Strategi Pembudayaan Literasi Digital Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Pendidikan Dhammasekha di Kabupaten Lombok Barat

Literasi Digital Guru Dhammasekha Kompetensi Pendidikan Agama Buddha

Authors

Downloads

How to Cite

Isnani, N., Sutrisno, S., & Bramantyo, H. (2025). Strategi Pembudayaan Literasi Digital Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Pendidikan Dhammasekha di Kabupaten Lombok Barat. Reflection Journal, 5(2), 718-730. https://doi.org/10.36312/rj.v5i2.3432

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Literasi digital kini menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki guru agar mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pembelajaran abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital guru Dhammasekha, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi pembudayaan literasi digital untuk meningkatkan kompetensi guru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di beberapa lembaga Dhammasekha di Kabupaten Lombok Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital guru masih tergolong sedang hingga rendah. Sekitar 70% guru belum mampu memanfaatkan internet secara bijak dan hanya 30% memahami netiket. Partisipasi dalam komunitas digital juga sangat minim, hanya 25% yang aktif. Dari sisi keterampilan, hanya 30% guru percaya diri menggunakan perangkat pembelajaran digital, dengan 40% pernah memakai PowerPoint dan 20% terbiasa menggunakan aplikasi daring. Pada aspek keamanan, hanya 40% yang sadar pentingnya perlindungan data, sementara 60% masih rentan terhadap ancaman siber.Penelitian menyimpulkan bahwa pembudayaan literasi digital merupakan strategi kunci untuk membentuk guru Dhammasekha yang adaptif dan profesional. Strategi yang direkomendasikan meliputi pelatihan berkelanjutan, penyediaan sarana, integrasi teknologi dalam kurikulum, penguatan komunitas digital, dan pengembangan kebijakan berbasis literasi digital. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pembudayaan literasi digital sangat penting untuk meningkatkan kompetensi guru Dhammasekha. Strategi yang dihasilkan tidak hanya relevan bagi pengembangan profesional guru, tetapi juga dapat menjadi rujukan praktis bagi lembaga pendidikan dan pemangku kebijakan dalam memperkuat transformasi digital pendidikan.

Digital Literacy Cultivation Strategies for Enhancing the Professional Competence of Dhammasekha Teachers in West Lombok Regency

The rapid advancement of information technology has brought significant changes to the field of education. Digital literacy has now become an essential competence that teachers must possess in order to adapt to the demands of 21st-century learning. This study aims to analyze the level of digital literacy among Dhammasekha teachers, identify the challenges they face, and formulate strategies for cultivating digital literacy to enhance teacher competence. The research employed a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation in several Dhammasekha institutions in West Lombok Regency.The findings reveal that teachers’ digital literacy remains at a moderate to low level. Approximately 70% of teachers are unable to use the internet responsibly, and only 30% demonstrate an understanding of netiquette. Participation in digital communities is also very limited, with only 25% of teachers actively engaged. In terms of skills, only 30% feel confident using digital learning tools; 40% have used PowerPoint, and just 20% are accustomed to online learning applications. Regarding digital security, only 40% of teachers are aware of the importance of data protection, while 60% remain vulnerable to cyber threats. The study concludes that the cultivation of digital literacy is a key strategy in shaping Dhammasekha teachers who are adaptive and professional. Recommended strategies include continuous training, provision of adequate facilities, integration of technology into the curriculum, strengthening digital communities, and developing literacy-oriented institutional policies. The implications of this study highlight that fostering digital literacy is crucial for enhancing the competencies of Dhammasekha teachers. The proposed strategies are not only relevant to professional development but also serve as practical references for educational institutions and policymakers in reinforcing digital transformation in education.