Reaktualisasi Nilai Ta’dzim al-‘Ilm wa Ahlih dalam Al-Qur’an: Telaah Tematik di Era Disrupsi Digital

Authors

  • Misnawi Misnawi UIN Madura
  • Moh Zahid UIN Madura

DOI:

https://doi.org/10.36312/19dx0m57

Keywords:

Reaktualisasi, al-Qur’an, Ta’dzim al-Ilm wa Ahlih, Disrupsi digital

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaknai ulang etika pendidikan dengan mereaktualisasikan nilai al-Qur’an dan merumuskan implementasinya dalam konteks digital. Ini merupakan kajian Pustaka (library research) dengan pendekatan tafsir dan melalui analisis isi (content analysis). Data utama diambil dari surah Al-Mujadalah: 11, An-Nahl: 43, Az-Zumar: 9, dan Al-Kahfi: 60–82 serta tafsir ayat dari para mufassir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai adab yang sangat substansial namun mengalami degradasi yang signifikan adalah Ta’dzim (penghormatan) terhadap al-Ilm wa ahlih termasuk di ruang virtual, kekaburan makna antara informasi dan ilmu dan penyetaraan antara ulama’ dan serach engine sehingga terjadi desakralisasi otoritas keilmuan. Selain itu, kecenderungan memperoleh pengetahuan secara instan menyebabkan mulai hilangnya nilai kesabaran dalam proses mencari ilmu sehingga menganggap informasi dari internet sebagai pengetahuan final. Oleh karena itu, nilai ta’dzim dalam al-Qur’an yang bisa diwujudkan berupa: 1) tafassuh yaitu kelapangan hati dan intelektual termasuk di ruang digital seperti ikhlas mengikuti setiap arahan guru, menghormati guru dan teman serta menghargai perbedaan pendapat; 2) pengakuan terhadap otoritas keilmuan dengan memposisikan ilmu dari ulama’ di atas informasi mesin pencari (search engine) artinya kebenaran pengetahuan yang diperoleh dari internet harus tetap divalidasi oleh ulama’ atau berdasarkan karyanya; dan 3) Ibrah dari kisah nabi Musa dan nabi Hidr menegaskan bahwa validasi kebenaran tetap dikembalikan kepada ahli ilmu dan kesabaran epistemologis harus diwujudkan dengan selalu belajar dari sumber aslinya walaupun tidak instan. Konsep tersebut dapat diperkuat melalui beberapa cara, yaitu kontekstualisasi suhbah (pendampingan) terutama saat pembelajaran daring dalam pembelajaran campuran (blended learning), digitalisasi sanad keilmuan untuk memastikan tetap ada sambungan sanad walaupun belajar secara online, mewujudkan komunikasi Qur’ani melalui qaulan karima dan qaulan sadida seperti tidak mendebat guru dan berkomentar berdasarkan fakta dan data bukan asumsi; dan mengintegrasikan literasi digital dengan kesadaran spiritual. Dari itu jelas bahwa penelitian ini juga menawarkan model reaktualisasi implementatif yang relevan dengan pendekatan IPO (input, process, output) dalam penanaman nilai. Ia juga menegaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan Islam tetap harus berorientasi pada pemuliaan ilmu dan pembentukan karakter spiritual-moral yang kokoh.

Reactualization of The Value of Ta'dzim al-Ilm Wa Ahlih in The Qur’an: a Thematic Study in the Digital Disruption Era

This study aims to reinterpret the educational ethics by reactualizing Qur’anic values and formulating their implementation in the digital context. This is a library research by using tafsir approach and content analysis. The primary data sources are surah Al-Mujadalah: 11, An-Nahl: 43, Az-Zumar: 9, and Al-Kahfi: 60–82, including the interpretations from both classical and contemporary mufassir. The results of the study show that the value of adab which is very substantial but degradated significantly is Ta'dzim (respect) for al-Ilm wa ahlih including in virtual space, the blurring of meaning between information and knowledge and the equalization between ulama' and serach engine, so that there is a desacralization of knowledge authority. In addition, the tendency to acquire knowledge instantly causes the loss of the value of patience in the process of seeking knowledge so that information from the internet is considered as the final one. Therefore, the value of ta'dzim which can be remanifested are: 1) tafassuh, namely the openness of heart and mind including in the digital space, such as sincerity in following every teacher's direction, respecting teachers and friends and apriciating the differen opinions; 2) recognition of knowledge authority by positioning the knowledge from ulama' above the information from search engine. It means that the truth of knowledge from internet must be validated by the experts or their works; and 3) Ibrah from the story of the prophet Moses and the prophet Hidr emphasizes also that the validation of the truth is still returned to the scholar, and epistemological patience must be realized by always learning from the original sources although not instantly. The concepts can be strengthened in several ways, namely by contextualizing suhbah (assistence) especially during online class in blended learning, digitizing sanad (chain of knowledge transmission) to ensure that there is a sanad connection even though by online learning, realizing the Qur'anic communication through qaulan karima and qaulan sadida such as not debating teachers and commenting based only on facts and data instead of assumptions; and integrating digital literacy with spiritual awareness. Those all confirm that this research also offers an implementative reactualization model in which is relevant with IPO (input, process, output) approach in internalizing value. It also emphasizes that the digital transformation in Islamic education should be oriented towards the exaltation of knowledge and the strengthening of spiritual-moral character

References

Afwan Alhabib Nasution, Audia Zahara, Nuraini Ginting, Muhammad Luthfi, R. P. A. (2025). Relevansi Nilai Al-Adab Fawq Al-Ilm Dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan di Era Digital. Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran Dan Pengembangan Pendidikan Islam, 6(1), 25–38. https://doi.org/10.30739/tarbiyatuna.v6i1.3965

Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and Secularism. ISTAC.

Al-Ghazali, A. H. (2015). Ihya’ ‘Ulumiddin (Terj.). Republika.

Asy’ari, H. (n.d.). Adabul ’Alim wal Muta’allim. Maktabah Turats Islamy.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th Editio). Sage Publications.

Downloads

Published

2025-12-19

Issue

Section

Articles

How to Cite

Misnawi, M., & Zahid, M. (2025). Reaktualisasi Nilai Ta’dzim al-‘Ilm wa Ahlih dalam Al-Qur’an: Telaah Tematik di Era Disrupsi Digital. Reflection Journal, 5(2), 1046-1059. https://doi.org/10.36312/19dx0m57

Similar Articles

1-10 of 135

You may also start an advanced similarity search for this article.