Peningkatan Budaya Literasi Membaca Melalui Rumah Baca Alfata Masyarakat Desa Baroh

Authors

  • Nanda Saputra PGMI, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli
  • Maulina Hendrik PGSD, Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
  • Delora Jantung PGSD, Universitas Muhammadiyah Malang

Keywords:

Kata Kunci Peningkatan, Budaya Literasi, Membaca, Rumah Baca

Abstract

Perkembangan teknologi dan komunikasi mengakibatkan kebiasaan membaca
masyarakat terhadap suatu bacaan semakin berkurang diperlukan sebuah kegiatan
yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat
kebiasaan membaca dalam keluarga. Peran meningkatkan budaya literasi membaca
tidak hanya dilakukan oleh pihak sekolah, tetapi dapat dilakukan oleh masyarakat.
Rumah Baca mulai dibangun oleh dana institusi, sumbangan perusahaan, organisasi
keagamaan, sampai dana masyarakat itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk
mendeskripsikan beberapa upaya dalam meningkatkan budaya literasi membaca
melalui Rumah Baca Alfata. Penelitian ini dilakukan di Rumah Baca Alfata, Desa Baroh
Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie Provinsi Aceh. Metode yang digunakan adalah studi
deskriptif kualitatif. Wawancara dan observasi digunakan sebagai alat pengumpul data.
Sesuai dengan metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan. Sementara itu,
hal-hal yang diobservasi adalah hal yang berkaitan dengan peningkatan budaya literasi
membaca melalui Rumah Baca Alfata masyarakat Desa baroh. Teknik penganalisisan
data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: reduksi data, display data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Rumah Baca Alfata
mengundang secara berkala sekolah-sekolah Nadhlatul Ulama di kabupaten Pidie,
bersinergi dengan pimpinan ranting Nadhlatul Ulama, dan bekerja sama dengan orang
tua.

References

Clay, M. M. (2016). Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan

Kebudayaan.

Herman Wahadaniah. (2017). Perpustakaan Sekolah Sebagai Sarana Pengembangan Minat dan

Kegemaran Membaca. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ibrahim Bafedal. (2015). Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Milla, Hilyati., Reni Kusmiarti, Helmarini. (2016). Peningkatan Budaya Membaca (Literasi) Dalam

National Conference on Education, Social Science, and Humaniora Proceeding

|

|53

st

Masyarakat di Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi

Rafflesia. Vol. 3. No. 2.

Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mullis, Ina V.S., Michael O Martin, Ann. M. Kennedy, Kathleen L Trong, dan Marian Sainsbury. (2016).

PIRLS 2011 Assesment Framework. Amsterdam: The International Association for the

Evaluation of Educational Achievement (IEA).

Nugraha. (2013). Rumah Baca Jendela Dunia, Sebuah Model Perpustakaan Panti Asuhan. Jurnal

Ilmiah Mahasiswa. Vol. 3. No.2.

Sabarti Akhadiah, dkk. (2102). Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. (2013). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Zaimah. (2015). Efektivitas Rumah Baca di Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak. Jurnal S-1Ilmu

Administrasi Negara. Vol. 4. No. 3

Downloads

Issue

Section

Articles