and Green Economy (BGE) Policy and Their Impact to Indonesian Community Welfare. Jurnal Ekonomi Dan Bisinis, 12(2), 37–42.

Pasaribu, A. (2017). Konsep Blue Economy Sumber Pertumbuhan Baru di Indonesia. Ekuilibria.

Pongarrang, D., Rahman, A., & Iba, W. (2013). . Pengaruh Jarak Tanam dan Bobot Bibit Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) Menggunakan Metode Vertikultur. Jurnal Mina Laut Indonesia, 3(12), 94–112.

Radiarta, I. N., Erlania, E., & Haryadi, J. (2015). Analisis Pengembangan Perikanan Budidaya Berbasis Ekonomi Biru dengan Pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP). Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 10(1), 47–59.

Sudradjat, A. (2009). Budidaya 23 Komoditas Laut Menguntungkan. Penebar Swadaya.

Susilowati, T., R., Sri, N. D., Eko, & Zulfitriani. (2012). Pengaruh Kedalaman Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Euchema Cottonii) Yang Dibudidayakan dengan Metode Longline Di Pantai Mlonggo, Kabupaten Jepara. Jurnal Saintek Perikanan, 8(1).

Villanueva, R., Sousa, A., Goncalves, M., Nilson, M., & Hilliou, L. (2010). Production and properties of agar from the invasive marine alga, Gracilaria vermiculophylla (Gracilariales, Rhodophyta). Journal of Applied Phycology, 22, 211–220.

Downloads

Published

2022-12-19

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pamela, P., Minsas, S., Kurniadi, B., Warsidah, W., Sofiana, M. S. . J., Sofiana, S., Panjaitan, R. G. P., Sari, R., Ristian, U., & Nurdiansyah, S. I. (2022). Implementasi Blue Economy Melalui Kegiatan Budi Daya Rumput Laut Eucheuma cottonii di Wilayah Pesisir Pulau Lemukutan. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(4), 655-662. https://doi.org/10.36312/linov.v7i4.971