Pengembangan dan Implementasi Laboratorium Virtual Ekstraksi dalam Membangun Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar
DOI:
https://doi.org/10.36312/rj.v5i2.3573Keywords:
Laboratorium Virtual Ekstraksi, HOTS, Hasil BelajarAbstract
Pengembangan dan Implementasi Laboratorium Virtual Ekstraksi dalam Membangun Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan media laboratorium virtual pada topik ekstraksi guna meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) serta hasil belajar mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian terdiri atas dua kelas mahasiswa pendidikan kimia: kelompok eksperimen yang menggunakan laboratorium virtual dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar, angket validasi ahli, angket respons mahasiswa, dan rubrik HOTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan sangat layak digunakan, dengan skor N-Gain sebesar 0,74 (kategori tinggi) pada kelompok eksperimen dan rata-rata skor HOTS sebesar 90,53 (kategori sangat tinggi). Dapat disimpulkan bahwa laboratorium virtual efektif dalam meningkatkan hasil belajar sekaligus mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa
Development and Implementation of Virtual Extraction Laboratory in Building High-Level Thinking Skills (HOTS) to Improve Learning Outcomes
Development and Implementation of Virtual Extraction Laboratory in Building High-Level Thinking Skills (HOTS) to Improve Learning Outcomes. This study aimed to develop and implement a virtual laboratory media on the topic of extraction to enhance higher order thinking skills (HOTS) and improve students' learning outcomes. The research used a Research and Development (R&D) approach with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The subjects were two classes of chemistry education students: an experimental group using the virtual laboratory and a control group using conventional methods. Instruments included a learning achievement test, expert validation questionnaires, student response questionnaires, and a HOTS rubric. Results showed the media was highly feasible, with an N-Gain score of 0.74 (high category) for the experimental group and an average HOTS score of 90.53 (very high category). It can be concluded that the virtual laboratory is effective in improving learning outcomes and developing students' higher order thinking skills
References
BNSP. (2010). Paradigma pendidikan nasional abad XXI. Jakarta : Badan Standart Nasional Pendidikan.
Chi, Y., Chang, Y., & Chang, C. (2024). Virtual reality-based science instruction on student problem-solving and reasoning : a meta-analysis. Journal of Science Education and Technology, 33, 501-520.
Donasari, A., dan Silaban, R. (2021). Pengembangan media pembelajaran kimia berbasis android pada materi termokimia kelas ix sma. Jurnal Inovasi Pembelajaran Kimia, 3 (1), 86 – 95.
Gungor, A., Kool, D., Lee, M., Avraamidou, L., Eisink, N., & Albada, B., Kolk, K., Tromp, M., & Bitter, J. (2022). The use of virtual reality in a chemistry lab and its impact an students’ self-efficacy, interest, self-concept and laboratory anxiety. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, 18 (3).
Hendrajanti, P. (2022). Virtual chemistry laboratory assited discovery learning to improve student learning outcomes. Ideguru : Jurnal Karya Ilmiah Guru, 7 (2), 188-196.
Ilahi, A., Subarkah, C., dan Sukmawardini, Y. (2022). Penerapan media pembelajaran laboratorium virtual untuk meningkatkan kemampuan representasi kimia pada materi sel elektrolisis. Jurnal Prosiding Seminar Nasional Kimia, 7, 25 – 37.
Kolil, V. K., Muthupalani, S., & Achuthan, K. (2020). Virtual experimental platforms in chemistry laboratory education and its impact on experimental self-efficacy. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 17 (30), 1-22.
Lestari., Aprilia, L., Fortuna, N., Cahyo, R., Fitriani, S., Mulyana, Y., dan Kusuminangytas, P. (2023). Review : laboratorium virtual untuk pembelajaran kimia di era digital. Jambura Journal of Education Chemistry, 5 (1), 1 – 10.
Mesra, R., Salem, V., Polii, M., Santie, Y., Wisudariani, N., Sarwandi., Sari, R., Yulianti, R., Nasar, A., Yenita, Y., dan Santiari, N. (2023). Research & development dalam pendidikan. Medan : PT. Mifandi Mandiri Digital.
Rachman, A., Yochanan, E., Samanlangi, A. I., & Purnomo, H. (2024). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Karawang : CV Saba Jaya Publisher.
Silitonga, P. (2011). Metodologi penelitian pendidikan. Medan : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.
Silitonga, P. (2014). Statistik teori dan aplikasi dalam penelitian. Medan : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.
Situmorang, M., Sinaga, M., Purba, J., Daulay, S. I., Simorangkir, M., Sitorus, M., & Sudrajat, A. (2018). Implementation of innovative chemistry learning material with guided tasks to improve students’ competence. Journal of Baltic Science Education, 17 (4), 535-550.
Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung : Alfabeta.
Sutiani, A., Situmorang, M., & Silalahi, A. (2021). Implementation of an inquiry learning model with science literacy to improve student critical thinking skills. International Journal of Instruction, 14 (2), 117-138.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Juita Febiola Napitupulu, Manihar Situmorang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

