Pelatihan Pembuatan Terasi Rebon Dengan Variasi Bahan Baku Untuk Meningkatkan Kemampuan Masyarakat Dalam Memaksimalkan Potensi Lokal Desa Ketapang Raya

Authors

  • Siti Nurhidayati Universitas Pendidikan Mandalika
  • Khaeruman Khaeruman Universitas Pendidikan Mandalika
  • Diah Lukitasari Universitas Pendidikan Mandalika

Keywords:

Pelatihan, Variasi Bahan Baku, Terasi Rebon, Ketapang Raya

Abstract

Desa Ketapang raya merupakan salah satu desa yang berada di wilayah pesisir Lombok Timur yang memiliki banyak potensi lokal yang bisa dimaksimalkan pemanfaatannya misalnya ikan, rebon dan garam. Pada musim penghujan, hasil tangkapan rebon melimpah, sedangkan pada musim kemarau tangkapan ikan kecil dan produksi garam melimpah. Masyarakat biasanya menjual rebon dan ikan secara langsung dengan harga yang sangat murah, sisanya dikukus dan dikeringkan, kemudian dijual kembali. Masyarakat belum memaksimalkan potensi lokal dengan optimal, untuk itu telah dilakukan pelatihan pembuatan terasi rebon dengan variasi bahan baku untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memaksimalkan potensi lokal Desa Ketapang Raya. Melalui pelatihan ini masyarakat menjadi terampil membuat terasi rebon dengan variasi bahan baku sesuai ketersediaan bahan baku dilingkungan, sehingga masyarakat mampu memaksimalkan sumber daya alam sekitarnya, selain itu dapat menekan biaya produksi terasi rebon, karena menggunakan bahan baku yang memiliki harga murah. Variasi terasi rebon dilakukan dengan dua macam yaitu dengan bahan baku terasi rebon asli, kedua bahan baku dicampur dengan ikan. Kedua terasi rebon memiliki warna yang berbeda yaitu terasi rebon asli memiliki warna lebih terang dari pada terasi rebon yang bahan bakunya dicampur ikan. Masyarakat juga memiliki respon positif terhadap kedua variasi terasi rebon

References

Adhawati, S.S., Cangara, A.S. dan Suwarni. (2017). Pengembangan Usaha Terasi Udang Rebon di Dusun Je’ne Desa Lagaruda Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar. Jurnal Panrita Abdi, 1 (2).

Artanti, D., Adilah, F.U., dan Azizah, F. (2019). Pemeriksaan Jumlah Kapang Sebagai Indikator Kualitas Terasi Di Pasar Tambaksari Surabaya. The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist, 2 (2).

Humairani, R., Maritalia, D., Yuniza, Z., Sonny M.I ( 2019) Pendampingan Penerapan Gmp Pada Pengolahan Terasi Tutok Di Desa Kuala Pusing Kapal. Lumbung Inovasi: 4 (1), 1-4.

Karim, F.A., Swastawati, M., dan Anggo, A.D. (2014). Pengaruh Perbedaan Bahan Baku Terhadap Kandungan Asam Glutamat Pada Terasi. Jurnal Pengelolaan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3 (4), 51-58.

Mardiyati, S. dan Amruddin, (2017) Ibm Kelompok Wanita Nelayan Pengolah Udang Rebon Di Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep. Jurnal Dedikasi, 14 (1).

Mulia, P. 2015. Kemarau Panjang, Nelayan Panen Ikan Laut. (Online) https://nasional.tempo.co/read/687279/kemarau-panjang-nelayan-panen-ikan-laut. Diakses 21 Oktober 2020.

Moegni N., Rizki A., dan Prihantono G. (2014). Adaptasi Nelayan Perikanan Laut Tangkap Dalam Menghadapi Perubahan Iklim. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan, 15 (2) 182-189.

Mustofa, Z. dan Ainiyah R. (2018). Analisis Usaha Terasi Udang Di Desa Tambaklekok Kabupaten Pasuruan. Jurnal Teknologi Pangan. 9 (2): 123-131.

Rikah dan Widodo, A. (2019). PKM Kelompok Usaha Terasi Desa Bonang Kecamatan Lasem dalam Upaya Menghadapi Permasalahan Cuaca. Journal of Dedicators Community UNISNU Jepara. 3 (1), 44-52.

Tim UMKM. (2018). Pola Pembiayaan Usaha Pengolahan Udang (Terasi). (Online) https://www.bi.go.id/id/umkm/kelayakan/pola-pembiayaan/perikanan/Pages/Pola-Pembiayaan-Usaha-Pengolahan-Udang.aspx. Diakses 21 Oktober 2020.

Downloads

Issue

Section

Articles