Strategi Pembudayaan Literasi Digital Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Pendidikan Dhammasekha di Kabupaten Lombok Barat
DOI:
https://doi.org/10.36312/rj.v5i2.3432Keywords:
Literasi Digital, Guru Dhammasekha, Kompetensi, Pendidikan Agama BuddhaAbstract
Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Literasi digital kini menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki guru agar mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pembelajaran abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital guru Dhammasekha, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi pembudayaan literasi digital untuk meningkatkan kompetensi guru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di beberapa lembaga Dhammasekha di Kabupaten Lombok Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital guru masih tergolong sedang hingga rendah. Sekitar 70% guru belum mampu memanfaatkan internet secara bijak dan hanya 30% memahami netiket. Partisipasi dalam komunitas digital juga sangat minim, hanya 25% yang aktif. Dari sisi keterampilan, hanya 30% guru percaya diri menggunakan perangkat pembelajaran digital, dengan 40% pernah memakai PowerPoint dan 20% terbiasa menggunakan aplikasi daring. Pada aspek keamanan, hanya 40% yang sadar pentingnya perlindungan data, sementara 60% masih rentan terhadap ancaman siber.Penelitian menyimpulkan bahwa pembudayaan literasi digital merupakan strategi kunci untuk membentuk guru Dhammasekha yang adaptif dan profesional. Strategi yang direkomendasikan meliputi pelatihan berkelanjutan, penyediaan sarana, integrasi teknologi dalam kurikulum, penguatan komunitas digital, dan pengembangan kebijakan berbasis literasi digital. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pembudayaan literasi digital sangat penting untuk meningkatkan kompetensi guru Dhammasekha. Strategi yang dihasilkan tidak hanya relevan bagi pengembangan profesional guru, tetapi juga dapat menjadi rujukan praktis bagi lembaga pendidikan dan pemangku kebijakan dalam memperkuat transformasi digital pendidikan.
Digital Literacy Cultivation Strategies for Enhancing the Professional Competence of Dhammasekha Teachers in West Lombok Regency
The rapid advancement of information technology has brought significant changes to the field of education. Digital literacy has now become an essential competence that teachers must possess in order to adapt to the demands of 21st-century learning. This study aims to analyze the level of digital literacy among Dhammasekha teachers, identify the challenges they face, and formulate strategies for cultivating digital literacy to enhance teacher competence. The research employed a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation in several Dhammasekha institutions in West Lombok Regency.The findings reveal that teachers’ digital literacy remains at a moderate to low level. Approximately 70% of teachers are unable to use the internet responsibly, and only 30% demonstrate an understanding of netiquette. Participation in digital communities is also very limited, with only 25% of teachers actively engaged. In terms of skills, only 30% feel confident using digital learning tools; 40% have used PowerPoint, and just 20% are accustomed to online learning applications. Regarding digital security, only 40% of teachers are aware of the importance of data protection, while 60% remain vulnerable to cyber threats. The study concludes that the cultivation of digital literacy is a key strategy in shaping Dhammasekha teachers who are adaptive and professional. Recommended strategies include continuous training, provision of adequate facilities, integration of technology into the curriculum, strengthening digital communities, and developing literacy-oriented institutional policies. The implications of this study highlight that fostering digital literacy is crucial for enhancing the competencies of Dhammasekha teachers. The proposed strategies are not only relevant to professional development but also serve as practical references for educational institutions and policymakers in reinforcing digital transformation in education.
References
Arifin, B., Salim, A. N., Muzakki, A., Suwarsito, S., & Arifudin, O. (2024). Integrasi penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran berbasis literasi digital pada peserta didik sekolah dasar. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 13547–13555.
Cresswell, J. (2013). Qualitative inquiry & research design: Choosing among five approaches.
Farid, A. (2023). Literasi digital sebagai jalan penguatan pendidikan karakter di era Society 5.0. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3), 580–597.
Feng, X., Guan, W., & Xu, E. (2025). The relationship between preschool inclusive teachers’ perception of traditional culture and digital literacy: The chain mediating role of technology acceptance and job insecurity. Acta Psychologica, 258. https://doi.org/10.1016/j.actpsy.2025.105141
Judijanto, L., Santoso, R. Y., & Mansur, A. (2025). Integrasi teknologi dan sektor pendidikan: Tantangan dan peluang dalam perspektif multisektoral. Jurnal Ilmiah Edukatif, 11(1), 47–57.
