Analisis Deskriptif Keberadaan Patung dari Perspektif Masyarakat Muslim Probolinggo; Studi Kasus Desa Ganting Wetan Kabupaten Probolinggo

Studi Kasus Persepsi Masyarakat Patung Nilai Keagamaan Budaya Lokal

Authors

Downloads

How to Cite

Faize, S. N., Bahrudin, B., & Winarsih, N. (2025). Analisis Deskriptif Keberadaan Patung dari Perspektif Masyarakat Muslim Probolinggo; Studi Kasus Desa Ganting Wetan Kabupaten Probolinggo . Reflection Journal, 5(1), 462-475. https://doi.org/10.36312/rj.v5i1.2924

Keberadaan patung manusia dalam masyarakat Muslim sering menimbulkan perdebatan, terutama terkait dengan batasan antara seni, budaya, dan nilai-nilai agama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan masyarakat Muslim mengenai keberadaan patung manusia di Desa Ganting Wetan, Kabupaten Probolinggo, dengan fokus pada perspektif agama, budaya, seni, dan ekonomi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang meliputi tokoh agama, aparat desa, pembuat patung, masyarakat sekitar, serta informan tambahan lainnya. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menerima keberadaan patung selama tidak digunakan untuk tujuan yang bertentangan dengan ajaran Islam seperti penyembahan atau syirik. Patung dipahami sebagai bentuk ekspresi seni dan potensi pengembangan ekonomi lokal, meskipun terdapat kekhawatiran dari sebagian masyarakat luar. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa tingkat penerimaan masyarakat sangat dipengaruhi oleh konteks makna patung dan peran tokoh agama dalam memberikan pemahaman yang moderat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan komunikasi dan kolaborasi antara seniman, tokoh agama, dan pemerintah desa guna menjaga kerukunan sosial dan menghindari kesalahpahaman di masyarakat.

Descriptive Analysis of the Existence of Statues from the Perspective of the Muslim Community of Probolinggo; Case Study of Ganting Wetan Village, Probolinggo Regency

The existence of human statues within Muslim communities often sparks debate, particularly regarding the boundaries between art, culture, and religious values. This study aims to describe the perspectives of the Muslim community on the presence of human statues in Ganting Wetan Village, Probolinggo Regency, focusing on religious, cultural, artistic, and economic viewpoints. The method used is a qualitative descriptive approach through a case study, with data collected via in-depth interviews, observations, and documentation involving key informants such as religious leaders, village officials, statue creators, local residents, and additional informants. The findings indicate that most of the community accepts the presence of statues as long as they are not used for purposes contradicting Islamic teachings, such as worship or polytheism. Statues are understood as a form of artistic expression and a potential source of local economic development, although some external community members express concerns. The study concludes that community acceptance is largely influenced by the contextual meaning of the statues and the role of religious leaders in providing moderate understanding. This research recommends enhanced communication and collaboration among artists, religious figures, and village authorities to maintain social harmony and prevent misunderstandings within the community.