Pola Pendidikan Islam Dalam Tradisi Merarik Suku Sasak Lombok Di Kabupaten Lombok Tengah

Authors

  • Hirlan Hirlan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Haji Abdul Rasyid Lombok Tengah
  • Mukminah Mukminah Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

DOI:

https://doi.org/10.36312/rj.v5i1.3132

Keywords:

Merarik, Pola Pendidikan Islam, Suku Sasak, Kearifan Lokal, Adat dan Syariat

Abstract

Tradisi Merarik (kawin lari) pada masyarakat Suku Sasak di Kabupaten Lombok Tengah sering disalahpahami sebagai tindakan impulsif yang menafikan peran orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar persepsi tersebut dan menganalisis secara mendalam bagaimana tradisi Merarik berfungsi sebagai sebuah pola pendidikan Islam yang terstruktur dan efektif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus etnografis, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, pelaku Merarik, dan orang tua, serta observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merarik bukanlah sekadar ritual, melainkan sebuah "kurikulum kehidupan" informal yang menginternalisasikan nilai-nilai fundamental Islam. Setiap tahapannya mulai dari melaiq (membawa lari), besejati (musyawarah), hingga nyongkolan (resepsi arak-arakan) berfungsi sebagai modul pendidikan. Bagi calon mempelai, tradisi ini menanamkan nilai tanggung jawab (mas'uliyyah), menjaga kehormatan (iffah), dan musyawarah (syura). Bagi orang tua, ia menjadi sekolah spiritual yang mengajarkan kesabaran (sabar), keikhlasan (ikhlas), dan pemaafan (forgiveness). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Merarik adalah wujud nyata dari dialektika harmonis antara adat dan syariat, di mana kearifan lokal berfungsi sebagai wahana efektif untuk pendidikan karakter Islam, membentuk individu dan masyarakat yang bermartabat.

 Islamic Education Patterns in the Merarik Tradition of the Sasak Tribe in Central Lombok Regency

 The tradition of Merarik (elopement) in the Sasak community in Central Lombok Regency is often misunderstood as an impulsive act that denies the role of parents. This study aims to dismantle this perception and analyze in depth how the Merarik tradition functions as a structured and effective Islamic education pattern. Using a qualitative approach with an ethnographic case study method, this study collected data through in-depth interviews with traditional leaders, religious leaders, Merarik actors, and parents, as well as participatory observation and documentation studies. The results of the study show that Merarik is not just a ritual, but an informal "life curriculum" that internalizes fundamental Islamic values. Each stage from melaiq (carrying away), besejati (deliberation), to nyongkolan (reception procession) functions as an educational module. For prospective brides and grooms, this tradition instills the values ??of responsibility (mas'uliyyah), maintaining honor (iffah), and deliberation (shura). For parents, it becomes a spiritual school that teaches patience (sabar), sincerity (ikhlas), and forgiveness (forgiveness). This study concludes that Merarik is a real manifestation of the harmonious dialectic between custom and sharia, where local wisdom functions as an effective vehicle for Islamic character education, forming dignified individuals and communities.

References

Apriyanita, Triana. 2023. “Tinjauan Kaidah-Kaidah Fiqhiyah Terhadap Adat Merariq.” 06:104–14.

Astrid Nasution, Octy, Yohanes Bahari, and Jl H. Hadari Nawawi. 2024. “Kemiskinan Pada Gelandangan Dan Pengemis (Gepeng) Diperkotaan: Perspektif Teori Habitus Oleh Pierre Bourdieu.” Journal on Education 07(01):4591–98.

Badruzaman, Dudi. 2019. “Islamic Modern Hypnotherapy (Imh) Sebagai Metode Alternatif Dalam Mempercepat Investigasi Kasus Korupsi Di Indonesia.” Kodifikasia 13(2):265. doi: 10.21154/kodifikasia.v13i2.1755.

Fairiza, Andre, and Rendra Widyatama. 2024. “Merariq Dalam Pernikahan Sasak: Analisis Dan Dinamika Dalam Ritual.” Jurnal Analisa Sosiologi 13(1):193–218.

Febri Triwahyudi, Achmad Mujab Masykur. 2016. “MAKNA MERARIK DAN NYONGKOLAN BAGI PASANGAN PENGANTIN DI NUSA TENGGARA BARAT.” 1–23.

Firmansyah, Mokh Iman. 2019. “Pendidikan Agama Islam Pengertian Tujuan Dasar Dan Fungsi.” Urnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim 17(2):79–90.

Haslan, Muhammad Mabrur, and Dahlan Dahlan. 2022. “Dampak Merariq Terhadap Masyarakat Suku Sasak (Studi Pada Masyarakat Suku Sasak Di Desa Rumak Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat).” CIVICUS?: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan 10(1):21. doi: 10.31764/civicus.v10i1.9698.

Heriyanto, Heriyanto. 2018. “Thematic Analysis Sebagai Metode Menganalisa Data Untuk Penelitian Kualitatif (Thematic Analysis as a Method for Analyzing Data for Qualitative Research).” Anuva 2(3):317.

Heti Aisah, Qiqi Yulianti Zaqiah, A. Supiana. 2021. “Jurnal Pendidikan Islam.” Jurnal Pendidikan Islam 1:128–35.