Lesasunanda, R. A., & Malik, A. (2024). Peningkatan kualitas guru melalui literasi digital di man 1 sumbawa barat. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(3), 1904–1915.
Listrianti, F., Rosyidah, I., Malika, H. S., Paramita, A. S., & Dewi, N. A. R. (2024). Inovasi Pembelajaran Blended Learning Melalui Literasi Digital Bagi Mahasiswa Prodi PGMI Universitas Nurul Jadid. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(3), 500–513.
Mardhiyah, R. H., Aldriani, S. N. F., Chitta, F., & Zulfikar, M. R. (2021). Pentingnya keterampilan belajar di abad 21 sebagai tuntutan dalam pengembangan sumber daya manusia. Lectura: Jurnal Pendidikan, 12(1), 29–40.
Momdjian, L., Manegre, M., & Gutiérrez-Colón, M. (2025). A study of preservice teachers’ digital competence development: Exploring the role of direct instruction, integrated practice, and modeling. Evaluation and Program Planning, 109, 102538. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.evalprogplan.2025.102538
Musbaing, M. (2024). Kompetensi guru PAI di abad 21: Tantangan dan peluang dalam pendidikan berbasis teknologi. Jurnal Pendidikan Refleksi, 13(2), 315–324.
Paling, S., Makmur, A., Albar, M., Susetyo, A. M., Putra, Y. W. S., Rajiman, W., Djamilah, S., Suhendi, H. Y., & Irvani, A. I. (2024). Media pembelajaran digital. Tohar Media.
Ponto, H. P. Y., Rasyid, M. N. A., & Mania, S. (2025). Evaluasi model CIPP pada program literasi sekolah di SMP. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 523–534.
Puteri, A. R., Nasution, W. N., & Nasution, M. I. P. (2025). Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan: Konsep, Perkembangan, dan Inovasi Media Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, Dan Inovasi, 5(4).
Resti, R., Wati, R. A., Ma’Arif, S., & Syarifuddin, S. (2024). Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan literasi digital siswa sekolah dasar. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 8(3), 1145–1157.
Rodhiyana, M., Zahra, N. A., & Maysaroh, F. (2025). Peran strategis guru dalam pendidikan dan masyarakat: Tantangan dan inovasi di era digital. Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 7(1), 202–220.
Salma, A. K., Syafa, I. T., Az-Zahra, S., & Mareta, R. D. (2025). Pentingnya Kompetensi Literasi Digital Mahasiswa Calon Guru Biologi di Era Society 5.0. Integrasi, 1(1).
Septiana, N. N., & Khoiriyah, Z. (2024). Metode penelitian studi kasus dalam pendekatan kualitatif. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10(04), 233–243.
Setyaningrum, H., Nurkholifah, Y. F., Maulana, U., & Soraya, S. Z. (2025). Membentuk Guru Profesional: Peran kompetensi Pedagogik dan Kepribadian. Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran| E-ISSN: 3026-6629, 2(4), 1032–1036.
Silvester, M. P., Purnasari, P. D., Saputro, T. V. D., & Usman, S. E. (2024). Melangkah ke Era Digital: Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi. Mega Press Nusantara.
Sulianta, F. (2020). Literasi digital, riset dan perkembangannya dalam perspektif social studies. Feri Sulianta.
Sulistyarini, W., & Fatonah, S. (2022). Pengaruh pemahaman literasi digital dan pemanfaatan media pembelajaran terhadap kompetensi pedagogik guru era digital learning. Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa), 2(1), 42–72.
Tripitoyo, T., Rusmiyati, R., Kabri, K., & Suryanadi, P. N. (2025). Pendidikan di Era Milenial dan Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jurnal Budi Pekerti Agama Buddha, 3(2), 1–6.
Wati, S., & Nurhasannah, N. (2024). Penguatan Kompetensi Guru Dalam Menghadapi Era Digital. Jurnal Review Pendidikan Dasar: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Hasil Penelitian, 10(2), 149–155.
Yao, N., & Wang, Q. (2024). Factors influencing pre-service special education teachers’ intention toward AI in education: Digital literacy, teacher self-efficacy, perceived ease of use, and perceived usefulness. Heliyon, 10(14), e34894. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e34894
Yuan, J., & Li, X. (2025). How digital literacy and ICT self-efficacy shape student perceived post-editing competence. Acta Psychologica, 259, 105409. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.actpsy.2025.105409
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nasib Isnani, Sutrisno Sutrisno, Hastho Bramantyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

