Inventarisasi Tumbuhan Sebagai Obat Tradisional Di Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi

Authors

  • Devi Anugrah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Diah Ayu Rahmani Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka
  • Pariyanto Pariyanto Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.36312/rj.v2i1.641

Keywords:

Tumbuhan, Obat, Tradisional

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2021. Penelitian ini dilaksanakan di 9 desa yang ada di Kecamatan Tambun Selatan. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan cara pengumpulan data. Observasi yang dilakukan di lapangan dengan menggunakan metode jelajah (crulse method). Hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat 56 famili tumbuhan obat, dengan total 117 tumbuhan obat. Tumbuhan yang paling banyak ditemukan yaitu dari famili Fabaceae. Daun merupakan organ tumbuhan yang paling banyak digunakan sebagai obat oleh masyarakat. Tentang cara pengelolaan tanaman obat tradisional masyarakat paling banyak dengan cara direbus. Pada masyarakat mengkonsumsi tumbuhan obat tradisional paling banyak dengan teknik diminum sebanyak. Masyarakat Kecamatan Tambun Selatan masih mengguanakan tumbuhan obat sebagai obat sampai sekarang ini. Tumbuhan yang paling sering masyarakat menggunakan yaitu Jahe (Zingiber officinale).

Inventory of Plants as Traditional Medicines in Tambun Selatan District, Bekasi Regency

The purpose of this study was to determine "Types of plants as traditional medicines used by people in Tambun Selatan District, Bekasi Regency". The study was conducted in March 2021. This research was carried out in Tambun Selatan District in nine villages. The method used is descriptive qualitative by collecting data. Observations were made in the field using the cruise method. The results of the research that has been carried out are 56 medicinal plant families, with a total of 117 medicinal plants. The most commonly found plants are from the Fabaceae family. Leaves are plant organs that are most widely used as medicine by the community. About how to manage the traditional medicinal plants of the community mostly by boiling. The community consumes the most traditional medicinal plants with the technique of drinking as much. The people of the South Tambun District still use medicinal plants as medicine until now. The plant most people use is Ginger (Zingiber officinale).

References

Andriani, M. et al. (2021) ‘PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA JAHE (Zingiber Officinale) SEBAGAI PENGGANTI OBAT KIMIA DI DUSUN TANJUNG ALE DESA KEMENGKING DALAM KECAMATAN TAMAN RAJO’, Martabe?: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), p. 14. doi: 10.31604/jpm.v4i1.14-19.

Dewi, Y. K. and Riyandari, B. A. (2020) ‘Potensi Tanaman Lokal sebagai Tanaman Obat dalam Menghambat Penyebaran COVID-19’, Jurnal Pharmascience, 7(2), p. 112. doi: 10.20527/jps.v7i2.8793.

Dianto, I., Anam, S. and Khumaidi, A. (2015) ‘Ethnomedicinal Study of Ledo Kaili Tribe on Sigi Regency, Central Sulawesi’, Bestjournal.Untad.Ac.Id, 1(2), pp. 85–91. doi: https://doi.org/10.22487/j24428744.2015.v1.i2.6237.

Ellis, L. (2018) Super Plants For Super Health. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Gunadi, D., Oramahi, H. . and Tavita, G. E. (2017) ‘Studi tumbuhan obat pada etnis dayak di desa gerantung Kecamatan Monterado Kabupaten Bengkayang’, Jurnal Hutan Lestari, 5(2), pp. 425–436. doi: https://dx.doi.org/10.26418/jhl.v5i2.20089.

Harwati, tri C. (2009) ‘Khasiat Jahe Bagi Kesehatan Tubuh Manusia’, Jurnal Inovasi pertanian, 8(1), pp. 54–61. doi: http://dx.doi.org/10.33061/innofarm.v8i1.226.

Irwan Lovadi, A. S. R. L. (2015) ‘Pemanfaatan Tumbuhan Obat Pada Masyarakat Suku Dayak Jangkang Tanjung Di Desa Ribau Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau’, Protobiont, 4(2), pp. 1–8.

Izzuddin, M. Q. and Azrianingsih, R. (2015) ‘Inventarisasi Tumbuhan Obat di Kampung Adat Urug , Desa’, 3(1), pp. 81–92.

