Manajemen Pelatihan Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram

Manajemen Pelatiha Kinerja Guru

Authors

Downloads

How to Cite

Susilawati, N. A., Mustari, M., Sumardi, L., Saputra, H. H., & Makki, M. (2025). Manajemen Pelatihan Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Reflection Journal, 5(1), 417-427. https://doi.org/10.36312/rj.v5i1.2937

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana manajemen pelatihan diterapkan dalam upaya meningkatkan kinerja guru di tiga SDN di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Fokus kajian meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelatihan, serta faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan nyata guru yang teridentifikasi melalui supervisi dan forum profesional, serta didukung oleh metode seperti workshop dan bimtek yang relevan dengan isu pendidikan terkini. Evaluasi dilakukan secara reflektif melalui observasi dan supervisi. Pelatihan berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan kinerja guru yang terukur melalui SKP. Faktor pendukung meliputi kepemimpinan kepala sekolah, dana BOS, dan kolaborasi antarguru, sementara kendalanya mencakup beban administrasi dan waktu terbatas. Secara keseluruhan, pelatihan yang terstruktur, partisipatif, dan berkelanjutan terbukti efektif dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah dasar..

Training Management in Improving Teacher Performance at SDN Sandubaya District Mataram City

 This study aims to describe the management of teacher training in improving teacher performance at public elementary schools in the Sandubaya District, Mataram City. The research focuses on the planning, implementation, and evaluation stages of training, as well as supporting and inhibiting factors. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. The results show that training was systematically and participatively managed, based on actual teacher needs identified through supervision, education reports, and teacher forums. Training methods included workshops, technical guidance, and seminars aligned with current educational issues such as the Merdeka Curriculum, literacy, numeracy, and positive school culture. Evaluation was conducted through observation, reflection, questionnaires, and school principal supervision. Training positively impacted teaching quality, student outcomes, and teacher performance as measured by performance targets (SKP). Key supporting factors included school leadership, BOS funding, and teacher collaboration, while administrative workload and limited time were main obstacles.

Most read articles by the same author(s)