Metode Diseminasi Teknologi Hasil Penelitian yang Paling Efektif Menurut Peternak Sapi Potong di Nusa Tenggara Barat

Authors

  • Mashur Mashur Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pendidikan Mandalika
  • Hunaepi Hunaepi Universitas Pendidikan Mandalika
  • Dina Oktaviana Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pendidikan Mandalika
  • Kholik Kholik Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pendidikan Mandalika
  • Kunti Tirtasari Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pendidikan Mandalika
  • Maratul Jannah Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pendidikan Mandalika

Keywords:

Diseminasi teknologi Peternak sapi potong

Abstract

Perguruan tinggi dan lembaga-lembaga penelitian lainnya adalah sumber penghasil teknologi baru yang sangat potensial. Setiap tahun dihasilkan teknologi baru sangat banyak, namun jumlah yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat sangat terbatas. Untuk itu, diperlukan metode diseminasi teknologi yang paling efektif agar proses adopsi, diffusi dan penerapan teknologi baru hasil penelitian lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode diseminasi teknologi baru hasil penelitian yang paling efektif menurut pandangan peternak sapi potong pada peternakan rakyat di Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilaksanakan pada 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat bulan Januari-Juli 2018 dengan metode survai yang dilengkapi questioner. Jumlah responden sebanyak 816 orang ditetapkan secara purposive random sampling. Ada 17 metode diseminasi teknologi yang diteliti yang dibagi tiga kelompok, yaitu demonstrasi teknologi, interpersonal komunikasi dan penyebaran informasi. Data dianalisis secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 9,69% responden memilih gelar teknologi sebagai metode diseminasi yang paling efektif; 8,6% memilih temu lapang  dan 8,59% memilih pameran. Berdasarkan kelompok metode diseminasi maka demontrasi teknologi paling efektif dengan 7,61% responden yang memilih; komunikasi interpersonal 6,9% dan penyebaran informasi 5,0%. Simpulannya tidak ada responden yang hanya memilih satu metode diseminasi yang paling efektif, tetapi sebagian besar memilih kombinasi dari tiga kelompok metode diseminasi.

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2011). Pedoman umum Spectrum Diseminasi Multi Channel (SDMC). Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Badan Penelitian dan Pengembngan Pertanian. (2014). Sumbedaya Lahan Pertanian Indonesia: Luas, Penyebaran, dan Potensi Ketersediaan. Badan Litbang Pertanian. Kementerian Pertanian. Jakarta (ID).

Gonzales. (2013). Beberapa mitos komunikasi dan pembangunan. Dalam Jahi (Ed.). Komunikasi Massa dan Pembangunan Pedesaan di Negara-negara Dunia Ketiga. Suatu Pengantar. PT Gramedia, Jakarta.

https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-0 1324717/riset-nasional-hadapi-persoalan-jumlah-peneliti-yang-sedikit diakses tanggal 16 Desember 2020.

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/05/05/berapa-jumlah-perguruan-tinggi-di-indonesia diakses tanggal 16 Desemeber 2020

Indraningsih KS, Sejati WK, Elizabeth R, Ar-Rozy AM, Suharyono S, Djojopoespito S. 2014. Kajian kebijakan dan implementasi diseminasi inovasi pertanian. Laporan Akhir. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Irawan, A. Dariah, dan A. Rachman. (2015). Pengembangan dan Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian Mendukung Optimalisasi Pengelolaan Lahan Kering Masam . Jurnal Sumberdaya Lahan. 9(1): 37-50

Kavanagh P. (2011). Rapid appraisal of fisheries (Rapfish) project. rapfish software description (for microsoft excel). University of British Columbia, Fisheries Centre, Vancouver

Mashur, (2017). The Effective Extension Methods for Prevention of Anthrax Diseases on Smallholders Farming in Supproting West Nusa Tenggara Province as A World Halal Tourism Destination. Proceedings The 2nd International Conference on Science and Technology 2017 “Joint International Conference on Science and Technology in The Tropic”. 128-135

Mashur, Candra Dwi Atma, Kholik, Munawarah. (2018). The Most Effective Extension Methods to Prevent Influenza Avian Disease on Smallholders Farming in Tourism Destination Nusa Tenggara Barat. Proceding 1st ICWBB 2018.

Sarwani M, Jamal E, Subagyono K, Sirnawati E, Hanifah VW. (2011). Diseminasi di BPTP: pemikiran inovatif transfer teknologi spesifik lokasi. Analisis Kebijakan Pertanian. 9(1):73−89.

Soekartawi. (2018). Prinsip Dasar: Komunikasi Pertanian. UI Press. Jakarta

Syahyuti, T. Sutater, Istriningsih dan S. Wuryaningsih. (2014). 40 Inovasi Kelembagaan Diseminasi Teknologi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia. IAARD Press. Jakarta. pp.1-

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara. (2019). Panduan Penyebarluasan Ipteks Hasil Penelitian Tahun 2019.

Downloads

Issue

Section

Articles