Kartasapoetra, G. (2006) Budidaya Tanaman Berkhasiat Obat. Jakarta: Rineka Cipta.

Meliki, Linda, R. and Lovadi, I. (2013) ‘Etnobotani Tumbuhan Obat oleh Suku Dayak Iban Desa Tanjung Sari Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang’, Protobiont, 2(3), pp. 129–135. doi: https://dx.doi.org/10.26418/protobiont.v2i3.3881.

Ningrum, I. S. (2019) Panduan Mudah Budidaya Jahe Merah. Temanggung: Desa Pustaka Indonesia.

Nurlila, R. U. and La Fua, J. (2020) ‘Jahe Peningkat Sistem Imun Tubuh di Era Pandemi Covid- 19 di Kelurahan Kadia Kota Kendari’, Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 1(2), pp. 54–61. doi: 10.35311/jmpm.v1i2.12.

Oktora, L. et al. (2006) ‘Pemanfaatan Obat Tradisional Dengan Pertimbangan Manfaat Dan Keamanannya’, Majalah Ilmu Kefarmasian, III(1), pp. 1–7. doi: 10.7454/psr.v3i1.3394.

Paramita, R., Panjaitan, R. G. P. and Ariyati, E. (2019) ‘Pengembangan Booklet Hasil Inventarisasi Tumbuhan Obat Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Manfaat Keanekaragaman Hayati’, Jurnal IPA & Pembelajaran IPA, 2(2), pp. 83–88. doi: 10.24815/jipi.v2i2.12389.

Penyusun Database Eksportir (2018). Kabupaten Bekasi.

Praja, M. H. and Oktarlina, R. Z. (2016) ‘Uji Efektivitas Daun Petai Cina ( Laucaena glauca ) Sebagai Antiinflamasi Dalam The Effectiveness Leaves Chinese ’ s Petai ( Leucaena glauca ) As an Anti- Inflammatory Treatment of Injury In Swollen’, 5, pp. 86–89.

Profil Daerah Kabupaten Bekasi (2017) jabarprov.go.id.

Putra, B., Azizah, R. N. and Nopriyanti, E. M. (2020) ‘Efek Imunomodulator Ekstrak Etanol Herba Krokot (Portulaca oleracea L.) terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan dengan Parameter Delayed Type Hypersensitivity (DTH)’, Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal), 6(1), pp. 20–25. doi: 10.22487/j24428744.2020.v6.i1.14106.

Putri, A. I. (2018) ‘Keanekaragaman Genus Tumbuhan Dari Famili Fabaceae Di Selatan’, Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 3(April), pp. 209–213.

Qamariah, N., Mulyani, E. and Dewi, N. (2018) ‘Inventarisasi Tumbuhan Obat di Desa Pelangsian Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur’, Borneo Journal of Pharmacy, 1(1), pp. 1–10. doi: 10.33084/bjop.v1i1.235.

Tambaru, E. (2017) ‘Keragaman Jenis Tumbuhan Obat Indigenous Di Sulawesi Selatan’, Jurnal Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Indonesia, 8(15), pp. 7–13. doi: 10.20956/jal.v8i15.3041.

Tapundu, A. S., Anam, S. and Pitopang, R. (2015) ‘Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Pada Suku Seko Di Desa Tanah Harapan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah’, Jurnal Biocelebes, 9(92), pp. 66–86.

Toberni S., Situmorang, Eka Saudur R., S. (2018) ‘KAJIAN PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT PADA MASYARAKAT SUKU SIMALUNGUN DI KECAMATAN RAYA DESA RAYA BAYU DAN RAYA HULUAN KABUPATEN SIMALUNGUN’, 4(2), pp. 112–120.

Widiyati, A. (2006) ‘Penerapan Prinsip Geografi Untuk Konservasi Sumber Daya Alam Di Wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor Jawa Barat’, 12, pp. 1–8. doi: https://doi.org/10.17509/gea.v12i1.2594.

Downloads

Published

2022-06-30

How to Cite

Anugrah, D., Rahmani, D. A., & Pariyanto, P. (2022). Inventarisasi Tumbuhan Sebagai Obat Tradisional Di Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Reflection Journal, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.36312/rj.v2i1.641

Issue

Section

Articles