Fenomena Membaca Tanpa Pemahaman pada Siswa SD dalam Lingkungan Penutur Bahasa Sasak: Analisis  Berdasarkan Simple View of Reading

Bahasa Sasak Kebiasaan Membaca Lingkungan Penutur Siswa SD Tantangan Literasi

Authors

Downloads

How to Cite

Ahmad, R. ., Safitri, A. ., Paska, D. D. ., & Maritasari, D. B. . (2026). Fenomena Membaca Tanpa Pemahaman pada Siswa SD dalam Lingkungan Penutur Bahasa Sasak: Analisis  Berdasarkan Simple View of Reading. Reflection Journal, 6(2), 616-631. https://doi.org/10.36312/8b24vb81

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebiasaan membaca tanpa pemahaman dan menganalisis hambatan literasi siswa SD dalam lingkungan penutur bahasa Sasak berdasarkan perspektif Simple View of Reading (SVR). Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini melibatkan 10 siswa dan 1 guru literasi di SD Negeri 1 Kelayu Selatan melalui teknik purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil temuan menunjukkan seluruh siswa membaca dengan lancar, tetapi hanya 5 dari 10 siswa  yang mampu menemukan informasi penting, 2 dari 10 siswa yang mampu menceritakan kembali isi teks, dan hanya 1 dari 10 siswa yang bisa menarik kesimpulan. Hambatan utama yang teridentifikasi berkaitan dengan keterbatasan kosakata bahasa Indonesia akibat dominasi penggunaan bahasa Sasak dalam kehidupan sehari-hari, yang berpotensi membatasi paparan siswa terhadap bahasa Indonesia formal dan menghambat komponen language comprehension dalam kerangka SVR. Berdasarkan temuan tersebut, kelancaran membaca teknis tidak menjamin pemahaman, sehingga program literasi sekolah perlu difokuskan pada pengayaan kosakata dan pengembangan kemampuan berpikir kritis dalam memahami teks. Penelitian ini terbatas pada konteks satu sekolah dengan 10 subjek, sehingga temuan tidak dapat digeneralisasikan untuk seluruh siswa SD penutur bahasa Sasak di daerah lain.

The Phenomenon of Reading Without Comprehension Among Elementary School Students in a Sasak-Speaking Environment:

An Analysis Based on the Simple View of Reading

 This study aims to describe the habit of reading without comprehension and analyze literacy barriers among elementary school students in a Sasak language-speaking environment based on the Simple View of Reading (SVR) perspective. Using a qualitative case study approach, this research involved 10 students and 1 literacy teacher at SD Negeri 1 Kelayu Selatan selected through purposive sampling, with data collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles & Huberman interactive model. The findings revealed that all students read fluently, but only 5 out of 10 students could identify important information, 2 out of 10 students could retell the text content, and only 1 out of 10 students could draw conclusions. The main barrier identified is related to limited Indonesian vocabulary due to the dominance of Sasak language use in daily life, which potentially limits students' exposure to formal Indonesian and hinders the language comprehension component within the SVR framework. Based on these findings, technical reading fluency does not guarantee comprehension; therefore, school literacy programs should focus on vocabulary enrichment and developing critical thinking skills in understanding texts. This study is limited to the context of one school with 10 subjects, so the findings cannot be generalized to all elementary school students who are Sasak speakers in other regions