Keterbukaan Publik dalam Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Mewujudkan Sekolah Bebas dari Korupsi di SDN 3 Cendi Manik

Keterbukaan Publik Dana BOS Transparansi Akuntabilitas Sekolah Bebas Korupsi

Authors

Downloads

How to Cite

Pratiwi, A. A., Mustari, M., Hakim, M., Fahruddin, F., & Jaelani, A. K. (2025). Keterbukaan Publik dalam Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Mewujudkan Sekolah Bebas dari Korupsi di SDN 3 Cendi Manik. Reflection Journal, 5(1), 348-359. https://doi.org/10.36312/rj.v5i1.2974

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterbukaan publik dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 3 Cendi Manik sebagai strategi menciptakan sekolah yang bebas dari korupsi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi telah diterapkan melalui pelaporan keuangan terbuka, forum musyawarah, serta pemasangan papan informasi. Akuntabilitas tercermin dalam pelaporan daring berbasis ARKAS dan tindak lanjut terhadap temuan audit. Partisipasi publik ditunjukkan melalui keterlibatan komite sekolah dalam perencanaan dan evaluasi anggaran. Namun, masih terdapat tantangan seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan belum optimalnya sistem pengelolaan umpan balik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbukaan publik memiliki peran strategis dalam mencegah korupsi, namun memerlukan dukungan sistemik dan kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah dasar lainnya dalam memperkuat tata kelola keuangan yang partisipatif dan transparan.

Public Transparency in the Management of School Operational Assistance (BOS) Funds to Establish aCorruption-Free School at SDN 3 Cendi Manik

This study aims to describe public transparency in the management of School Operational Assistance (BOS) funds at SDN 3 Cendi Manik as a strategy to build a corruption-free school. A qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings indicate that transparency was implemented through open financial reporting, community meetings, and public information boards. Accountability was demonstrated via online reporting using the ARKAS system and follow-up actions on audit findings. Public participation was evident through the involvement of the school committee in budget planning and evaluation. However, challenges persist, such as low digital literacy among parents, limited technological infrastructure, and the absence of a structured feedback system. This research concludes that public transparency plays a strategic role in preventing corruption but requires systemic and collaborative support from all stakeholders. The findings are expected to serve as a reference for other elementary schools in strengthening participatory and transparent financial governance.

 

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>