Hirlan, Mukminah. 2019. “Local Wisdom Tradisi Merakik Suku Sawak Islam Waktu Lima.” Pp. 1–250 in, edited by HAMDAN. MATARAM: PUSTAKA BANGSA.

Hirlan, Mukminah. n.d. “Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Melalui Metode Pembiasaan Berbasis Nilai Islam.” 176–93.

Hirlan, Zaenul Haq. 2021. “TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PROSES PELAKSANAAN ADAT PERKAWINAN DI DESA PEJANGGIK KABUPATEN LOMBOK TENGAH.” Tinjaaun Hukum Islam Terhadap Proses Pelaksanaan Adat Perkawinan Di Desa Pejanggik Kabupaten Lombok Tengah 3(1):59–69.

Ilmalia, Ratu, I. Nyoman Budiartha, and Diah Gayatri Sudibya. 2021. “Pelaksanaan Tradisi Perkawinan Merariq.” Jurnal Interpretasi Hukum 2(3):479–83.

Juandi, Wawan, and Aminul Alimin. 2025. “Tradisi Merarik Dalam Persfektif Komunikasi Budaya.” 7(1):197–214.

Kerta, Widya, Jurnal Hukum, and Agama Hindu. 2025. “YURIDIS PADA MASYARAKAT SUKU SASAK LOMBOK.” 8:1–21.

Masrofah, Tria, Fakhruddin Fakhruddin, and Mutia Mutia. 2020. “PERAN ORANG TUA DALAM MEMBINA AKHLAK REMAJA (Studi Di Kelurahan Air Duku, Rejang Lebong-Bengkulu).” TA’DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam 3(1):39. doi: 10.30659/jpai.3.1.39-58.

Muhsinin, Muh., Ni Luh Arjani, and Ni Made Wiasti. 2022. “Tradisi Kawin Lari (Merariq) Pada Suku Bangsa Sasak Di Desa Wanasaba, Lombok Timur.” Sunari Penjor?: Journal of Anthropology 6(1):51. doi: 10.24843/sp.2022.v6.i01.p06.

Nuraeni. 2012. “Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Autis.” Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 16–31.

Nurtsany, Raihan, Putra Raihan Nur Alam, Linda Hodijah, and Imam Tabroni. 2020. “Penanganan Problematika Menghafal Al-Qur’an Bagi Santri Di Pondok Pesantren Baitul Quran Cirata.” Lebah 14(1):14–19. doi: 10.35335/lebah.v14i1.65.

Nuryani, Nuryani, and Yeni Paramata. 2021. “Social and Behaviour Change Communication Strategy: Improving Adolescent Nutrition in Indonesia.” Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) (1):1–66.

Oktapiani, Marliza. 2020. “Tingkat Kecerdasan Spiritual Dan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an.” Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam 3(1):95–108. doi: 10.34005/tahdzib.v3i1.861.

Rejeki, Sri, and Hermawati Hermawati. 2020. “Prosesi Adat Merarik Masyarakat Bangsawan Dengan Masyarakat Biasa Di Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah.” CIVICUS?: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan 8(2):91. doi: 10.31764/civicus.v8i2.2900.

Saparudin, Saparudin. 2022. “Deviasi Adat Melaik (Merarik) Suku Sasak Sebagai Norma Adat Di Desa Penujak Dalam Persfektif Komunikasi.” Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 7(2):163. doi: 10.29240/jdk.v7i2.5770.

Simbolon, Demsa, Bringwatty Batbual, and Ina Debora Ratu Ludji. 2022. “Pembinaan Perilaku Remaja Putri Dalam Perencanaan Keluarga Dan Pencegahan Anemia Melalui Pemberdayaan Peer Group Sebagai Upaya Pencegahan Stunting.” Media Karya Kesehatan 5(2):162–75. doi: 10.24198/mkk.v5i2.36716.

Sudiapermana, Elih, and A. Pendahuluan. 2003. “PENDIDIKAN INFORMAL Reposisi , Pengakuan Dan Penghargaan.” (20).

Sulpa Indra Mahruni??, Abbas Sofwan Matlail Fajar. 2022. “Eksplorasi Praktik Kawin Culik ‘Merarik’ Di Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur.” Ligitima 1(1):77–87.

Syaerozi, Ahmad. 2019. “Revitalisasi Adat Kawin Lari (Merariq) Suku Sasak Sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Anak Dan Sirri: Sebuah Pemikiran.” Harmoni 18(2):128–45. doi: 10.32488/harmoni.v18i2.334.

Umiroh, Siti, Jubaedi Sofah, and Wasman Ujang. 2020. “Pengaruh Sosial Budaya Terhadap Pernikahan Di Bawah Umur Di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu.” INKLUSIF?: Jurnal Pengkajian Penelitian Ekonomi Dan Hukum Islam 5(2):185–203.

W., Sulaiman, and Sulaiman Ismail. 2023. “Keteladanan Orangtua Dalam Perspektif Pendidikan Islam Untuk Anak.” Journal of Education and Teaching (JET) 5(1):1–12. doi: 10.51454/jet.v5i1.260.

Downloads

Published

2025-06-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Hirlan, H., & Mukminah , M. (2025). Pola Pendidikan Islam Dalam Tradisi Merarik Suku Sasak Lombok Di Kabupaten Lombok Tengah. Reflection Journal, 5(1), 572-587. https://doi.org/10.36312/rj.v5i1.3132